Bursa Pelatih Timnas Italia Kini Berada di Tangan Empat Nama Top
Bursa calon pelatih baru timnas Italia kini mengerucut ke empat nama arsitek top yang berkarier di liga lokal hingga Timur Tengah. Mundurnya Gennaro Gattuso pasca-kegagalan timnas Italia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat (3/4/2026), menyediakan lubang besar di kursi pelatih yang harus segera ditutupi.

Gli Azzurri kudu tetap melanjutkan roda kehidupan selepas tragedi kekalahan di final play-off melawan Bosnia-Herzegovina. Mereka sudah ditunggu agenda kalender internasional pada 7 Juni 2026 dengan menghadapi Yunani. Untuk partai persahabatan di kandang lawan tersebut, Italia belum memiliki pelatih permanen yang baru.
Nakhoda tetap akan dikukuhkan setelah pemilihan presiden baru Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) digelar pada 22 Juni. Kendali kepelatihan sementara nantinya bakal dipegang Silvio Baldini, pelatih timnas U-21 Italia saat ini. Transisinya mirip peran Luigi Di Biagio ketika mengambil alih jabatan interim pasca-kegagalan tim senior lolos ke Piala Dunia 2018.
Dipromosikan sejenak dari tim U-21, Di Biagio mengisi celah sepeninggal kepergian Giampiero Ventura, lalu menyerahkan kursi kepada pelatih tetap berikutnya, Roberto Mancini. Adapun kandidat suksesor Gennaro Gattuso yang beredar sekarang mencakup empat nama terdepan.
Empat Nama Kandidat Teratas
Dua di antaranya memiliki rekam jejak menukangi Gli Azzurri, yakni Antonio Conte dan Mancini. Sementara itu, dua kandidat lainnya ialah Massimiliano Allegri dan Simone Inzaghi. Benang merah dari keempat pelatih top tersebut ialah sama-sama masih memiliki kontrak dengan klub masing-masing.
Allegri (AC Milan) dan Conte (Napoli) sedang sengit-sengitnya bersaing mengejar Inter Milan di puncak klasemen Liga Italia musim ini. Mereka sama-sama terikat perjanjian kerja di klub hingga 2027. Jika ingin merekrut Allegri atau Conte, ada kompensasi yang mesti dikeluarkan.
Adapun Inzaghi (Al Hilal, Arab Saudi) dan Mancini (Al Sadd, Qatar) sedang menjalani petualangan di Timur Tengah. Meski demikian, mereka tetap menjadi kandidat kuat untuk posisi pelatih timnas Italia.
Plus Minus Kandidat
Nama yang disebut pertama muncul belakangan sebagai kandidat potensial dan tinggal memiliki sisa kontrak setahun di Al Hilal. Akan tetapi, Inzaghi harus melakukan pengorbanan finansial jika pulang ke Coverciano. Bekas arsitek Inter Milan tersebut kudu merelakan gaji raksasa 25 juta euro semusim di Al Hilal yang menjadikannya salah satu pelatih termahal di dunia.
Masing-masing kandidat memiliki plus-minus di mata khalayak. Walau kandas di perempat final Euro 2016, Conte dianggap meletakkan fondasi kedisiplinan di timnas Italia. Allegri dan Inzaghi belum mempunyai riwayat melatih sebuah tim nasional, tetapi sudah teruji dalam persaingan meraih trofi di level klub.
Sementara itu, Mancini memiliki riwayat paling kaya di antara para pesaingnya tadi. Dia juga menjadi pelatih pemberi gelar terakhir bagi Gli Azzurri di Piala Eropa 2020. Hanya, kepahitan akibat disingkirkan Masedonia Utara di play-off Piala Dunia 2022 masih dirasakan sejumlah pihak yang tak mau kekacauan serupa terulang jika Mancini kembali.
“Saya merasa kasihan pada Roberto, sungguh,” ucap legenda Italia dan AC Milan, Gianni Rivera. “Tapi ketika dia kabur ke Arab Saudi, dia telah mengambil keputusannya sendiri dan membuat semua orang tidak lagi menginginkannya sebagai pelatih.”
“Sayangnya, hal inilah yang masih belum dia pahami. Dia memang sudah menyatakan diri siap kembali, tapi dia adalah salah satu yang pertama kali menyebabkan kekacauan di tim nasional.”
“Saya harap dia tidak kembali ke kursi pelatih tim nasional kami,” kata peraih Ballon d’Or 1969 tersebut, dikutip dari Corriere dello Sport.
Nama-Nama Lain yang Masuk Bursa
Di luar empat kandidat teratas tadi, di bursa beredar pula nama-nama seperti Gian Piero Gasperini (Roma) sampai dua pelatih asing kelas kakap, Pep Guardiola (Man City) dan Jose Mourinho (Benfica). Namun, pakar transfer Fabrizio Romano condong menyoroti sosok Antonio Conte sebagai kandidat yang lebih mungkin dipepet Gli Azzurri setelah berpengalaman memimpin tim pada 2014-2016.
“Conte memiliki banyak pendukung di internal FIGC.”
“Hingga akhir musim ini, kita harus melihat langkah apa yang akan diambil (Presiden Napoli, Aurelio) De Laurentiis jika federasi ingin melanjutkan rencana dengan menunjuk Conte,” jelas Romano dalam saluran Youtube-nya.



















