Masa tenang untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tahun 2024 ternyata masih banyak baliho atau spanduk yang bertebaran dan terpasang di sepanjang jalan Kota Batam.
Masa tenang sebenarnya sudah di mulai dari hari Minggu tepatnya tanggal 24 November 2024. Namun sampai dengan hari ini, Senin (25 November 2024) masih terlihat sejumlah alat peraga dan alat kampanye Seperi baliho dan spanduk masih terpasang rapi di sepanjang jalan Kota Batam.
Atas pantauan Media BatamPena.com terhadap masih banyaknya baliho dan spanduk pasangan calon (Paslon) dalam Pilkada tahun 2024 maka dilakukan konfirmasi kepada pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam.
Ketua Divisi Perencanaan, Divisi dan Informasi atas nama Adri Wislawawan mengatakan bahwa KPU telah menetapkan bahwa kemarin (24 November 2024) mulainya hari tenang sampai dengan hari Selasa (26 November 2024).
“Karena ditetapkan hari tenang maka semua alat peraga dan alat kampanye yang dipasang oleh KPU maka diturunkan KPU. Kalau alat peraga yang dipasang oleh paslon maka yang harus bertanggungjawab adalah paslon tersebut. Kalau paslon tidak menurunkan maka akan diturunkan oleh KPU dan Bawaslu. Jika diturunkan oleh KPU dan Bawaslu maka tidak akan dikembalikan kepada paslon,” kata Adri Wislawawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Adri Wislawawan menyebutkan bahwa pihak KPU Kota Batam sudah berkoordinasi dengan pihak Bawaslu Kota Batam pada tanggal 20 November 2024 silam guna menurunkan alat peraga yang masih terpasang di sepanjang jalan yang ada di Kota Batam.
Adri Wislawawan juga menambahkan bahwa pihak KPU Kota Batam melakukan rapat koordinasi untuk menurunkan alat peraga yang masih terpasang di Kota Batam pada hari Minggu (24 November 2024).
“Kemarin kita sudah lakukan rapat koordinasi dengan Bawaslu untuk menurunkan alat peraga yang masih terpasang di sepanjang jalan Kota Batam,” ucap Adri Wislawawan.
Adri Wislawawan juga menyebutkan bahwa belum semua baliho dan spanduk yang sudah diturunkan karena keterbatasan tenaga, alat.
“Belum semua alat peraga yang bisa kita turunkan karena tinggi-tinggi jadi harus pakai alat crane. Kita keterbatasan alat dan tenaga untuk menurunkan spanduk dan baliho paslon. Paling lama besok sudah semua kita turunkan,” ujar Adri Wislawawan.
Penulis: JP

