Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Januari 2026: Pertamina Turunkan Sejumlah Varian
PT Pertamina (Persero) mengumumkan penyesuaian harga untuk sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2026. Keputusan ini mencakup penurunan harga pada produk unggulan seperti Pertamax dan varian Pertamax lainnya, yang akan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tetap stabil.
Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari mekanisme evaluasi rutin yang dilakukan oleh Pertamina, sejalan dengan regulasi yang berlaku, yaitu Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245 Tahun 2022. Mekanisme ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan harga BBM non-subsidi berdasarkan berbagai faktor, termasuk dinamika pasar energi global dan kondisi ekonomi domestik. Masyarakat dapat mengakses informasi terkini mengenai harga BBM melalui situs web resmi Pertamina atau melalui aplikasi digital MyPertamina yang telah disediakan.
Perubahan Harga Pertamax dan Varian Lainnya
Berdasarkan pengumuman resmi yang dirilis pada Rabu, 31 Desember 2025, beberapa jenis BBM non-subsidi mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Penyesuaian ini berlaku untuk wilayah Jabodetabek, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Berikut adalah rincian perubahan harga untuk beberapa produk BBM non-subsidi:
- Pertamax (RON 92): Mengalami penurunan harga dari Rp 12.750 menjadi Rp 12.350 per liter.
- Pertamax Green (RON 95): Harga turun dari Rp 13.500 menjadi Rp 13.150 per liter.
- Pertamax Turbo (RON 98): Mengalami penyesuaian harga menjadi Rp 13.400 per liter, sebelumnya Rp 13.750.
- Dexlite (CN 51): Harga turun drastis dari Rp 14.700 menjadi Rp 13.500 per liter.
- Pertamina Dex (CN 53): Mengalami penurunan harga dari Rp 15.000 menjadi Rp 13.600 per liter.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi berkala terhadap harga BBM non-subsidi. Upaya ini dilakukan untuk merespons perkembangan pasar energi internasional dan kondisi ekonomi makro, sembari tetap menjamin ketersediaan pasokan bahan bakar dan kualitas pelayanan di seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia.
Stabilitas Harga BBM Subsidi
Di tengah penyesuaian harga BBM non-subsidi, harga BBM bersubsidi tetap dijaga kestabilannya untuk meringankan beban masyarakat.
- Pertalite: Ditetapkan pada harga Rp 10.000 per liter.
- Biosolar: Ditetapkan pada harga Rp 6.800 per liter.
Harga yang terjangkau ini memastikan bahwa masyarakat umum tetap dapat mengakses bahan bakar yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari tanpa terbebani kenaikan harga yang signifikan.
Daftar Lengkap Harga BBM di Wilayah Bali, NTB, dan NTT per 1 Januari 2026
Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, berikut adalah daftar lengkap harga BBM di SPBU Pertamina untuk wilayah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku mulai 1 Januari 2026, berdasarkan informasi dari situs resmi Pertamina:
Provinsi Bali
- Pertalite: Rp 10.000
- Pertamax: Rp 12.350
- Pertamax Turbo: Rp 13.400
- Biosolar: Rp 6.800
- Dexlite: Rp 13.500
- Pertamina Dex: Rp 13.600
- Pertamax di Pertashop: Rp 12.250
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Pertalite: Rp 10.000
- Pertamax: Rp 12.350
- Pertamax Turbo: Rp 13.400
- Biosolar: Rp 6.800
- Dexlite: Rp 13.500
- Pertamina Dex: Rp 13.600
- Pertamax di Pertashop: Rp 12.250
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Pertalite: Rp 10.000
- Pertamax: Rp 12.650
- Pertamax Turbo: Rp 13.700
- Biosolar: Rp 6.800
- Dexlite: Rp 13.800
- Pertamina Dex: Rp 13.900
- Biosolar Non-Subsidi: Rp 13.700
- Pertamax di Pertashop: Rp 12.550
Penyesuaian harga ini diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi konsumen yang menggunakan BBM non-subsidi, seiring dengan upaya Pertamina untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah fluktuasi pasar global.















