Warga Kota Bandung Antre di Kantor Pos untuk Verifikasi BLTS Kesra 2025
Puluhan warga penerima bantuan langsung tunai sementara (BLTS) Kesejaateraan Masyarakat (Kesra) 2025 dari berbagai kecamatan di Kota Bandung memadati Kantor Pos, Jalan Asia Afrika, pada Jumat (28/11/2025). Mereka datang dengan membawa berbagai dokumen yang diperlukan, seperti fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), untuk proses verifikasi data.
Proses pencairan bantuan ini terlihat rapi dan terorganisir. Setiap calon penerima yang datang langsung diarahkan oleh petugas untuk mengambil antrian. Setelah itu, mereka duduk menunggu hingga dipanggil untuk proses verifikasi. Tak lama kemudian, mereka dipersilakan menuju loket pencairan. Rata-rata, setiap penerima hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari awal kedatangan hingga pencairan uang.
Di tengah proses tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf hadir bersama Plt Direktur Utama PT Pos, Haris. Keduanya menyaksikan langsung bagaimana bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat. Gus Ipul, sapaan akrab Menteri Sosial, sempat berdialog dengan beberapa penerima bantuan. Ia bertanya tentang pengalaman mereka dalam mengikuti proses pencairan hari itu.
“Antrenya lama tidak pak, nanti uangnya mau digunakan untuk apa,” tanya Gus Ipul kepada salah satu penerima.
Suprapto (61), salah satu penerima bantuan asal Cigereling, Kecamatan Regol, Kota Bandung, menjawab bahwa prosesnya berjalan lancar. Ia mengaku baru pertama kali menerima bantuan dari pemerintah. Menurutnya, proses pencairan berlangsung cepat dan mudah.
“Kalau prosesnya sebenarnya cepat, cuma kan tadi Pak Menteri. (prosesnya) cuma verifikasi terus langsung terima,” katanya.
Uang bantuan senilai Rp 900 ribu tersebut rencananya akan digunakan Suprapto untuk tambahan modal usaha jualan baksi di rumahnya. Ia mengatakan bahwa bantuan ini sangat membantu dalam meningkatkan pendapatannya.
Menurut Gus Ipul, para penerima bantuan ini telah memenuhi kriteria yang ditentukan. Namun, pihaknya akan terus melakukan verifikasi data agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Saya senang, karena saya bertemu sama penerima manfaat yang sepertinya telah memenuhi kriteria, jadi ini yang kita harus bersyukur,” ujar Gus Ipul.
Per hari ini, kata dia, pihaknya akan mengirim data penerima manfaat yang telah terverifikasi sebanyak 1,3 juta ke Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan demikian, secara keseluruhan, Insya Allah sudah lebih dari 30 juta data penerima manfaat, baik reguler maupun yang baru, telah terverifikasi dan siap untuk disalurkan secara bertahap.
Pola Penyaluran Bantuan BLTS Kesra 2025
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, menambahkan bahwa proses penyaluran bantuan ini sudah dilakukan sejak 14 Oktober 2025 dengan menggunakan tiga pola. Pertama, bantuan dibayarkan langsung di kantor pos. Kedua, pembayaran dilakukan melalui komunitas di lokasi-lokasi yang sudah disepakati untuk daerah-daerah yang penerimanya dalam jumlah banyak.
“Kami berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menyalurkan lewat lokasi-lokasi tertentu, misalnya di kantor desa, kantor kecamatan dan sebagainya,” ujar Haris.
Pola ketiga, kata Haris, adalah penyaluran bantuan langsung ke penerima lansia dan orang tua yang sedang sakit. “Jadi kita salurkan dengan tiga pola itu. Alhamdulillah dengan posisi saat ini, dari 12 juta penerima manfaat yang disalurkan lewat Pos Indonesia, posisi tadi pagi jam 7 sudah kita salurkan di 58 persen, atau 7,2 juta penerima jadi saat ini tersisa sekitar 5 juta lagi, Insya Allah dalam tiga hari ke depan bisa menuntaskan tugas ini,” katanya.



















