Iran Gempur Israel: Rudal Qadr, Khaibar, Fattah Menggila

Diposting pada

Iran Luncurkan Serangan Balasan Skala Besar ke Israel, Hizbullah Ikut Serbu

Teheran – Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran telah melancarkan gelombang serangan besar-besaran yang diberi nama sandi “Operasi Janji Sejati 4” sebagai respons terhadap Israel. Sejumlah rudal canggih, termasuk Qadr, Emad, Khaibar Shekan, dan Fattah, dikerahkan untuk menghantam berbagai sasaran strategis di wilayah Israel, serta lokasi-lokasi yang diduga menjadi markas pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Hubungan Masyarakat IRGC, sasaran serangan meliputi area di Tel Aviv, wilayah Yerusalem yang diduduki, kota Haifa, serta pangkalan udara AS yang dilaporkan berada di Pangkalan Udara Azraq dan Al Kharj. Operasi ini diklaim dilakukan secara terkoordinasi dengan berbagai “pasukan perlawanan Islam” yang beroperasi di kawasan tersebut, termasuk kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

Secara simultan dengan serangan IRGC, kelompok Hizbullah dilaporkan melancarkan setidaknya 100 rudal yang diarahkan ke wilayah utara Israel. Media-media Israel mengonfirmasi bahwa sirene peringatan meraung di berbagai permukiman di bagian utara, serta di wilayah tengah Israel, menyusul terdeteksinya dua gelombang rudal yang diluncurkan dari Iran.

Peringatan Baru dan Dampak Serangan

Laporan dari media Israel juga menyebutkan adanya peringatan baru di wilayah utara yang diduduki, terkait serangan drone yang diluncurkan dari Lebanon. Daerah-daerah seperti Dataran Tinggi Golan, Metulla, dan Misgav Am dilaporkan menjadi sasaran. Dampak langsung dari serangan ini dilaporkan terjadi ketika beberapa rudal dilaporkan menghantam wilayah pendudukan Israel.

Sirene juga terdengar di kota Haifa dan meluas ke seluruh wilayah Galilea, menyusul serangan roket yang dilancarkan oleh Hizbullah dari Lebanon. Angkatan Pertahanan Israel (IDF) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan bahwa Hizbullah kemungkinan akan meningkatkan intensitas serangan roket dan drone mereka terhadap Israel.

Insiden ini menandai eskalasi serangan Hizbullah terbesar terhadap Israel sejak ketegangan meningkat pada awal bulan ini. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau cedera akibat serangan tersebut.

Koordinasi Iran-Hizbullah dan Pernyataan Netanyahu

Saluran berita Channel 12 melaporkan bahwa Israel meyakini serangan rudal dan roket yang dilancarkan oleh Hizbullah dan Iran malam itu akan jauh lebih dahsyat dari biasanya. Laporan tersebut mengutip pembaruan yang disampaikan kepada para menteri kabinet, yang mengindikasikan adanya koordinasi yang erat antara Iran dan Hizbullah dalam melancarkan serangan ini.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pernyataannya kepada para menteri kabinet, menegaskan bahwa “kita belum mendekati akhir” dari perang yang sedang berlangsung. Ia menambahkan, “Masih banyak target lagi, namun kecepatannya sangat bagus dan kami lebih cepat dari jadwal. Saya tidak bisa memberikan perkiraan berapa lama waktu yang dibutuhkan.”

Ancaman Perang Regional dan Implikasi Geopolitik

Sumber keamanan dari Iran yang enggan disebutkan namanya menyatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan-serangan yang terus dilancarkan oleh AS terhadap Iran dapat memicu lahirnya konflik baru di kawasan tersebut dalam waktu dekat. Pejabat tersebut memperingatkan, “Perang regional akan segera memasuki fase baru.”

“Seperti yang kami katakan sejak awal, jika Amerika Serikat melakukan kesalahan seperti itu, situasinya akan menjadi jauh lebih rumit. Tak lama lagi, selat penting lainnya akan mengalami nasib yang sama seperti Selat Hormuz,” ujar sumber tersebut.

Meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai “selat utama” mana yang dimaksud, pejabat keamanan Iran tersebut menegaskan bahwa rencana keamanan dan pertahanan Iran dilakukan secara bertahap dan bertahap. “Kita masih memiliki banyak peluang untuk dimainkan,” tambahnya, menyiratkan potensi eskalasi lebih lanjut di masa depan.

Dampak dan Potensi Eskalasi

Serangan balasan ini menunjukkan kesiapan Iran dan sekutunya untuk merespons setiap tindakan agresi yang mereka anggap mengancam kedaulatan dan kepentingan mereka. Eskalasi yang terjadi juga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah, yang dapat menarik lebih banyak negara dan aktor non-negara ke dalam pusaran kekerasan.

Koordinasi antara Iran dan Hizbullah dalam melancarkan serangan gabungan ini menjadi bukti nyata dari aliansi strategis yang mereka miliki. Hal ini juga menyoroti kemampuan mereka untuk menyelaraskan operasi militer demi mencapai tujuan bersama.

Ancaman terhadap selat-selat penting di kawasan dapat memiliki implikasi ekonomi global yang signifikan, mengingat peran vitalnya dalam perdagangan energi dan jalur pelayaran internasional. Pernyataan dari pejabat keamanan Iran mengindikasikan bahwa Iran siap menggunakan berbagai opsi strategis untuk mempertahankan diri dan memproyeksikan kekuatannya di kawasan.

Situasi ini menuntut perhatian serius dari komunitas internasional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mencari solusi diplomatik demi meredakan ketegangan yang semakin meningkat di Timur Tengah.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan