Persebaya Terpuruk: Kekalahan Telak 1-5 dari Borneo FC Jadi Tamparan Keras, Bruno Moreira Serukan Bangkit
Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit setelah takluk 1-5 dari Borneo FC dalam pertandingan pekan ke-25 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam. Kekalahan telak ini menjadi pukulan keras bagi tim berjuluk Bajol Ijo, yang kini dituntut untuk segera bangkit dan mengevaluasi diri demi sisa kompetisi yang masih panjang.
Kapten tim, Bruno Moreira, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil yang tidak sesuai ekspektasi. “Tentu saja kami tidak menyangka akan kebobolan lima gol, dan hanya mencetak satu gol,” ujar pemain asal Brasil tersebut. Ia mengakui bahwa kekalahan ini dirasakan oleh seluruh elemen tim, namun menekankan bahwa mengeluh dan meratapi nasib bukanlah solusi. “Inilah sepak bola. Terkadang menang, terkadang kami kalah,” tambahnya dengan nada pasrah namun penuh harapan.
Kekalahan 1-5 dari Borneo FC ini tercatat sebagai kekalahan terbesar Persebaya di era kepelatihan Bernardo Tavares. Lima gol kemenangan Borneo FC disumbangkan oleh Juan Villa (menit 15, 59), Mariano Peralta (menit 62), Koldo Obieta (menit 68), dan Marcos Astina (menit 90+4). Sementara itu, gol hiburan Persebaya dicetak oleh Leo Lelis pada menit ke-72.
Evaluasi Mendalam dan Harapan untuk Laga Selanjutnya
Bruno Moreira menegaskan bahwa saat ini yang terpenting adalah melakukan analisis mendalam terhadap kesalahan yang terjadi selama pertandingan. “Yang bisa kami lakukan sekarang adalah menganalisis kesalahan kami selama pertandingan, dan mencoba memperbaikinya menjadi lebih baik di masa depan,” terang Bruno Moreira. Ia yakin dengan evaluasi yang tepat, tim dapat menemukan solusi dan kembali menampilkan performa terbaiknya.
Menyisakan sembilan pertandingan di sisa kompetisi, Bruno Moreira mengajak rekan-rekannya untuk tidak larut dalam kekecewaan. Ia berharap tim Bajol Ijo dapat memanfaatkan jeda kompetisi yang cukup panjang menyambut laga selanjutnya. Kompetisi akan libur sejenak untuk agenda FIFA Matchday dan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Persebaya baru akan kembali bertanding pada 4 April 2026, menjamu Persita Tangerang di Stadion GBT, Surabaya.
“Kami akan coba memperbaikinya untuk pertandingan selanjutnya dan mencoba untuk menjadi lebih baik, itulah yang harus kami lakukan sebagai sebuah tim,” pungkas Bruno Moreira, optimis bahwa timnya mampu bangkit dan memberikan perlawanan sengit di laga-laga mendatang.
Respons Suporter dan Legenda: Semangat di Tengah Kekecewaan
Kekalahan telak ini sontak memicu beragam reaksi dari para suporter Persebaya, Bonek. Melalui media sosial, banyak yang mengungkapkan kekecewaan namun tetap memberikan dukungan moral.
- Akun ichallutm menuliskan komentar bernada sindiran namun tetap berharap, “Keinget kata kata papan atas butuh penghijauan.”
- Akun nannzz1_ memberikan semangat, “Tetap semangat ya untuk Bonek dan Persebaya, salam dari Pusamania kitasodara.”
- Akun ridian1493 menyatakan kesedihannya, “Sedih aku rek, temen loro rasane klub kebanggaan ku dihajar habis. Lebih miris lagi dijadikan bahan lelucon di media sosial. Lekas membaik, Persebaya ku juara itu pasti akan datang.”
- Akun m.naufalazfa_ menyikapi dengan sedikit humor, “Kalah akeh ngene iki sek iso dadi konten yo.”
Tak hanya dari kalangan suporter, legenda Persebaya yang kini aktif sebagai pelatih, Jacksen F. Tiago, juga turut memberikan pesan semangat kepada tim.
“Ayo Bajol Ijol,
I know you guys can do better, next time.
Last night was our lucky day.
We deserve to celebrate our birthday.
Keep the hard work and the “Green Force spirit” @officialpersebaya
Salam satu nyali,
Kota kecintaanku…”
Pesan dari Jacksen F. Tiago menunjukkan bahwa meskipun ada kekecewaan mendalam atas performa tim, semangat juang dan identitas Persebaya tetap dijunjung tinggi. Komentar-komentar tersebut mencerminkan harapan besar agar Persebaya segera bangkit dari keterpurukan ini.
Analisis Pelatih dan Posisi Klasemen Terbaru
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa timnya kalah dalam hal kualitas permainan pada pertandingan tersebut. “Hari ini, Borneo menunjukkan permainan tanpa bola yang baik. Mencoba untuk agresif, intens, memenangkan duel, memberikan banyak umpan dan solusi kepada para pemain,” ujarnya seusai laga, mengapresiasi performa lawan.
Tavares juga mengakui bahwa timnya telah melakukan persiapan dan antisipasi berdasarkan analisis video pertandingan Borneo FC, namun hasil di lapangan tidak sesuai harapan. “Kami melihat video pertandingan mereka. Kami coba untuk berlatih, tetapi hari ini sayangnya kami tidak dapat memberikan yang terbaik,” ucapnya. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi atas usaha para pemainnya. “Saya mengucapkan terima kasih atas sikap para pemain. Mereka mencoba untuk melakukan yang terbaik, tetapi hari ini Borneo jauh lebih baik dari kami,” pungkasnya.
Kekalahan ini berdampak pada posisi Persebaya di klasemen sementara Super League. Borneo FC dengan kemenangan ini berhasil mengumpulkan 53 poin dari 24 laga, membuntuti ketat Persib Bandung di puncak klasemen yang memiliki 54 poin. Persija Jakarta menempati posisi ketiga dengan 51 poin, disusul Malut United di posisi keempat dengan 45 poin.
Sementara itu, kemenangan Persita Tangerang atas Madura United dengan skor 4-1 membuat mereka naik ke posisi kelima dengan 41 poin. Akibat kekalahan dari Borneo FC, Persebaya Surabaya harus turun ke posisi keenam dengan 39 poin, tertinggal dua poin dari Persita Tangerang. Laga kandang melawan Persita Tangerang pada 4 April 2026 mendatang akan menjadi pertandingan krusial bagi Persebaya untuk kembali merangsek ke jajaran lima besar klasemen.

















