Serpihan Pesawat Ditemukan Pendaki di Puncak Bulusaraung

Diposting pada

Serpihan Diduga Pesawat ATR Ditemukan Pendaki di Puncak Gunung Bulusaraung

Peristiwa mengejutkan terjadi di puncak Gunung Bulusaraung, yang terletak di perbatasan Kabupaten Pangkep, Maros, dan Bone, Sulawesi Selatan. Sekelompok pendaki dilaporkan menemukan serpihan yang diduga kuat berasal dari pesawat jenis ATR. Penemuan ini memicu perhatian serius dari pihak berwenang, terutama Kantor SAR Makassar, yang segera bergerak untuk melakukan verifikasi dan pengamanan.

Informasi mengenai penemuan serpihan ini pertama kali menyebar melalui media sosial, diiringi dengan beredarnya video dan foto yang memperlihatkan puing-puing tersebut. Dalam rekaman yang beredar, terlihat serpihan-serpihan tersebut dalam kondisi yang mengkhawatirkan, beberapa di antaranya tampak terbakar. Selain potongan badan pesawat, para pendaki juga menemukan barang-barang lain, termasuk dokumen dan sebuah logo instansi yang menampilkan lambang Garuda, yang semakin memperkuat dugaan bahwa serpihan tersebut memang berasal dari sebuah pesawat.

Respons Cepat Tim SAR

Menanggapi laporan yang masuk, Kepala Operasi Kantor SAR Makassar, Andi Sultan, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai temuan serpihan yang diduga kuat milik pesawat ATR-42 500. “Kami menerima informasi pada pukul 16.33 dari potensi SAR yang ada di sana dan mengirimkan gambar diduga sebagai serpihan pesawat,” ujar Andi Sultan.

Tim SAR tidak membuang waktu. Setelah menerima laporan, serpihan-serpihan yang ditemukan oleh para pendaki tersebut segera diamankan sementara di rumah kepala dusun setempat. “Kami sudah komunikasi dengan pendaki, kami sudah konfirmasi dengan Pak Dusun, serpihan yang dibawa sama pendaki sebagian sudah diserahkan ke Pak Dusun,” jelas Andi Sultan dalam sebuah wawancara.

Pencarian dan investigasi lebih lanjut rencananya akan dilanjutkan keesokan harinya, Minggu pagi, sekitar pukul 05.00 WITA, untuk memastikan cakupan temuan dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan.

Identitas Pesawat dan Potensi Penumpang

Temuan serpihan ini sangat relevan dengan laporan hilangnya kontak sebuah pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) yang terbang dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat jenis ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu siang tersebut, berangkat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak ini merupakan buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611. Hilangnya kontak terjadi sekitar pukul 04.23 UTC atau 11.23 WIB. Momen kritis ini terjadi saat pesawat sedang dalam proses pendekatan menuju landasan pacu RWY 21 di Bandara Sultan Hasanuddin.

Berdasarkan pantauan Air Traffic Control (ATC) Makassar, posisi terakhir pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya. Lokasi dugaan jatuhnya pesawat diperkirakan berada di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros, yang menjadi alasan utama Basarnas mendirikan posko pencarian di sekitar area tersebut.

Lebih lanjut, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, mengonfirmasi bahwa terdapat beberapa pegawainya yang ikut dalam penerbangan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut. Para pegawai KKP ini diketahui sedang menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.

Tim air surveillance yang dimaksud berasal dari Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Berikut adalah daftar nama pegawai KKP yang teridentifikasi berada di dalam pesawat:

  • Ferry Irrawan: Dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, menjabat sebagai Analis Kapal Pengawas.
  • Deden Mulyana: Dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, menjabat sebagai Pengelola Barang Milik Negara.
  • Yoga Nauval: Menjabat sebagai Operator Foto Udara.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, juga merilis daftar kru mereka yang berada di dalam pesawat. Terdapat tujuh kru yang bertugas dalam penerbangan tersebut, yaitu:

  • Capt. Andy Dahananto (Pilot)
  • Yudha Mahardika
  • Hariadi
  • Franky D Tanamal
  • Junaidi
  • Florencia Lolita
  • Esther Aprilita S

Penemuan serpihan ini menjadi titik awal penting dalam upaya pencarian dan investigasi yang dilakukan oleh tim SAR dan pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti hilangnya kontak pesawat ATR tersebut.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan