Dukungan untuk Film-Film Asia yang Mengangkat Isu Antikapitalis
Kegagalan film No Other Choice untuk meraih nominasi Oscar 2026 memang mengecewakan banyak pihak. Performa Lee Byung Hun yang memukau, ditambah penyutradaraan brilian Park Chan Wook, serta naskah yang berkualitas, seolah tidak cukup untuk menembus ketatnya persaingan. Sebagai penggemar, kita mungkin hanya bisa menerima kenyataan ini dengan lapang dada.
Namun, kekecewaan ini tidak berarti kita kehilangan kesempatan untuk mengapresiasi film-film Asia berkualitas lainnya. Bahkan, kita bisa sekaligus menyelami tema-tema yang relevan dengan kondisi sosial-ekonomi saat ini, seperti sentimen antikapitalis yang juga diangkat dalam No Other Choice. Berikut adalah beberapa rekomendasi film Asia yang mengangkat isu serupa, yang patut untuk disaksikan:
- No Other Choice (2025)
Film ini secara gamblang menyuarakan sentimen antikapitalis. Alur ceritanya mengikuti perjuangan seorang kepala keluarga yang kehilangan pekerjaannya karena perusahaan tempatnya bekerja diakuisisi oleh pemilik modal besar. Dedikasinya selama bertahun-tahun seolah dilupakan begitu saja. Merasa geram dengan ketidakadilan ini, ia mengambil langkah ekstrem untuk merebut kembali pekerjaan dan harga dirinya.
Genre: *Thriller, Satir*
Pemain: Lee Byung Hun, Son Ye Jin, Lee Sung Min
Sutradara: Park Chan Wook
- Cloud (2024)

Cloud mengisahkan tentang seorang pekerja kantoran di Jepang bernama Ryosuke yang merasa jenuh dengan pekerjaannya yang monoton dan rekan kerja seniornya yang toksik. Ia kemudian memutuskan untuk menjadi reseller di toko daring. Namun, ia tidak melakukannya dengan cara yang jujur. Ryosuke melakukan berbagai manipulasi dan cara kotor untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda, mulai dari menjual barang palsu hingga memaksa orang membeli barang koleksi untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Meskipun berhasil mengumpulkan kekayaan, Ryosuke juga perlahan mengumpulkan musuh yang bersatu untuk membalas dendam kepadanya.
Genre: *Thriller-Psikologis, Aksi*
Pemain: Masaki Suda, Daiken Okudaira, Kotone Furukawa
Sutradara: Kiyoshi Kurosawa
- The Sandwich Man (1983)

Film ini merupakan antologi tiga cerita yang menggambarkan kehidupan di Taiwan pada era Perang Dingin. Pada masa itu, gelombang sinema realisme mulai muncul, dan The Sandwich Man adalah salah satu contohnya. Ketiga cerita dalam film ini berfokus pada perjuangan orang-orang Taiwan dari berbagai kelas sosial dalam menghadapi gempuran globalisasi dan kapitalisme. Ada seorang ayah muda yang menjadi badut demi menghidupi keluarganya, seorang sales barang elektronik Jepang yang mengalami kecelakaan kerja, hingga sebuah keluarga miskin yang baru bisa merasakan sedikit kenyamanan ketika sang ayah dirawat di rumah sakit.
Genre: *Drama, Realisme Sosial*
Pemain: Chen Bor Jeng, Tsui Fu Sheng, Cho Sheng Li
Sutradara: Hou Hsiao Hsien, Tsang Jong Cheung, Wan Jen
- Tokyo Sonata (2008)

Film ini berlatar belakang krisis ekonomi global yang berdampak pada Jepang. Seorang kepala keluarga menjadi korban PHK, namun ia tidak berani mengungkapkan kabar ini kepada istri dan anak-anaknya. Ia memilih untuk berpura-pura pergi ke kantor setiap pagi. Sampai suatu hari, rahasianya terbongkar dan krisis pun melanda keluarganya.
Genre: *Drama*
Pemain: Teruyuki Kagawa, Kai Inowaki, Haruka Igawa
Sutradara: Kiyoshi Kurosawa
- The Dry Spell (2023)

Film ini mengambil sudut pandang seorang pegawai perusahaan air bernama Shunsaku yang bertugas mensurvei pelanggan yang menunggak tagihan. Suatu ketika, saat akan memutus aliran air di sebuah rumah, ia dikejutkan oleh kehadiran dua anak perempuan yang ternyata ditelantarkan oleh orang tua mereka. Shunsaku dihadapkan pada dilema: menjalankan kewajibannya atau mengutamakan kemanusiaan.
Genre: *Melodrama*
Pemain: Toma Ikuta, Mugi Kadowaki, Hayato Isomura
Sutradara: Masaya Takahashi
- Mountains May Depart (2015)

Apakah kelas sosial atau ekonomi menjadi pertimbangan dalam memilih pasangan hidup? Pertanyaan inilah yang dieksplorasi dalam film Jia Zhangke, Mountains May Depart. Dengan Zhao Tao sebagai pemeran utama, film ini mengajak penonton untuk menyelami kehidupan seorang perempuan selama tiga dekade berbeda. Mulai dari akhir tahun 90-an hingga pertengahan 2010-an, kita diajak untuk menganalisis alasan dan implikasi dari keputusan si perempuan untuk menikah dengan pria yang dianggap lebih mampu secara finansial, daripada menerima lamaran sahabatnya yang bekerja di pertambangan.
Genre: *Drama, Romance*
Pemain: Zhao Tao, Zhang Yi, Sylvia Chang
Sutradara: Jia Zhangke
Kapitalisme telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Implikasinya terasa dalam berbagai bentuk dan tingkatan yang berbeda bagi setiap orang. Kapitalisme juga memengaruhi bagaimana kita bersikap dan mengambil keputusan. Seperti yang terjadi pada berbagai karakter dalam film-film Asia di atas. Manakah yang paling relevan dengan kehidupan Anda?




