Ringkasan Berita:
- Memasuki awal tahun 2026, harga ikan di Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), terpantau mengalami kenaikan signifikan, Minggu (4/1/2026).
- Misalnya untuk Ikan Komu ukuran kecil dijual Rp. 10 ribu per ekor.
- Sementara Ikan Tatihu ukuran sedang dibanderol Rp. 20 ribu per ekor.
- Untuk empat ekor jenis Ikan Tatihu dengan ukuran campur dijual seharga Rp. 50 ribu.
- Sementara untuk daging ikan layar dijual Rp. 20 ribu per potong.
Laporan Wartawan , Haliyudin Ulima
BULA, – Memasuki awal tahun 2026, harga ikan di Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), terpantau mengalami kenaikan signifikan, Minggu (4/1/2026).
Pantauan di lokasi, menunjukkan sejumlah jenis ikan dijual dengan harga cukup mahal.
Ikan Komu ukuran kecil dijual Rp. 10 ribu per ekor.
Sementara Ikan Tatihu ukuran sedang dibanderol Rp. 20 ribu per ekor.
Untuk empat ekor jenis Ikan Tatihu dengan ukuran campur dijual seharga Rp. 50 ribu.
Sementara untuk daging ikan layar dijual Rp. 20 ribu per potong.
Harga-harga tersebut ditemui di salah satu lapak pedagang ikan milik Mama Anti, dan berlaku sama disekuruh lapak.
Mama Anti mengungkapkan, mahalnya harga ikan di awal tahun ini disebabkan oleh hasil tangkapan nelayan yang menurun.
“Awal tahun ini ikan memang susah. Nelayan tidak dapat banyak, jadi kita ambil juga dengan harga tinggi,” ujarnya saat ditemui .
Kata dia, kondisi cuaca yang belum stabil turut mempengaruhi aktivitas melaut nelayan.
“Kalau ombak besar dan angin kencang, nelayan tidak berani turun. Jadi stok ikan di pasar juga kurang,” lanjutnya.
Ia menambahkan, pedagang sebenarnya tidak berniat menaikkan harga terlalu tinggi.
Namun, kondisi pasokan yang terbatas membuat harga sulit ditekan.
“Kalau kita jual murah, nanti tidak cukup modal lagi untuk ambil ikan,” tuturnya.
Pihaknya berharap agar distribusi dan ketersediaan ikan dapat lebih terjaga sehingga harga jual kembali stabil dan terjangkau.(*)
















