Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menilai Real Madrid belum tampil terlalu meyakinkan pada awal musim 2026-2027 karena skuad mereka dipenuhi banyak pemain bintang. Ucapan itu ia lontarkan menjelang pertemuan Roma dan Madrid pada matchday kedua Liga Champions 2026-2027, yang akan berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, pada Kamis (15/10/2026) pukul 02.00 WIB.
Madrid memang datang dengan catatan hasil yang kuat. Dari sembilan pertandingan di semua kompetisi, tim berjuluk Los Blancos itu meraih tujuh kemenangan dan dua kali imbang. Namun, hasil tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan performa yang dinilai belum stabil, terutama di sektor depan. Dalam laga terakhir melawan Villarreal, Madrid hanya mampu mencetak satu gol, sehingga kritik terhadap permainan mereka kembali menguat.
Nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, hingga Yan Diomande membuat lini serang Madrid tampak sangat mewah di atas kertas. Meski begitu, Gasperini melihat banyaknya pemain berkelas justru bisa berdampak pada kekompakan tim. Ia menilai kualitas individu yang tinggi tidak selalu otomatis menghasilkan permainan yang padu dari satu pertandingan ke pertandingan lain.
“Saya mendengar dari beberapa rekan Anda bahwa mereka (Madrid), namun gaya permainan mereka tidak terlalu diapresiasi,” kata Gasperini, dikutip BolaSport.com dari Tuttomercato. Ia kemudian menegaskan, “Mereka memiliki banyak pemain yang sangat hebat di lini depan.” Menurut dia, kondisi itu bisa membuat Madrid kehilangan sebagian kebersamaan dalam bermain, walau tetap memiliki nilai dan talenta yang besar.
Dalam kesempatan yang sama, Gasperini juga menyinggung sosok Jose Mourinho, yang kini menangani Real Madrid. Ia mengaku iri karena Mourinho bisa mendatangkan pemain mahal seperti Diomande, yang menurutnya merupakan tipe pemain yang juga dibutuhkan AS Roma. “Banyak hal (iri ke Mourinho), bahkan membeli Diomande harga itu, itu adalah keahlian yang hebat,” ujarnya.
Meski menyoroti lawan, Gasperini tetap menaruh fokus pada timnya sendiri. Ia berharap Roma bisa tampil dengan 11 pemain penuh selama 90 menit, sesuatu yang menurutnya penting agar Il Lupi dapat bermain lebih agresif. Ia merujuk laga sebelumnya melawan Como 1907, ketika Roma lebih banyak bertahan demi mendapatkan poin. Kali ini, ia ingin anak asuhnya tidak lagi bermain dalam kondisi yang merugikan, termasuk menghindari kartu merah.
Secara rekor pertemuan, Madrid masih lebih unggul atas Roma di Liga Champions maupun Piala Champions. Dari 12 duel terakhir, Los Blancos memenangi delapan laga, sementara Il Giallorossi mencatat tiga kemenangan. Statistik itu menambah bobot pertandingan di Olimpico, yang diperkirakan menjadi ujian penting bagi Roma untuk menantang salah satu tim paling terkenal di Eropa.




