Ponorogo Perkuat Pariwisata dengan 10 Kharisma Event Desa (KEPO) 2026
Pemerintah Kabupaten Ponorogo secara resmi telah menetapkan sepuluh acara desa sebagai bagian dari Kharisma Event Ponorogo (KEPO) 2026. Langkah strategis ini merupakan inisiatif dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo untuk memperkuat sektor pariwisata yang berfokus pada kekayaan budaya dan mendorong partisipasi aktif dari setiap desa.
Kesepuluh acara unggulan ini tersebar di berbagai kecamatan di Ponorogo, masing-masing merepresentasikan keunikan dan kekayaan tradisi lokal yang dimiliki oleh setiap daerah. Penetapan KEPO 2026 ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
Berikut adalah daftar lengkap sepuluh Kharisma Event Ponorogo (KEPO) 2026:
- Culture Fest Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung
Acara ini akan menampilkan berbagai bentuk ekspresi budaya yang hidup di Desa Carangrejo, Sampung. Mulai dari kesenian tradisional, kuliner khas, hingga pameran produk unggulan desa. - Hastungkara Brata Desa Klepu, Kecamatan Sooko
Hastungkara Brata di Desa Klepu, Sooko, akan menjadi momen untuk merayakan dan melestarikan nilai-nilai luhur serta tradisi yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat. - Kirab Tirta Amarta Suci Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung
Prosesi kirab ini dipercaya memiliki makna spiritual dan filosofis mendalam bagi masyarakat Desa Tugurejo, Slahung. Tirta Amarta Suci melambangkan kesucian dan keberkahan. - Kirab Pusaka Boyong Keprabon Desa/Kecamatan Sooko
Acara ini akan menghadirkan kembali jejak sejarah melalui kirab pusaka dan prosesi Boyong Keprabon, yang tentu akan menarik minat para pecinta sejarah dan budaya. - Ritual Adat Selan dan Gong Gumbeng Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit
Ritual adat yang unik ini, Selan dan Gong Gumbeng, akan menjadi kesempatan bagi masyarakat luas untuk menyaksikan dan memahami kekayaan spiritual serta tradisi lisan Desa Wringinanom, Sambit. - Puja Astungkara Desa Bancangan, Kecamatan Sambit
Puja Astungkara di Desa Bancangan, Sambit, merupakan bentuk rasa syukur dan permohonan berkah kepada Sang Pencipta, yang diwujudkan melalui berbagai upacara dan kegiatan keagamaan. - Lokangan Desa Senepo, Kecamatan Sooko
Lokangan di Desa Senepo, Sooko, diharapkan dapat menampilkan berbagai kearifan lokal dan tradisi yang masih lestari di tengah perkembangan zaman. - Sedekah Budaya Desa Ngendut, Kecamatan Balong
Sedekah Budaya di Desa Ngendut, Balong, bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momen untuk berbagi dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun. - Festival Plunturan Desa Plunturan, Kecamatan Pulung
Festival ini akan menjadi ajang apresiasi terhadap seni dan budaya yang berkembang di Desa Plunturan, Pulung, sekaligus mempromosikan potensi desa. - Bedingin Bungah Desa Bedingin, Kecamatan Sambit
Acara di Desa Bedingin, Sambit, ini diharapkan dapat menghadirkan suasana kebersamaan dan kebahagiaan melalui berbagai kegiatan budaya yang menarik.
Selain peluncuran KEPO 2026, Disbudparpora Ponorogo juga telah merilis 50 Calendar of Event (CoE) 2026. Daftar acara yang komprehensif ini akan diselenggarakan sepanjang tahun, mulai dari bulan Januari hingga Desember, mencakup berbagai jenis kegiatan mulai dari festival seni, budaya, olahraga, hingga kegiatan keagamaan dan ekonomi kreatif. Keberadaan CoE 2026 ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi para calon pengunjung mengenai jadwal kegiatan yang dapat mereka nikmati di Ponorogo.
Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha, menekankan bahwa salah satu agenda unggulan yang telah lama menjadi magnet pariwisata daerah, yaitu Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP), kembali masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN). “Ini adalah tahun keenam bagi FNRP untuk masuk dalam KEN, yang menunjukkan konsistensi dan kualitas acara ini di tingkat nasional,” ungkapnya. Keikutsertaan FNRP dalam KEN ini tentunya akan semakin memperkuat citra Ponorogo sebagai destinasi wisata budaya yang patut diperhitungkan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menegaskan kembali pentingnya KEPO sebagai sarana strategis untuk memperluas keterlibatan desa serta pelaku ekonomi kreatif dalam ekosistem pariwisata Ponorogo. “Harapan besar saya adalah semoga semakin banyak kegiatan-kegiatan dari Ponorogo yang dapat menarik wisatawan. Mengingat kita juga sudah masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN), hal ini harus terus kita pertahankan dan tingkatkan,” tuturnya.
Melalui program KEPO dan Calendar of Event 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Ponorogo bertekad untuk mewujudkan sektor pariwisata yang tidak hanya menarik secara atraksi, tetapi juga memiliki akar yang kuat pada identitas budaya lokal. Dengan demikian, Ponorogo dapat terus melestarikan warisan budayanya sembari mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.




