No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Emas 2025: Lonjakan ke US$6.250?

Luna by Luna
21 Maret 2026 - 01:49
in Ekonomi
0

Proyeksi Menggiurkan: Emas Berpotensi Meroket 35% dalam Setahun ke Depan

Meskipun sempat mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir, harga emas global menunjukkan potensi penguatan yang signifikan. Analis memprediksi logam mulia ini bisa meroket hingga 35% dalam satu tahun ke depan, dengan kisaran harga mencapai US$5.500 hingga US$6.250 per ons. Pergerakan ini, meski kontraintuitif melihat koreksi terkini, didasari oleh sejumlah faktor fundamental yang kuat, mulai dari ketegangan geopolitik hingga dinamika makroekonomi global.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas global memang terlihat mengalami pelemahan. Data perdagangan menunjukkan harga emas spot sempat menyentuh kisaran US$4.853 per ons, sementara emas Comex berada di level US$4.861 per ons. Koreksi awal tahun ini bahkan sempat membuat harga melemah hampir 3% ke sekitar US$4.880 per ons pada perdagangan Rabu (18/3/2026) pagi. Penurunan ini terjadi di tengah gejolak yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang secara umum diharapkan akan mendorong harga emas naik.

Namun, para analis dari State Street berpendapat bahwa tren pelemahan ini bersifat sementara. Mereka memproyeksikan harga emas masih berpeluang untuk menguji level US$5.500 hingga US$5.600 per ons dalam waktu dekat. Peluang ini akan semakin besar jika tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, kembali meningkat.

Faktor Pendukung Emas Sebagai Aset Lindung Nilai

Secara fundamental, emas tetap menjadi pilihan utama sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian global. Faktor-faktor geopolitik dan kondisi makroekonomi global secara keseluruhan masih sangat mendukung pergerakan harga emas untuk menguat. Peluang sekitar 35% harga emas akan bergerak di kisaran US$5.500 hingga US$6.250 per ons dalam satu tahun ke depan semakin menguatkan pandangan ini.

Baca Juga  Harga Buyback Emas Antam Hari Ini, 16 Februari 2026

Meskipun demikian, realitas pergerakan harga emas sejak konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menunjukkan dinamika yang tidak sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi awal. Harga emas tercatat mengalami penurunan sekitar 7% sejak konflik tersebut dimulai. Beberapa faktor yang mempengaruhi pelemahan ini antara lain:

  • Penguatan Dolar AS: Sebagai aset lindung nilai alternatif, dolar AS cenderung menguat di saat ketidakpastian global, yang secara historis menekan harga emas.
  • Ketidakpastian Arah Suku Bunga: Kebijakan suku bunga yang belum pasti dari bank sentral utama dunia juga menambah keraguan bagi investor.
  • Berkurangnya Minat Beli Pasca Reli: Setelah mengalami reli signifikan pada tahun sebelumnya, sebagian investor mungkin memilih untuk mengambil keuntungan, mengurangi minat beli jangka pendek.

Dolar AS Melemah, Emas Berkilau Kembali

Ke depan, pelemahan dolar AS diperkirakan akan kembali menjadi katalis positif yang kuat bagi harga emas. Setelah mencatat penurunan lebih dari 9% pada tahun lalu, yang merupakan kinerja terburuk sejak 2017, dolar AS sempat menunjukkan penguatan akibat memanasnya konflik geopolitik.

Namun, konsensus pelaku pasar memproyeksikan mata uang Paman Sam ini akan kembali melemah sekitar 3% pada tahun ini. Proyeksi pelemahan dolar AS ini menjadi angin segar bagi para investor emas.

Selain itu, prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) juga menjadi faktor pendukung utama lainnya.

  • Dampak Penurunan Suku Bunga:
    • Penurunan suku bunga akan menekan imbal hasil obligasi, yang merupakan aset pesaing emas.
    • Hal ini juga akan menurunkan opportunity cost kepemilikan emas, yaitu biaya peluang yang hilang akibat menahan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.
    • Akibatnya, permintaan terhadap logam mulia ini berpotensi meningkat secara signifikan.
Baca Juga  Daftar Orang Terkaya Dunia 2025: Elon Musk Capai Rp8.040 Triliun

State Street juga menambahkan bahwa ketika arah kebijakan suku bunga semakin jelas dan mulai memasuki fase penurunan, pasar berpotensi memasuki siklus penguatan baru untuk emas. Peningkatan permintaan terhadap dana berbasis emas (seperti ETF emas) akan memperketat pasokan yang tersedia, sehingga mendorong harga emas lebih tinggi lagi.

Aliran Dana dan Persepsi Investor

Dari sisi aliran dana, minat investor terhadap emas masih menunjukkan kekuatan yang cukup besar. ETF emas yang terdaftar di Amerika Serikat mencatat arus masuk dana sebesar US$10,5 miliar sepanjang dua bulan pertama tahun 2026. Angka ini meningkat 67% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menandakan kepercayaan investor yang terus tumbuh.

Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa porsi emas dalam total aset ETF dan reksa dana global masih relatif kecil, yaitu di bawah 1%. Hal ini mengindikasikan bahwa emas belum sepenuhnya menjadi pilihan utama dalam portofolio investor global, yang menyisakan ruang besar untuk pertumbuhan di masa depan.

Pandangan yang sedikit berbeda muncul dari survei yang dilakukan oleh Bank of America. Sekitar 35% manajer investasi menilai posisi beli emas sebagai perdagangan yang paling ramai di pasar saat ini. Ini menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar yang sudah mengambil posisi menguntungkan pada emas.

Di sisi lain, sebanyak 38% responden survei tersebut menganggap harga emas sudah terlalu tinggi. Persepsi ini turut menjelaskan mengapa pergerakan harga emas cenderung terbatas dalam beberapa waktu terakhir, di mana pasar sedang mencerna valuasi terkini sebelum mengambil arah selanjutnya.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas
Bisnis

Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas

18 April 2026 - 20:57
BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu
Bisnis

BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu

18 April 2026 - 20:21
Papipul, Pengusaha Muda yang Viral dan Menarik Perhatian
Bisnis

Papipul, Pengusaha Muda yang Viral dan Menarik Perhatian

18 April 2026 - 17:37
Bahlil: Harga Pertama Segera Naik
Bisnis

Bahlil: Harga Pertama Segera Naik

18 April 2026 - 17:18
Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% di Tahun 2025, Aset Tembus Rp3,27 Triliun
Bisnis

Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% di Tahun 2025, Aset Tembus Rp3,27 Triliun

18 April 2026 - 12:09
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

20 April 2026 - 03:04
Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

20 April 2026 - 02:19
Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

20 April 2026 - 01:01
IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

19 April 2026 - 20:42
Pacu Waktu, Pansus DPRD Batam Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Meski di Hari Libur

Pacu Waktu, Pansus DPRD Batam Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Meski di Hari Libur

19 April 2026 - 16:01

Pilihan Redaksi

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

20 April 2026 - 03:04
Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

20 April 2026 - 02:19
Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

20 April 2026 - 01:01
IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

19 April 2026 - 20:42
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.