Derby Jatim Berakhir Imbang: Arema FC Gagal Raih Poin Penuh di Kandang Madura United
Pertandingan sengit dalam lanjutan Super League 2025-2026 mempertemukan Madura United melawan Arema FC di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, pada Sabtu, 21 Februari 2026. Duel bertajuk Derby Jatim ini berakhir dengan skor imbang 2-2, memaksa kedua tim harus puas berbagi poin. Arema FC sempat memimpin di awal babak kedua, namun keunggulan tersebut harus sirna di menit-menit akhir pertandingan setelah Madura United berhasil menyamakan kedudukan.
Hasil imbang ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi skuat berjuluk Singo Edan. Kegagalan meraih tiga poin penuh di kandang lawan menjadi sorotan utama, bersama dengan evaluasi performa tim dan komentar dari pelatih kepala, Marcos Santos, mengenai jalannya pertandingan.
Kronologi Pertandingan: Drama Dua Gol Cepat dan Penyamaran di Akhir Laga
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan tempo permainan yang cepat dan terbuka. Sejumlah peluang tercipta di kedua kubu, menunjukkan ambisi untuk segera mencetak gol.
Babak Pertama:
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Arema FC sempat mendapatkan peluang pertamanya melalui sepakan keras Gabriel Silva pada menit ke-9, namun bola masih melebar dari gawang Madura United yang dijaga oleh Diky. Pertandingan berjalan sangat dinamis dengan jual beli serangan yang menciptakan banyak peluang.
Penjaga gawang Arema FC, Adi Satryo, harus bekerja keras menyelamatkan gawangnya dari ancaman serangan balik cepat Madura United. Ia tercatat melakukan dua penyelamatan gemilang pada menit ke-14 dan ke-17. Madura United juga kerap mengancam melalui skema bola mati, seperti sundulan Lulinha dari sepak pojok pada menit ke-21 yang masih belum menemui sasaran.
Arema FC tidak tinggal diam dan terus mencoba menekan pertahanan tuan rumah, terutama dari sektor kiri. Gabriel Silva menunjukkan performa apik dengan beberapa kali melakukan dribbling yang merepotkan pertahanan Madura United. Peluang emas kembali didapatkan Arema FC pada menit ke-37 melalui sundulan Joel Vinicius, namun Diky mampu mengantisipasi bola dengan baik.
Petaka bagi Arema FC datang di penghujung babak pertama. Pada menit ke-45+1, Junior Brandao berhasil membobol gawang Adi Satryo setelah menerima umpan terobosan dari Iran Junior. Skor 1-0 untuk keunggulan Madura United menutup jalannya babak pertama.
Babak Kedua:
Memasuki paruh kedua, Arema FC menunjukkan perubahan drastis. Dalam kurun waktu enam menit, Singo Edan berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol cepat. Gol pertama dicetak oleh Dalberto pada menit ke-47 melalui sepakan keras yang tak mampu dihalau Diky. Berselang empat menit kemudian, tepatnya pada menit ke-51, Joel Vinicius sukses menggetarkan jala gawang Madura United setelah menerima sontekan dari Dalberto dari sisi kanan pertahanan tuan rumah. Skor berbalik menjadi 1-2 untuk keunggulan Arema FC.
Tertinggal dua gol, Madura United meningkatkan intensitas serangan mereka. Masuknya Jordy Wehrmann memperkuat lini tengah tim tuan rumah. Beberapa kali kemelut terjadi di depan gawang Arema FC, dan Madura United kembali mengancam melalui eksekusi bola mati. Namun, pertahanan Arema FC masih kokoh menahan gempuran Lulinha dan kawan-kawan.
Arema FC yang kini lebih banyak mengandalkan serangan balik hampir saja menambah keunggulan pada menit ke-80. Eksekusi Joel Vinicius setelah menerima umpan silang dari Gustavo Franca masih melebar.
Namun, upaya tanpa henti Madura United akhirnya membuahkan hasil di menit-menit akhir. Pada menit ke-88, Jorge Mendonca berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui sundulan memanfaatkan umpan sepak pojok dari Jordy Wehrmann. Skor imbang ini bertahan hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan.
Evaluasi Pelatih dan Pemain Pasca Laga
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui bahwa pertandingan melawan Madura United berjalan sangat sulit dan penuh gengsi. Ia menyoroti intensitas permainan timnya yang dinilai masih kurang di babak pertama, namun meningkat signifikan di paruh kedua yang berhasil membalikkan keadaan.
“Di babak pertama intensitas kami kurang, tapi di babak kedua mulai naik dan kami bisa membalikkan keadaan,” ujar Santos. “Kami bukan senang karena akhirnya skor menjadi 2-2, tapi senang karena para pemain berjuang bersama di lapangan,” tambahnya, menunjukkan apresiasinya terhadap semangat juang tim.
Sementara itu, penyerang Arema FC, Joel Vinicius, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan tim pelatih di jeda pertandingan menjadi kunci kebangkitan Singo Edan di babak kedua.
“Babak pertama kami tertinggal, tapi setelah bicara dengan pelatih, kami langsung merespons di babak kedua,” kata Joel. “Senang bisa berjuang dan membalikkan keadaan, meski akhirnya hasilnya imbang,” tutupnya.
Hasil imbang ini menempatkan Arema FC dalam posisi yang harus terus berbenah untuk dapat meraih hasil maksimal di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Fokus pada peningkatan intensitas permainan di awal laga dan konsistensi hingga akhir pertandingan akan menjadi kunci bagi tim Singo Edan untuk dapat bersaing di papan atas Super League.



















