Mengenang Manisnya Ramadan Masa Kecil Melalui Serial Upin & Ipin
Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di bulan yang penuh berkah ini, semangat untuk beribadah dan berbuat kebaikan semakin membara, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan tak terlupakan. Di tengah kemeriahan Ramadan, serial kartun asal Malaysia, Upin & Ipin, senantiasa menghadirkan episode-episode spesial yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati. Melalui kisah-kisah mereka, kita diajak kembali bernostalgia tentang pengalaman pertama kali belajar berpuasa dan merasakan atmosfer Ramadan di masa kecil.
Berikut adalah delapan momen bulan puasa dalam serial Upin & Ipin yang pasti akan membangkitkan senyum dan rasa haru, mengingatkan kita pada kenangan manis di masa lalu:
1. Perjuangan Pertama Kali Belajar Puasa
Episode-episode seperti “Esok Puasa” dan “Dugaan” secara apik menggambarkan momen perdana Upin dan Ipin dalam menjalani ibadah puasa. Kebingungan awal mereka menghadapi larangan makan dan minum sepanjang hari, bahkan sempat menimbulkan kekhawatiran akan kematian, sangatlah natural. Namun, berkat bimbingan dan nasihat dari Opah, keduanya perlahan beradaptasi.
Pengalaman mereka saat berpuasa begitu dekat dengan realitas anak-anak. Mulai dari kebingungan mencari sarapan, rasa lelah, lapar, dan haus yang datang silih berganti, hingga menurunnya semangat bermain. Momen-momen awal puasa yang penuh drama ini justru menjadi kenangan manis yang tak terlupakan, mengingatkan kita pada perjuangan serupa yang pernah kita alami.
2. Tantangan Bangun Sahur

Masih dalam episode “Esok Puasa”, adegan saat Upin dan Ipin pertama kali harus bangun sahur menampilkan betapa sulitnya membangunkan anak kecil di pagi buta. Kak Ros pun dibuat kesal melihat keduanya yang masih setengah terpejam dan lemas di meja makan. Kelezatan aroma ayam goreng menjadi penyelamat yang berhasil mengusir kantuk dan membangkitkan selera makan mereka.
Momen sahur pertama ala Upin dan Ipin ini benar-benar membawa kita kembali ke masa kecil. Kerapuhan untuk bangun dini hari bukan hanya dirasakan orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang menikmati lelapnya tidur. Kenangan indah sahur bersama keluarga, duduk lesehan atau berkumpul di satu meja, terasa begitu berbeda dengan kondisi saat ini, di mana sebagian dari kita mungkin harus menjalani sahur sendirian di perantauan.
3. Kebingungan Melihat Orang Dewasa yang Tidak Berpuasa

Serial ini juga menampilkan momen ketika Upin dan Ipin dibuat bingung oleh figur orang dewasa yang tidak berpuasa, padahal merekalah yang sering mengingatkan tentang pentingnya ibadah ini. Dalam episode “Adat” musim kedua, Ipin memergoki Cikgu Jasmin makan ayam goreng di siang hari. Di episode lain, Kak Ros juga terlihat santai makan di depan mereka.
Sebagai anak kecil, situasi ini menimbulkan kontradiksi dan rasa penasaran. Penjelasan Kak Ros tentang “keistimewaan” perempuan tanpa detail, baru dipahami ketika beranjak remaja, bahwa menstruasi menjadi alasan dibolehkannya perempuan tidak berpuasa. Momen ini sangat relevan, karena mungkin kita juga pernah bertanya-tanya saat melihat kakak atau tante tidak berpuasa seperti yang lain.
4. Terkejutnya Teman yang Tidak Berpuasa Penuh

Meskipun dibiasakan berpuasa sejak kecil, Upin dan Ipin sempat terkejut melihat beberapa teman mereka di Tadika Mesra tidak berpuasa penuh. Mail enggan berpuasa karena sulit menahan godaan ayam goreng, Fizi hanya berpuasa setengah hari, sementara teman non-muslim seperti Mei Mei dan Jarjit tentu tidak memiliki kewajiban berpuasa.
Bahkan, saat Ehsan tidak berpuasa karena sakit, Upin dan Ipin sempat goyah imannya melihat Ehsan makan dengan asyik. Namun, mereka tetap memilih bertahan menjaga puasa, meskipun tidak selalu diawasi Opah dan Kak Ros. Momen ini sangat relevan, karena mungkin kita juga pernah merasa sedikit protes dalam hati melihat teman yang tidak berpuasa, lalu diam-diam berharap diberi keringanan yang sama.
5. Suasana Ngabuburit Mencari Takjil di Pasar

