Tantangan Berat Melanda Ridwan Kamil: Isu Perselingkuhan, Gugatan Cerai, hingga Jerat Korupsi
Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat ini tengah menjadi pusat perhatian publik menyusul serangkaian isu miring yang menghampirinya. Berbagai persoalan, mulai dari tudingan perselingkuhan hingga dugaan praktik korupsi, telah menghiasi pemberitaan dalam beberapa waktu terakhir, menciptakan turbulensi serius dalam karier politiknya.
Kabar miring pertama kali mencuat ketika seorang selebgram bernama Lisa Mariana mengaku memiliki hubungan gelap dengan Ridwan Kamil dan bahkan memiliki seorang anak hasil hubungan tersebut. Namun, klaim ini segera terbantahkan setelah hasil tes DNA menyatakan bahwa anak yang dimaksud bukanlah darah daging mantan Gubernur Jabar itu.
Belum mereda dari isu tersebut, nama Ridwan Kamil kembali terseret dalam pemberitaan terkait dugaan hubungan dengan figur publik lainnya. Kali ini, artis Aura Kasih dan selebgram Safa Marwah dikabarkan memiliki hubungan spesial dengan politisi Partai Golkar tersebut.
Di tengah badai isu perselingkuhan yang belum usai, kabar mengejutkan datang dari ranah rumah tangga. Atalia Praratya, istri Ridwan Kamil yang telah dinikahinya selama 29 tahun, dilaporkan mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Bandung pada tanggal 15 Desember 2025. Gugatan ini menandakan bahwa biduk rumah tangga yang telah dibina selama hampir tiga dekade itu kini berada di ambang kehancuran.
Namun, masalah yang dihadapi Ridwan Kamil tidak berhenti pada persoalan rumah tangga dan isu perselingkuhan semata. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui tengah melakukan penyidikan terkait dugaan korupsi yang melibatkan pengadaan belanja iklan di salah satu bank daerah. Kasus ini menambah deretan panjang problematika hukum yang membelit mantan orang nomor satu di Jawa Barat tersebut.
Analisis Turbulensi Karier Politik Ridwan Kamil
Menanggapi rentetan kasus yang menerpa Ridwan Kamil, praktisi hukum sekaligus pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, memberikan pandangannya. Menurut Efriza, kondisi yang dialami Ridwan Kamil saat ini dapat dikategorikan sebagai fenomena turbulensi yang sangat serius dalam perjalanan karier politiknya.
“Jika melihat apa yang terjadi dalam karier politik Ridwan Kamil, kondisi ini dapat disebut sebagai sebuah fenomena turbulensi dengan penurunan yang sangat tajam,” ujar Efriza.
Efriza menambahkan bahwa persoalan yang dihadapi Ridwan Kamil kini tidak lagi terbatas pada ranah politik saja. Campuran masalah pribadi yang menyeret urusan keluarga, ditambah dengan sorotan hukum dari kasus dugaan korupsi, secara signifikan memperberat beban citra publiknya.
“Tidak hanya dari sisi politik, persoalan pribadi pun mulai mencuat dan ikut tersorot ke ranah hukum, termasuk masalah yang berkaitan dengan keluarga,” jelas Efriza.
Menurut pengamatannya, sejak tahun 2024 hingga akhir tahun ini, posisi politik Ridwan Kamil mengalami kemerosotan yang signifikan. Elektabilitasnya disebut menurun tajam, yang berimplikasi pada menipisnya peluangnya untuk diperhitungkan sebagai kandidat potensial dalam kontestasi pemilihan wakil presiden.
“Berbagai kasus hukum, persoalan keluarga, isu kepemimpinan, hingga sorotan terhadap aspek moral menjadi faktor yang turut memengaruhi penilaian publik terhadapnya,” pungkas Efriza, menggarisbawahi kompleksitas tantangan yang dihadapi Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil Buka Suara: Permohonan Maaf dan Pengakuan Diri
Menyadari dirinya menjadi pusat kontroversi dan sorotan publik, Ridwan Kamil akhirnya angkat bicara. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @ridwankamil, pria yang akrab disapa Kang Emil ini menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada semua pihak yang terdampak oleh kegaduhan yang terjadi.
“Permohonan Maaf
Kepada Semua Pihak dan Semua yang terdampak
Dari hati saya yang terdalam, dengan ini saya menghaturkan permohonan maaf kepada semua pihak dan semua yang terdampak atas kegaduhan yang tidak seharusnya.
Sekali lagi setulusnya saya mohon maaf,” tulis Ridwan Kamil.
Dalam pernyataannya, ayah tiga anak ini mengakui adanya kesalahan dan kekhilafan yang ia lakukan selama hampir tiga dekade membina rumah tangga bersama Atalia Praratya. Ia memahami bahwa perpisahan ini adalah hak istrinya untuk mencari kebahagiaan.
“Saya mengakui selama 29 tahun pernikahan, saya banyak melakukan kekhilafan dan dosa kepada istri saya Atalia, sehingga perpisahan ini adalah hak beliau untuk bahagia dalam hidupnya tanpa ada saya di dalamnya. Permohonan maaf untuk Ibu Atalia dan teriring doa terbaik dari saya,” lanjutnya.
Tidak hanya kepada sang istri, Ridwan Kamil juga menyampaikan permohonan ampun kepada ibundanya atas segala khilaf dan dosa sebagai anak yang mungkin telah mengecewakannya. Ia juga menyinggung dampak peristiwa ini terhadap anak-anaknya, yang mungkin belum sepenuhnya memahami situasi yang terjadi.
“Saya juga memohon maaf kepada anak-anak saya yang terdampak oleh peristiwa-peristiwa yang tidak sepenuhnya dipahami oleh mereka,” sambungnya.
Ridwan Kamil menegaskan bahwa seluruh tanggung jawab atas rangkaian peristiwa pribadi ini sepenuhnya berada pada dirinya. Ia juga memohon maaf kepada pihak-pihak lain yang ikut terbawa dan terdampak.
“Sepenuhnya kesalahan dan kekhilafan ada di saya. Demikian isi hati saya dan rasa penyesalan saya dan permohonan maaf saya setulus-tulusnya,” ungkapnya.
Sebagai penutup pernyataannya, Ridwan Kamil menyampaikan harapan agar Tuhan Yang Maha Pengampun memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik serta lebih bertakwa.
“Semoga Allah, Sang Maha Pengampun, memberikan ridha-NYA untuk memberi saya kesempatan menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bertakwa. Wassalamualaikum wr wb,” pungkasnya.



















