Informasi Terkini Gempa Bumi di Wilayah Maluku Utara
Pada hari Selasa, 28 April 2026, wilayah Maluku Utara kembali mengalami gempa bumi. Gempa tersebut berpusat di laut wilayah Halmahera Barat dan terjadi pada pukul 12.03 WIT. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini memiliki kekuatan magnitudo 3,3.
Gempa bumi tersebut berada pada kedalaman sekitar 20 kilometer. Pusat gempa terletak di titik koordinat 1.55 lintang utara dan 127.06 bujur timur. Lokasi pusat gempa berada sejauh 63 km barat laut Halmahera Barat, Maluku Utara.
BMKG, sebagai lembaga pemerintah non-kementerian (LPNK) Indonesia, bertugas dalam bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Dalam rilis informasinya, BMKG menyampaikan bahwa data yang diberikan bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data lebih lanjut.
Berikut adalah rincian informasi yang diberikan oleh BMKG:
“Gempa Mag:3.3, 28-Apr-2026 10:03:13WIB, Lok:1.55LU, 127.06BT (63 km BaratLaut HALMAHERABARAT-MALUT), Kedlmn:20 Km.
Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
Tindakan yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi
Menghadapi gempa bumi, penting untuk mengetahui tindakan yang tepat agar dapat melindungi diri sendiri dan orang lain. Berikut adalah panduan lengkap untuk situasi berbeda:
Jika Anda Berada di Dalam Bangunan
Lindungi kepala dan tubuh dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja atau tempat yang aman. Jika memungkinkan, segera keluar dari bangunan setelah gempa reda.Jika Berada di Luar Bangunan atau Area Terbuka
Hindari bangunan-bangunan di sekitar seperti gedung, tiang listrik, atau pohon. Perhatikan tanah di bawah kaki untuk menghindari rekahan atau pergeseran tanah.Jika Anda Sedang Mengendarai Mobil
Keluar dari kendaraan dan menjauh dari mobil. Hindari area yang mungkin mengalami pergeseran atau kebakaran akibat gempa.Jika Anda Tinggal atau Berada di Pantai
Segera jauhi pantai untuk menghindari risiko tsunami, terutama jika gempa terjadi di laut dekat wilayah pesisir.Jika Anda Tinggal di Daerah Pegunungan
Hindari daerah yang rentan longsor, karena gempa dapat memicu pergeseran tanah atau batu.
Penjelasan Skala MMI
BMKG juga memberikan penjelasan mengenai skala intensitas gempa bumi berdasarkan Skala Mercalli Modified (MMI). Berikut adalah rincian skala MMI:
Skala MMI I-II
TIDAK DIRASAKAN (Not Felt) – Tidak dirasakan atau hanya dirasakan oleh beberapa orang, tetapi terekam oleh alat.Skala MMI III-V
Dirasakan oleh banyak orang, tetapi tidak menimbulkan kerusakan. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.Skala MMI VI
KERUSAKAN RINGAN (Slight Damage) – Bagian non struktur bangunan mengalami kerusakan ringan seperti retak rambut pada dinding, genteng bergeser, dan sebagian berjatuhan.Skala MMI VII-VIII
KERUSAKAN SEDANG (Moderate Damage) – Banyak retakan pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah, dan plester dinding lepas. Hampir sebagian besar genteng bergeser atau jatuh.Skala MMI IX-XII
KERUSAKAN BERAT (Heavy Damage) – Sebagian besar dinding bangunan permanen roboh. Struktur bangunan mengalami kerusakan berat, rel kereta api melengkung, dan infrastruktur lainnya rusak parah.
Tips untuk Meningkatkan Kesadaran akan Gempa Bumi
Untuk meningkatkan kesadaran dan persiapan menghadapi gempa bumi, masyarakat disarankan untuk selalu memperbarui informasi melalui saluran resmi seperti BMKG. Selain itu, penting untuk memiliki rencana darurat dan melakukan simulasi gempa secara berkala.





