Iran Bersiap Pulihkan Layanan Komunikasi Pasca Protes Besar
Otoritas Iran dilaporkan tengah bersiap untuk memulihkan layanan komunikasi dan internet yang sebelumnya diblokir menyusul gelombang protes besar yang dipicu oleh kesulitan ekonomi sejak akhir bulan lalu. Keputusan untuk mengembalikan akses ini diambil setelah pihak berwenang mengklaim bahwa “persoalan keamanan sudah dapat ditangani” dan para “tokoh kunci organisasi teror” telah berhasil ditangkap.
Langkah pemblokiran internet dan layanan komunikasi ini, menurut para pejabat keamanan Iran, bertujuan untuk melemahkan secara signifikan koneksi yang dimiliki oleh jaringan oposisi di luar negeri serta mengganggu operasional “sel-sel teror”. Pembatasan ini diberlakukan setelah unjuk rasa yang awalnya dipicu oleh kesulitan ekonomi berubah menjadi kerusuhan besar pada tanggal 8 Januari.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka “sepenuhnya sadar akan kewajiban Hak Asasi Manusia” terhadap warganya. Mereka mengklaim telah mengambil “semua langkah yang diperlukan untuk menahan diri sekuat tenaga”, seraya menjalankan “tugasnya melindungi masyarakat serta menjaga ketertiban umum dan keamanan nasional”.
Tahapan Pemulihan Layanan Komunikasi
Rencana pemulihan layanan komunikasi di Iran diperkirakan akan dilakukan secara bertahap, mencakup tiga fase utama:
Tahap Pertama: Pemulihan Layanan Pesan Singkat (SMS)
- Layanan SMS akan menjadi prioritas utama dalam pemulihan.
- Hal ini memungkinkan komunikasi dasar tetap berjalan bagi masyarakat.
Tahap Kedua: Pemulihan Sistem Internet Nasional dan Aplikasi Domestik
- Setelah SMS pulih, fokus akan beralih pada pengaktifan kembali sistem internet nasional.
- Aplikasi perpesanan dan layanan domestik yang dikembangkan di dalam negeri juga akan dipulihkan.
- Sumber-sumber di dalam negeri telah mengkonfirmasi bahwa akses ke aplikasi domestik seperti “Eita” dan “Bale” telah kembali normal setelah mengalami gangguan selama beberapa hari.
Tahap Ketiga: Pemulihan Akses Internet Internasional
- Fase terakhir dari pemulihan ini adalah mengembalikan akses penuh ke internet internasional.
- Ini diharapkan akan memungkinkan warga Iran untuk kembali terhubung dengan informasi dan layanan global.
Situasi Konektivitas Terkini
Meskipun rencana pemulihan telah diumumkan, pantauan dari layanan monitor internet independen, NetBlocks, mencatat adanya sedikit peningkatan konektivitas internet di Iran pada Sabtu pagi. Namun, tingkat konektivitas yang terdeteksi saat itu dilaporkan hanya mencapai sekitar 2 persen dari tingkat normal. Belum ada indikasi pemulihan yang signifikan, menurut laporan NetBlocks melalui platform media sosial X.
Dampak Protes dan Klaim Korban
Pembatasan komunikasi ini terjadi di tengah situasi yang tegang akibat protes yang meluas. Hingga saat ini, pemerintah Iran belum merilis jumlah korban tewas resmi akibat kerusuhan tersebut. Namun, sebuah badan hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat mengklaim bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 3.090 orang.
Menurut laporan dari Human Rights Activists News Agency (HRANA), selain korban jiwa, sebanyak 2.055 orang lainnya dilaporkan terluka. Lebih lanjut, HRANA juga mencatat bahwa 22.123 orang telah ditangkap di berbagai wilayah di Iran sejak kerusuhan bermula. Angka-angka ini menyoroti skala dan dampak serius dari gelombang protes dan tindakan penegakan hukum yang terjadi. Pemulihan layanan komunikasi diharapkan dapat membantu transparansi informasi dan memfasilitasi pelaporan situasi di lapangan.




















