Presiden Prabowo Subianto Langsung Meninjau Lokasi Kecelakaan Kereta Api di Bekasi
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, langsung meninjau lokasi kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi. Insiden ini melibatkan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Kecelakaan berlangsung di perlintasan sebidang yang menyebabkan tujuh korban meninggal dunia.
Duka Mendalam dan Janji Investigasi
Usai menjenguk para korban luka yang sedang dirawat di RSUD Kota Bekasi, Presiden Prabowo menyampaikan rasa prihatin dan duka cita mendalam bagi keluarga korban. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.
“Kita semua prihatin dan kaget dengan kejadian ini. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kita akan segera mengadakan investigasi,” kata Prabowo.
Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan di titik-titik rawan perlintasan kereta api. Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Solusi Permanen: Pembangunan Flyover Disetujui
Area Bulak Kapal, Ampera, merupakan salah satu titik rawan kecelakaan kereta api. Presiden Prabowo menyoroti minimnya fasilitas pengamanan serta banyaknya perlintasan sebidang yang tidak terjaga di wilayah penyangga ibu kota.
Menanggapi usulan dari Pemerintah Daerah Bekasi, Presiden memberikan lampu hijau untuk pembangunan jembatan layang (flyover) guna memutus jalur pertemuan antara kendaraan jalan raya dan kereta api.
“Secara garis besar kita perhatikan di lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak terjaga ya. Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat ya, dan keperluan kereta api itu sangat mendesak,” jelasnya.
Proyek ini akan dibiayai langsung oleh pemerintah pusat demi menjamin keselamatan publik di masa depan.
Kondisi Korban dan Kompensasi
Hingga saat ini, pelayanan medis bagi 54 korban luka yang masih dirawat di RSUD Kota Bekasi dilaporkan berjalan optimal. Presiden Prabowo memastikan pemerintah akan hadir sepenuhnya, termasuk dalam hal ganti rugi dan kompensasi bagi para korban.
“Sebagian sudah ada yang pulang. Kalau tidak salah masih sekitar total 54 dan hampir semuanya sudah ditangani yang saya lihat. Sudah ditangani dengan baik, sebagian sudah dikembalikan (dipulangkan). Pokoknya semuanya sudah diurus,” tambah Presiden.
Kronologi Singkat Insiden
Tragedi ini bermula sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. KRL nomor PLB 5568A jurusan Cikarang terlibat benturan hebat dengan KA Argo Bromo Anggrek (Gambir–Surabaya Pasar Turi).
Selain tujuh korban jiwa, terdapat 81 orang yang mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke berbagai rumah sakit di Bekasi. Beruntung, sebanyak 240 penumpang yang berada di rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa meskipun kereta api tetap menjadi tulang punggung mobilitas warga, standar keamanan tidak boleh dikompromikan sedikit pun.




