Kegiatan ngabuburit, mencari jajanan untuk berbuka puasa, adalah bagian tak terpisahkan dari Ramadan. Dalam episode “Tamak” musim kedua, Upin, Ipin, dan Kak Ros terlihat mengunjungi bazar Ramadan untuk membeli camilan dan lauk berbuka. Suasana pasar yang ramai dengan berbagai pilihan makanan memang sangat menggoda.
Pengalaman Upin dan Ipin ngabuburit sangat mirip dengan pengalaman kita di masa kecil, di mana mata seringkali lapar melihat deretan jajanan. Dorongan untuk mencoba semuanya, ditambah dengan rasa antusias menunggu azan magrib berkumandang, menciptakan momen yang sangat dinanti.
6. Mengaji di Bulan Ramadan

Meskipun sekolah diliburkan, kegiatan pesantren kilat dan mengaji di TPA tetap berjalan seperti biasa di bulan Ramadan. Serial Upin & Ipin menggambarkan anak-anak muslim yang pergi ke masjid di sore hari untuk mengaji, fokus belajar iqro, dan mendengarkan ajaran Islam serta kisah para Nabi dari ustaz.
Momen ini mengingatkan kita pada masa kecil, ketika pedagang jajanan di sekitar tempat pengajian menghilang, membuat area tersebut terasa lebih sepi. Namun, kegiatan mengaji tetap menyenangkan karena bisa bertemu teman, melanjutkan bacaan, dan mendengarkan cerita religi yang seringkali lebih membekas.
7. Momen Spesifik Salat Tarawih

Salat tarawih, ibadah khas Ramadan, juga kerap muncul dalam episode spesial Upin & Ipin. Upin dan Ipin diajak Kak Ros dan Opah untuk tarawih ke surau. Namun, layaknya anak-anak, godaan bermain bersama teman di luar masjid seringkali lebih menarik. Jika pun ikut salat, mereka biasanya hanya kuat beberapa rakaat sebelum gelisah dan kelelahan.
Suasana tarawih yang digambarkan sangat identik dengan kenyataan. Masjid mendadak lebih ramai, dipenuhi jamaah. Mengingat masa kecil, kita pun mungkin sama seperti Upin dan Ipin, merasa letih setelah beberapa rakaat, iseng melihat posisi jamaah lain, atau tergoda ajakan teman untuk segera menyelesaikan tarawih agar bisa bermain.
8. Serunya Bermain di Bulan Puasa

Bagi anak-anak, bulan puasa terasa hampir sama seperti hari biasa, dengan rutinitas bermain yang tetap dijalani, baik siang maupun malam. Energi memang sedikit berkurang, tetapi semangat untuk berkumpul dan bersenang-senang bersama teman sulit ditahan.
Di siang hari, permainan sederhana seperti kelereng atau tarik pelepah pisang menjadi pilihan. Malamnya, bermain di dekat area masjid, seperti lempar sandal, bermain petasan, atau permainan seru lainnya, seringkali dilakukan hingga ditegur orang dewasa atau dimarahi marbot masjid karena berisik.
Serial Upin & Ipin berhasil menggambarkan secara detail momen-momen awal anak kecil saat belajar berpuasa dan merasakan atmosfer Ramadan yang khas. Menonton ulang episode-episode Ramadan, terutama dari musim-musim lama, terasa seperti diajak kembali ke masa kecil, membangkitkan perasaan hangat dan nostalgia akan pengalaman belajar puasa, bangun sahur dengan mata setengah terpejam, hingga ikut tarawih bersama keluarga.
- Momen Ijat Berusaha Kabur di Upin & Ipin, Nyusahin Orang!
- 3 Bukti Pertemanan Upin & Ipin Bersifat Inklusif, Sadar Gak?



















