Pawai Paskah 2026 Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi di NTT
Pawai Paskah 2026 yang digelar di Kota Kupang menjadi salah satu peristiwa penting yang mencerminkan tanda-tanda positif pemulihan ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua Pengurus Pemuda GMIT, Erenst Blegur, menyampaikan bahwa keterlibatan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat serta potensi pertumbuhan ekonomi yang semakin terlihat.
Erenst menjelaskan bahwa sebanyak 245 UMKM turut serta dalam prosesi pawai, mulai dari titik start di Bundaran Tirosa hingga garis finish. Ia mengungkapkan bahwa sejak pagi hari, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, dengan partisipasi dari berbagai denominasi agama. Hal ini menandakan bahwa semangat pemulihan ekonomi sudah mulai berkembang di wilayah NTT.
UMKM sebagai Bagian dari Kegiatan Keagamaan
Erenst Blegur menekankan bahwa partisipasi UMKM dalam acara keagamaan seperti Paskah tidak hanya memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk berjualan, tetapi juga menjadi ajang untuk meningkatkan kreativitas dalam pengembangan produk. Dengan adanya pawai, UMKM memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya penataan UMKM yang lebih modern. Hal ini meliputi penempatan lokasi berjualan yang strategis dan sistem transaksi yang lebih efisien. Erenst berharap ke depannya, UMKM dapat ditempatkan secara lebih baik dengan sistem yang lebih maju, termasuk penggunaan transaksi non-tunai yang lebih luas.
Dukungan dari Stakeholder
Dalam hal ini, Erenst Blegur mengapresiasi dukungan dari berbagai stakeholder, seperti Bank Indonesia dan Bank NTT, yang telah aktif dalam mendorong penggunaan transaksi digital melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Dengan adanya sistem ini, pelaku UMKM dapat lebih mudah melakukan transaksi tanpa harus menggunakan uang tunai, sehingga meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam berbisnis.
Potensi Peningkatan Perputaran Ekonomi
Menurut estimasi Erenst Blegur, perputaran ekonomi selama perayaan Paskah tahun ini diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu angka tersebut berkisar antara Rp 6 hingga Rp 7 miliar, maka tahun ini berpotensi mencapai hingga Rp 10 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di NTT semakin bergeliat.
Momentum untuk Menguatkan Kebersamaan
Kegiatan Pawai Paskah 2026 tidak hanya menjadi momen ekonomi, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat kebersamaan dan kerja sama antar masyarakat di Kota Kupang. Dengan partisipasi yang tinggi dari berbagai elemen masyarakat, kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pelaku UMKM dan masyarakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang kuat.


















