Veda Ega Pratama menjadi salah satu perhatian utama dalam Moto3 Grand Prix Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika. Berlaga di depan pendukung tuan rumah, pembalap Honda Team Asia itu sempat berada di posisi kedua sebelum akhirnya menutup balapan di urutan keenam pada Minggu (12/10), menurut laporan Crash.
Start yang kuat membuat Veda langsung masuk ke kelompok depan dan ikut terlibat dalam pertarungan posisi dengan para pembalap teratas. Di tengah persaingan yang rapat, ia beberapa kali harus meladeni tekanan dari lawan-lawannya, namun tetap mampu menjaga peluang untuk berada di barisan kandidat podium pada fase awal lomba.
Perlahan, posisinya memang tak mampu dipertahankan hingga garis finis. Meski demikian, Veda tetap menunjukkan kemampuan untuk bangkit setelah kehilangan beberapa tempat dan mengamankan hasil akhir di posisi keenam. Capaian itu sekaligus menjadikannya pembalap Honda dengan raihan terbaik pada seri kandang tersebut.
Balapan di Mandalika sendiri berlangsung dalam tempo tinggi. Maximo Quiles keluar sebagai pemenang setelah mengambil alih pimpinan lomba sejak lap ketiga. Dua pembalap lain, David Almansa dan Brian Uriarte, masing-masing menyelesaikan balapan di posisi kedua dan ketiga untuk melengkapi podium.
Hasil itu memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di kelas Moto3 pada seri Indonesia. Bagi Veda, finis keenam tetap bernilai penting karena memberinya tambahan poin dari balapan kandang dan menjaga posisinya dalam perburuan klasemen musim ini.
Dengan raihan tersebut, Veda kini mengoleksi 115 poin dan bertengger di peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026. Hasil di Mandalika menjadi modal berharga bagi pembalap muda Indonesia itu untuk menghadapi seri-seri berikutnya, sekaligus menegaskan bahwa ia mampu bersaing dengan nama-nama internasional di level dunia.




