Menuju Kehidupan Baru: Impian Steffi Zamora dan Nino Fernandez di Pulau Dewata
Keputusan untuk pindah ke kota baru seringkali lebih dari sekadar urusan logistik mengemas barang dan mencari tempat tinggal. Ini adalah tentang merancang ulang narasi kehidupan, memilih jalan yang lebih selaras dengan aspirasi terdalam. Konsep inilah yang mendorong Steffi Zamora dan Nino Fernandez untuk mengambil langkah besar meninggalkan hiruk-pikuk Jakarta demi ketenangan Bali. Keputusan monumental ini mereka bagikan secara terbuka, membuka jendela ke dalam impian-impian mereka melalui kanal YouTube pribadi mereka.
Di tengah impian tentang memiliki rumah sendiri yang kokoh hingga usia senja, hingga momen-momen paling sederhana seperti menyaksikan putri mereka, Kaia, berlarian riang di tepi pantai, terdapat banyak harapan indah yang mereka gantungkan pada Pulau Dewata. Bali bukan hanya tujuan liburan, melainkan kanvas baru untuk melukis kehidupan yang mereka dambakan.
Deretan Impian yang Menanti di Bali
Perjalanan Steffi dan Nino menuju Bali dipenuhi dengan aspirasi yang mendalam, mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari gaya hidup hingga lingkungan tumbuh kembang buah hati mereka.
Mewujudkan Gaya Hidup Slow Living
Jakarta, dengan ritmenya yang tak kenal lelah, terasa terlalu membebani bagi pasangan ini. Mereka merindukan suasana yang lebih santai, sebuah gaya hidup yang mereka sebut sebagai slow living.“Jakarta terlalu hectic untuk kita yang slow living banget. Sahabat-sahabat kita juga bilang kalian berdua cocok banget pindah ke Bali,” ungkap Nino.
Pernyataan dari orang-orang terdekat ini bukan hanya sekadar validasi, tetapi juga menjadi salah satu pilar penguat keputusan mereka. Bali dilihat sebagai ruang hidup yang ideal, tempat di mana karakter dan ritme hidup mereka dapat bersinergi dengan harmonis, jauh dari tekanan kota besar yang serba cepat.
Membangun Rumah Impian dari Nol
Lebih dari sekadar mencari tempat tinggal sementara, Steffi dan Nino memiliki visi yang lebih besar: membangun rumah impian mereka sendiri. Hunian ini diharapkan menjadi tempat berpulang yang permanen, dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menjadi saksi bisu perjalanan hidup mereka hingga tua.“Kita mau punya rumah tempat berpulang untuk kita sekeluarga sampai tua. Akan indah kalau anak kita punya rumah yang nggak pindah-pindah,” ujar Nino.
Untuk memastikan proses ini berjalan tanpa terburu-buru, mereka memilih untuk menyewa rumah terlebih dahulu sambil mencari lokasi yang paling tepat. Keputusan mengenai hunian jangka panjang ini dianggap terlalu berharga untuk diambil secara gegabah.

Menjadi Orang Tua yang Hadir Sepenuhnya untuk Kaia
Menyadari betapa cepatnya waktu berlalu dan momen-momen masa kecil yang takkan terulang, Steffi dan Nino menempatkan prioritas utama pada waktu bersama putri mereka, Kaia. Steffi bahkan rela menunda sejumlah tawaran pekerjaan di dunia hiburan demi tidak melewatkan satu pun momen berharga bersama sang putri.“Aku benar-benar mau nikmatin semua momen. Aku lebih baik kehilangan momen-momen kerja dan aku tunda dulu dibandingkan harus kehilangan momen sama anak,” tutur Steffi.
Komitmen ini mencerminkan pilihan sadar sebagai orang tua untuk hadir secara emosional dan fisik, memberikan dukungan penuh bagi tumbuh kembang Kaia. Bali, dengan ritme hidupnya yang lebih lambat, diyakini akan menjadi lingkungan yang kondusif untuk mewujudkan niat mulia ini.

Menyediakan Lingkungan Tumbuh yang Hijau dan Sehat
Kualitas udara dan lingkungan yang semakin memburuk di Jakarta menjadi salah satu pendorong utama bagi Steffi dan Nino untuk mempercepat rencana kepindahan mereka. Mereka menginginkan Kaia tumbuh di lingkungan yang lebih asri, terhindar dari kemacetan dan polusi yang merajalela.“Kita ingin kualitas hidup yang lebih baik daripada di Jakarta. Kita mau Kaia tumbuh jadi anak yang melihat hijau-hijau gitu,” ujar Steffi dan Nino.
Lingkungan yang sehat bukan hanya krusial bagi kesehatan fisik, tetapi juga memegang peranan penting dalam tumbuh kembang mental dan emosional anak. Bali, dengan alamnya yang masih terjaga dan udara yang lebih bersih, menawarkan jawaban atas kebutuhan fundamental ini.

Menciptakan Momen Bahagia Sederhana di Tepi Pantai
Di balik semua rencana besar dan aspirasi yang kompleks, terdapat satu gambaran sederhana yang terus menghiasi benak Nino Fernandez. Visi kecil inilah yang menjadi alasan paling personal dan mendalam mengapa Bali terasa begitu tepat sebagai rumah baru mereka.“Gua punya satu tempat bahagia yang di kepala gua, yaitu anak gua lari di pantai terus gua sama pasangan hidup gua lagi merhatiin dia,” ujar Nino.
Bagi pasangan ini, kebahagiaan keluarga tidak selalu diukur dari pencapaian besar atau kemewahan materi. Terkadang, momen paling bermakna justru lahir dari kesederhanaan yang tulus, dan Bali adalah panggung yang paling ideal untuk mewujudkan kebahagiaan semacam itu.

Impian-impian Steffi Zamora dan Nino Fernandez yang menanti untuk diwujudkan di Bali mencerminkan sebuah perjalanan transformatif yang sarat makna. Dari pencarian slow living, pembangunan rumah impian, hingga momen-momen kehangatan keluarga di tepi pantai bersama Kaia, semua elemen ini menyatu membentuk narasi kehidupan yang hangat, otentik, dan sangat manusiawi.








