Carrick Makin Tertekan, Emmanuel Petit Sebut Pemain Manchester United Kehilangan Kepedulian

Diposting pada

Tekanan terhadap Michael Carrick di Manchester United kembali meningkat setelah timnya hanya bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur yang tampil dengan 10 pemain pada pekan keenam Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (7/2/2026) malam WIB. Hasil itu membuat United memperpanjang puasa kemenangan menjadi empat laga, sekaligus memunculkan kritik baru terhadap sikap para pemain di lapangan.

Emmanuel Petit, legenda Arsenal, menilai masalah Setan Merah tidak berhenti pada taktik atau pergantian pelatih. Menurutnya, ada gejala yang lebih mendasar di ruang ganti dan di dalam pertandingan: para pemain disebut mulai kehilangan rasa peduli terhadap Carrick. Penilaian itu ia sampaikan setelah melihat respons tim saat menghadapi Tottenham, laga yang seharusnya bisa dimanfaatkan United untuk meraih tiga poin.

Petit juga menyoroti momen ketika Bruno Fernandes tampak menunjukkan bahasa tubuh yang kurang meyakinkan. Kapten Manchester United itu dinilai seharusnya menjadi figur yang mengangkat moral tim, tetapi justru terlihat ikut terbebani oleh situasi klub yang tak kunjung stabil. Fernandes sendiri kembali tidak memberi kontribusi gol maupun assist dalam pertandingan tersebut.

“Saya rasa mereka sudah tidak peduli lagi dengan manajernya,” kata Petit, dikutip dari talkSPORT. Ia menambahkan bahwa persoalan seperti ini sudah berulang selama bertahun-tahun di Manchester United, meski klub silih berganti mengganti pelatih. Dalam pandangannya, perubahan di kursi manajer tidak otomatis membawa hasil jika para pemain tidak ikut memikul tanggung jawab untuk memperbaiki keadaan.

United memang kembali gagal memaksimalkan keuntungan jumlah pemain. Sebelum ditahan Tottenham, mereka juga kalah 0-1 dari Manchester City meski Phil Foden mendapat kartu merah pada menit ke-23. Rangkaian hasil tersebut memperberat posisi Carrick, pelatih berusia 45 tahun yang sempat menuai harapan saat menangani tim musim lalu, namun kini kesulitan mengembalikan performa terbaik skuadnya.

Dari sisi klasemen dan catatan awal musim, situasinya juga tidak menggembirakan. Setelah enam pertandingan Liga Inggris, Manchester United baru mengoleksi enam poin dan berada di peringkat ke-12, meski posisi itu masih bisa berubah karena beberapa tim di bawah mereka belum bermain. Ini menjadi salah satu start terburuk klub dalam 40 tahun terakhir, karena terakhir kali mereka mencatat laju serupa pada musim 1986/1987, ketika hanya meraih empat poin dari enam laga pertama.

Jadwal berikutnya pun tidak memberi banyak ruang untuk bernapas. Manchester United akan bertandang ke markas Atletico Madrid pada Rabu (14/10/2026) dini hari, lalu melanjutkan laga liga melawan Leeds United di Elland Road pada akhir pekan berikutnya. Jika hasil buruk kembali berulang, sorotan terhadap Carrick dipastikan semakin tajam.

Tinggalkan Balasan