BRI Hadir Penuh untuk Korban Bencana: Bantuan Tanggap Darurat Hingga Pemulihan Jangka Panjang
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikenal sebagai BRI Peduli, menunjukkan komitmennya yang kuat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Aceh dan Sumatra. Langkah strategis yang diusung tidak hanya terbatas pada bantuan langsung, tetapi juga mencakup upaya pemulihan pascabencana yang komprehensif.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa sejak awal terjadinya bencana, unit-unit kerja BRI di wilayah terdampak telah bergerak cepat untuk memetakan kebutuhan di lapangan. Pendekatan ini krusial untuk memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kondisi riil dan kebutuhan mendesak masyarakat.
Fase Tanggap Bencana: Respons Cepat dan Terstruktur
Pada fase tanggap darurat, BRI telah menyalurkan berbagai bantuan vital. Ini meliputi pendirian posko bencana yang berfungsi sebagai pusat koordinasi dan distribusi, penyediaan paket survival kit untuk kebutuhan dasar, sembako, obat-obatan esensial, pakaian layak pakai, serta perlengkapan tidur seperti kasur dan selimut. Selain itu, perahu karet juga dikerahkan untuk memfasilitasi mobilisasi bantuan di area yang tergenang banjir. Perlengkapan bayi, air mineral, dan peralatan kebersihan juga menjadi prioritas untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan para pengungsi.
Hingga pertengahan Desember 2025, BRI Group telah melaksanakan total 40 aksi tanggap darurat di berbagai wilayah yang terdampak bencana. Keberhasilan pelaksanaan aksi-aksi ini didukung oleh operasional 5 unit posko darurat bencana. Posko-posko ini menjadi tulang punggung dalam memastikan bantuan tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan efisien.
Jumlah bantuan yang disalurkan sangat signifikan, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan mendesak. Rinciannya meliputi:
- 3.250 paket makanan siap santap
- 63.500 paket sembako
- 700 paket survival kit
- 1.680 unit kasur dan selimut
Selain itu, untuk menjaga kesehatan dan sanitasi, BRI Group juga mendistribusikan 23 truk air bersih, 3.800 paket obat-obatan, dan 5.800 unit peralatan kebersihan. Untuk mengatasi kesulitan akses akibat genangan air, 2 unit perahu karet turut dikerahkan. Secara keseluruhan, program bantuan ini telah memberikan manfaat langsung kepada 70.550 jiwa masyarakat yang terdampak bencana.
Hery Gunardi menyatakan harapannya agar BRI, sebagai bagian dari ekosistem Danantara, dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan. “Langkah ini sekaligus menegaskan peran BRI yang senantiasa hadir, peduli, dan berkontribusi nyata dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang, demi mendukung ketahanan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ungkapnya dalam keterangan resmi.
Komitmen Pemulihan Pascabencana: Membangun Kembali Kehidupan
Tidak hanya berhenti pada fase tanggap darurat, BRI juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung proses pemulihan pascabencana. Upaya ini mencakup renovasi fasilitas-fasilitas publik yang rusak akibat bencana.
Secara spesifik, BRI akan fokus pada:
- Provinsi Aceh: Renovasi fasilitas pendidikan, puskesmas, dan layanan publik lainnya. Selain itu, perbaikan sistem air bersih dan sanitasi juga menjadi prioritas.
- Provinsi Sumatra Utara: Renovasi sekolah dasar/negeri dan puskesmas yang terdampak bencana, serta perbaikan sarana air bersih dan sanitasi komunal.
- Provinsi Sumatra Barat: Perbaikan dan renovasi ruang kelas sekolah, fasilitas kesehatan tingkat pertama, serta rehabilitasi drainase dan akses jalan lingkungan.
Langkah-langkah pemulihan ini dirancang untuk membantu masyarakat kembali ke kehidupan normal dan membangun kembali infrastruktur yang vital bagi kesejahteraan mereka.
Pelibatan Relawan: Kekuatan Kolektif untuk Kemanusiaan
Pada tanggal 19 Desember 2025, sebuah momen penting terjadi ketika Hery Gunardi bersama Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) yang juga menjabat sebagai COO Danantara, Dony Oskaria, secara langsung melepas keberangkatan Relawan Tanggap Bencana BRI. Pelepasan ini merupakan bagian dari kegiatan Apel Bersama Relawan BUMN Peduli.
Dalam kegiatan tersebut, Danantara Indonesia bersama BP BUMN mengerahkan total 1.066 relawan yang didukung oleh 109 armada truk pembawa bantuan kemanusiaan. Tujuannya adalah untuk memperkuat upaya penanganan tanggap darurat dan pemulihan bencana di berbagai wilayah terdampak, dengan Aceh sebagai salah satu prioritas penyaluran awal.
Apel pelepasan relawan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara, yang dimaknai sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam konteks kemanusiaan. Dalam arahannya, Dony Oskaria menekankan bahwa peran BUMN dalam situasi bencana adalah bagian dari tanggung jawab kebangsaan. “BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Sejak awal terjadinya bencana, kami menegaskan bahwa kehadiran BUMN bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab sebagai perusahaan milik negara,” tegas Dony Oskaria. Komitmen ini menunjukkan bahwa BUMN, termasuk BRI, siap menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat di saat-saat paling sulit.


















