Mees Hilgers Campur Aduk Saat Timnas Indonesia Akhiri Puasa Gelar di FIFA ASEAN Cup 2026

Diposting pada

Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, merasakan emosi yang berlawanan ketika skuad Garuda memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Di satu sisi, pemain berdarah Manado itu ikut bersukacita atas keberhasilan Indonesia menaklukkan Thailand di final. Namun di sisi lain, ia juga menyimpan penyesalan karena tidak bisa turun langsung membantu tim pada laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Indonesia mengunci trofi setelah menang lewat adu penalti 4-2 atas rival lamanya tersebut. Sebelum penentuan lewat titik putih, kedua tim bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Hasil ini terasa istimewa karena disaksikan sekitar 70 ribu penonton yang memenuhi SUGBK, sekaligus mengakhiri penantian panjang sepak bola nasional yang belum merasakan gelar selama lebih dari tiga dekade.

Hilgers menegaskan bahwa dirinya sangat senang melihat rekan-rekannya, termasuk Kevin Diks, berhasil membawa pulang gelar bersejarah itu. Ia mengakui kemenangan tersebut punya arti besar bagi publik sepak bola Indonesia, terlebih karena lawan yang dikalahkan adalah Thailand, tim yang kerap menjadi batu sandungan di partai puncak. Dalam empat final terakhir, Indonesia selalu gagal mengatasi tim berjuluk Gajah Perang tersebut.

Meski bangga, pemain SC Heerenveen itu tak menutupi rasa kecewanya karena hanya bisa menyaksikan perjuangan tim dari jauh. Ia sebelumnya memang tengah fokus menjalani pemulihan cedera sehingga tidak masuk dalam skuad pada turnamen ini. Kondisi fisiknya kini disebut terus membaik, bahkan ia mengaku sudah siap melakoni debut bersama klub barunya.

“Ya, saya sangat bahagia untuk negara ini dan tentu saja untuk rekan-rekan saya,” ujar Mees Hilgers, dikutip BolaSport.com dari Instagram VoetbalPrimeur, Jumat (9/10/2026). Ia lalu menambahkan, “Pada akhirnya, saya benar-benar ingin berada di sana bersama mereka.”

Dalam pernyataan lain, Hilgers kembali menyoroti betapa pentingnya momen tersebut karena menjadi pencapaian yang belum pernah diraih Indonesia selama lebih dari 30 tahun. Ia menyebut keberhasilan itu sebagai sesuatu yang luar biasa, meski bagi dirinya ada sisi pahit karena tidak ikut merasakan suasana juara di lapangan. “Kami berhasil meraih sesuatu yang, menurut saya, belum pernah dicapai selama lebih dari 30 tahun,” katanya. “Jadi, sangat disayangkan saya tidak bisa berada di sana.”

Walau absen saat pesta juara, bek berusia 25 tahun itu tetap memberi apresiasi besar kepada para pemain Timnas Indonesia. Menurutnya, kekompakan tim yang telah terbangun dalam waktu lama menjadi salah satu kunci keberhasilan Garuda. Ia menilai ikatan antarpemain di ruang ganti sangat kuat dan membuat tim mampu tampil solid sampai akhirnya mengangkat trofi. “Namun, saya sangat bangga kepada rekan-rekan setim saya karena kami sudah bermain bersama selama bertahun-tahun,” ucapnya. “Kami benar-benar merupakan kelompok yang sangat kompak dan memiliki ikatan yang kuat,” lanjut Hilgers.

Sumber: www.bolasport.com

Tinggalkan Balasan