Pengawasan terhadap Warung Bakso Bintang 2 di Jalan Kruing Raya, Srondol Wetan, Banyumanik, Semarang, berlanjut setelah mediasi dengan warga pada Rabu (4/11/2026). Dua hari kemudian, Jumat (6/11/2026), saluran yang sebelumnya dikeluhkan karena menerima air bekas cucian mangkuk dan sisa kuah dilaporkan kering serta tidak berbau. Warung tetap beroperasi, tetapi pembeli yang datang pada siang hari hanya sekitar satu atau dua orang.
Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo menyampaikan bahwa pihaknya memantau pelaksanaan kesepakatan agar limbah tidak lagi dialirkan ke got milik warga. “Sudah tidak buang ke got, sesuai kesepakatan,” ujarnya pada Jumat. Pengawasan, kata Hengky, masih akan dilakukan setelah pertemuan para pihak, sehingga perbaikan yang dijanjikan dapat dipastikan berjalan.
Rencana dari pihak warung adalah menampung limbah terlebih dahulu di dalam tandon, lalu menggunakan jasa penyedot WC untuk mengosongkannya. Selain itu, pengelola menyatakan akan membangun sumur resapan. Hengky memastikan usaha tersebut tidak diperintahkan berhenti beroperasi; yang harus dibenahi ialah cara menangani buangan agar tidak kembali masuk ke saluran lingkungan.
Jika kesepakatan tidak dipenuhi, kepolisian akan berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk menindaklanjutinya. Pernyataan itu menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tidak hanya bergantung pada hasil mediasi, tetapi juga pada pelaksanaan perubahan sistem limbah. Kesepakatan tersebut memungkinkan warung tetap buka dengan kewajiban mencegah gangguan yang sama bagi warga sekitar.
Persoalan ini menjadi perhatian publik setelah video yang menunjukkan pekerja warung menuangkan cairan ke got di depan rumah warga beredar di internet. Rina (27), pemilik rumah yang terdampak, sebelumnya mengaku terganggu oleh bau menyengat yang kerap muncul pada malam hari. Ia menyebut gangguan itu telah terjadi selama bertahun-tahun dan beberapa kali menyampaikan teguran kepada pekerja warung.
Pada Rabu (4/11/2026), Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, unsur kecamatan, kepolisian, serta perangkat kelurahan mendatangi lokasi untuk memeriksa saluran dan mempertemukan warga dengan pihak warung. Kepala Bidang Pengawasan dan Pemberdayaan Lingkungan DLH Kota Semarang Wahyu Heryawan menjelaskan bahwa petugas menemukan limbah telah dipisahkan, tetapi cairan hasil pemilahan tetap berakhir di saluran warga. Pihak warung kemudian menyatakan bersedia memperbaiki penanganan limbah, termasuk menyediakan penampungan dan membuat sumur resapan sesuai arahan instansi terkait.


