Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki Meningkat, Status Waspada Diberlakukan
Flores Timur, Nusa Tenggara Timur – Gunung Api Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan peningkatan aktivitas seismik dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan laporan resmi, gunung dengan ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut ini kini berstatus Level II atau Waspada. Peningkatan aktivitas ini memicu kekhawatiran sekaligus imbauan agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Gunung Lewotobi Laki-laki, dengan posisi geografis pada garis lintang -8.5389° LU dan garis bujur 122.7682° BT, telah menjadi perhatian para ahli vulkanologi. Laporan terbaru mencatat adanya sejumlah aktivitas kegempaan yang signifikan, menandakan adanya pergerakan magma di dalam perut gunung.
Rincian Aktivitas Kegempaan 24 Jam Terakhir
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, M. Nurjansyah Dwi Laksona, melaporkan secara rinci aktivitas gunung dari Minggu, 29 Maret 2026, pukul 00.00 hingga 24.00 WITA. Data kegempaan yang tercatat meliputi:
- Tremor Non-Harmonik: Sebanyak 8 kali kejadian dengan amplitudo berkisar antara 2.9 hingga 7.4 mm. Durasi gempa ini berlangsung antara 82 hingga 98 detik. Tremor non-harmonik seringkali menjadi indikasi adanya pergerakan fluida atau magma di dalam saluran vulkanik.
- Gempa Low Frequency: Terjadi 2 kali gempa dengan amplitudo 4.4 mm dan durasi 29 detik. Gempa jenis ini juga dapat mengindikasikan adanya aktivitas fluida di dalam gunung.
- Gempa Vulkanik Dalam: Tercatat 5 kali kejadian dengan amplitudo antara 2.2 hingga 5.9 mm. Jarak S-P (jarak antara gelombang primer dan sekunder) berkisar antara 1.1 hingga 1.6 detik, dengan durasi gempa antara 11 hingga 21 detik. Gempa vulkanik dalam seringkali terjadi lebih dalam di bawah permukaan dan dapat menjadi pertanda awal dari erupsi.
- Gempa Tektonik Lokal: Satu kali kejadian gempa tektonik lokal tercatat dengan amplitudo 7.4 mm. Jarak S-P mencapai 7.3 detik dan durasi gempa selama 34 detik. Gempa tektonik lokal biasanya berkaitan dengan patahan atau pergeseran di kerak bumi di sekitar gunung berapi.
- Gempa Tektonik Jauh: Sebanyak 8 kali gempa tektonik jauh dilaporkan dengan amplitudo yang bervariasi antara 2.9 hingga 47.3 mm. Jarak S-P gempa ini berkisar antara 13.5 hingga 160 detik, dan durasi gempa antara 47 hingga 513 detik. Gempa tektonik jauh berasal dari sumber yang lebih jauh dari gunung berapi.
Pengamatan Visual dan Klimatologi
Selain data kegempaan, pengamatan visual terhadap Gunung Lewotobi Laki-laki juga dilakukan. Kondisi gunung dilaporkan terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, membubung setinggi 50 hingga 100 meter dari puncak.
Cuaca di sekitar gunung bervariasi antara cerah hingga hujan, dengan angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur. Suhu udara tercatat berada di kisaran 22.4 hingga 30 derajat Celsius, dengan intensitas curah hujan sekitar 6 mm per hari. Data klimatologi ini penting untuk memantau potensi dampak dari aktivitas vulkanik, seperti hujan abu dan lahar hujan.
Rekomendasi Keselamatan dan Mitigasi Bencana
Menyikapi peningkatan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting demi keselamatan masyarakat. Saat ini, status aktivitas gunung telah dinaikkan menjadi Level II atau Waspada.
Beberapa rekomendasi utama yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah:
- Pembatasan Radius Aktivitas: Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, serta para pengunjung dan wisatawan, diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi gunung. Radius ini dianggap sebagai zona aman yang perlu dihindari untuk mencegah potensi bahaya langsung dari aktivitas vulkanik.
- Tetap Tenang dan Ikuti Arahan: Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik. Sangat penting untuk selalu mengikuti arahan dan informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Hindari menyebarkan atau mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya, yang dapat menimbulkan keresahan yang tidak perlu.
- Waspada Potensi Lahar Hujan: Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, perlu diwaspadai potensi terjadinya banjir lahar hujan. Fenomena ini bisa terjadi terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Daerah yang perlu diwaspadai antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
- Penggunaan Masker saat Hujan Abu: Jika terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat yang terdampak diimbau untuk segera menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Hal ini bertujuan untuk melindungi sistem pernapasan dari paparan abu vulkanik yang dapat berbahaya bagi kesehatan.
- Koordinasi Pemerintah Daerah: Pemerintah daerah diinstruksikan untuk senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Koordinasi juga perlu dilakukan dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat.
- Koordinasi PVMBG: PVMBG akan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur dan satuan penanganan bencana setempat. Tujuannya adalah untuk memastikan penyampaian informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berjalan lancar dan efektif.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau memiliki pertanyaan terkait kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki, dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki atau langsung ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, di nomor telepon 022-7272606.




