Lima Bakal Calon Rektor Institut Teknologi Sumatera untuk Periode 2026–2030
Institut Teknologi Sumatera (Itera) telah mengumumkan lima bakal calon rektor yang akan bertarung dalam pemilihan periode 2026–2030. Dari total 13 pendaftar, hanya lima orang yang dinyatakan memenuhi syarat setelah melalui verifikasi dokumen yang ketat sesuai aturan kementerian.
Seluruh kandidat berasal dari luar kampus Itera. Mereka terdiri dari tiga orang dari Institut Teknologi Bandung (ITB), satu orang dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dan satu orang dari Universitas Sumatera Utara (USU). Nama-nama yang masuk sebagai bakal calon antara lain:
- Prof Dr Aswan ST MT (ITB)
- Prof Dr Elfahmi SSi MSi (ITB)
- Prof Dr Ir M Faiz Syuaib MAgr (IPB)
- Prof Dr Ir Fahmi ST MSc IPU (USU)
- Prof Ismunandar PhD (ITB)
Ketua Panitia Penjaringan, Abdul Rajak, menjelaskan bahwa seluruh kandidat telah melewati proses verifikasi terhadap 17 dokumen persyaratan. Hasilnya, lima nama dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. Proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan.
Rajak menambahkan bahwa tidak ada nama dari internal kampus Itera yang lolos di tahap administrasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala dalam pemenuhan persyaratan, terutama terkait rekam jejak pengalaman jabatan yang merujuk pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 Tahun 2017.
Tahapan Seleksi dan Mekanisme Pemilihan
Setelah lima bakal calon terpilih, tahap berikutnya adalah penyaringan menjadi tiga nama. Selanjutnya, tiga kandidat tersebut akan dipilih menjadi satu rektor melalui pemungutan suara antara senat dan kementerian. Komposisi suara pemilihan terdiri dari 65 persen suara dari senat Itera (17 orang) dan 35 persen dari kementerian.
Pemungutan suara akhir direncanakan berlangsung pada Mei 2026, sementara pelantikan rektor terpilih akan dilaksanakan pada Juni 2026. Proses ini diharapkan dapat memastikan pemilihan yang adil dan demokratis.
Tanggapan Rektor Saat Ini
Rektor Itera saat ini, Prof Dr I Nyoman Pugeg Aryantha, menyambut baik tingginya animo para pendaftar yang mencapai 13 orang dari berbagai kampus ternama. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa Itera semakin diperhitungkan sebagai kampus berkembang pesat.
Nyoman juga menilai bahwa keterlibatan kandidat dari luar kampus bukanlah hambatan berarti dalam hal adaptasi. Ia menegaskan bahwa dukungan dari sivitas akademika serta kemauan untuk belajar sangat penting dalam proses adaptasi.
“Kuncinya adalah dukungan sivitas dan kemauan untuk belajar. Karena calon rektor ini dari luar kampus, maka kita akan menyuplai informasi soal perkembangan terkini kondisi di Itera kepada kandidat rektor,” tambahnya.
Meski begitu, Nyoman berharap di masa depan estafet kepemimpinan Itera bisa dipegang oleh figur internal. Ia berkeyakinan bahwa Itera harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan menjadi kampus besar yang menjadi kebanggaan Provinsi Lampung, Sumatera, dan Indonesia.
Kandidat yang Potensial untuk Pengembangan Itera
Para bakal calon rektor yang terpilih memiliki rekam jejak dan pengalaman yang kuat. Menurut Nyoman, mereka memiliki potensi besar untuk memajukan Itera ke depan. Ia berharap dari lima kandidat ini, terpilihlah rektor yang terbaik untuk memimpin institusi tersebut.
Dengan proses seleksi yang transparan dan kompetitif, Itera berkomitmen untuk memilih pemimpin yang mampu membawa kampus ini ke arah yang lebih baik. Dengan dukungan dari semua pihak, Itera diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi pusat pendidikan tinggi yang unggul di Indonesia.




















