Lansia Pikun Ditemukan Selamat di Pinggir Jalan Saat Rumahnya Ludes Terbakar di Purbalingga
Purbalingga – Sebuah insiden kebakaran yang tak biasa terjadi di Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, pada Jumat pagi, 27 Maret 2026. Seorang lansia berusia 80 tahun, Kriyowigeno, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di pinggir jalan, sementara kediamannya sendiri ludes dilalap api. Ironisnya, sang pemilik rumah yang tinggal seorang diri tersebut sama sekali tidak menyadari peristiwa mengerikan yang tengah melanda tempat tinggalnya, lantaran kondisinya yang sudah pikun.
Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi oleh Triyatmi (54), anak dari Kriyowigeno, sekitar pukul 07.15 WIB. Saksi mata tersebut melihat kepulan asap hitam pekat yang keluar dari bagian atap rumah orang tuanya.
“Saat didekati, api sudah membesar dan membakar bagian dalam rumah,” ujar Kompol Muslimun, Kapolsek Bojongsari, menjelaskan kronologi kejadian. Triyatmi segera berteriak meminta pertolongan, yang kemudian menarik perhatian warga sekitar. Seketika, warga berdatangan ke lokasi dengan membawa peralatan seadanya untuk berusaha memadamkan api.
Upaya pemadaman api menjadi fokus utama warga yang datang. Namun, di tengah kepanikan, perhatian mereka juga tertuju pada keberadaan Kriyowigeno, pemilik rumah yang diketahui tinggal seorang diri. Pencarian pun dilakukan di sekitar lokasi kebakaran.
Penemuan yang Mengejutkan: Lansia Duduk Santai di Pinggir Jalan
Di tengah upaya pemadaman dan pencarian, warga dikejutkan dengan penemuan Kriyowigeno. Lansia tersebut ditemukan dalam posisi duduk santai di pinggir jalan, tak jauh dari rumahnya yang tengah terbakar. Pemandangan yang lebih mencengangkan adalah Kriyowigeno terlihat sedang asyik merokok, seolah tidak menyadari kobaran api yang melahap habis tempat tinggalnya.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pemilik rumah ditemukan di pinggir jalan sedang merokok. Kondisinya sudah pikun sehingga tidak menyadari rumahnya terbakar,” ungkap Kapolsek Bojongsari kepada awak media. Kondisi pikun yang dialami Kriyowigeno menjadi faktor utama mengapa ia tidak menyadari bahaya yang mengancam.
Pemadaman Api dan Dugaan Penyebab Kebakaran
Api yang terus membesar akhirnya berhasil dijinakkan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran bekerja keras bersama warga untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak merambat ke bangunan lain.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara oleh pihak kepolisian, diduga kuat bahwa penyebab kebakaran adalah puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh korban sendiri. Kebiasaan merokok yang dilakukan oleh Kriyowigeno, ditambah dengan kondisi rumah yang mungkin mudah terbakar dan faktor usia yang menyebabkan kelalaian, diperkirakan menjadi pemicu utama tragedi ini.
Kerugian Material dan Imbauan Keamanan
Akibat kebakaran tersebut, rumah Kriyowigeno mengalami kerusakan yang cukup parah. Seluruh bangunan dilaporkan hangus terbakar, menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp50 juta. Kerugian ini mencakup struktur bangunan, perabotan rumah tangga, serta barang-barang berharga lainnya yang tidak sempat diselamatkan.
Menanggapi insiden ini, Kapolsek Bojongsari menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat. Ia menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama bagi para lansia yang tinggal sendirian.
“Perlu adanya pengawasan dari pihak keluarga, agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya. Kompol Muslimun menambahkan bahwa peran serta keluarga sangat krusial dalam memastikan keamanan para lansia, terutama mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau mental. Dengan pengawasan yang lebih baik, diharapkan kejadian yang merugikan seperti ini dapat dicegah di masa mendatang.
Pihak kepolisian juga menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan api, seperti kompor dan rokok, serta memastikan tidak ada sumber api yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Kesadaran akan bahaya kebakaran dan tindakan pencegahan yang tepat dapat menyelamatkan harta benda dan bahkan nyawa.




















