Mi Pan Hingga Chicongfan: 9 Jajanan Glodok Paling Diburu

Diposting pada

Glodok, sebuah kawasan yang identik dengan denyut nadi perdagangan di Jakarta, menyimpan kekayaan kuliner yang tak kalah memikat. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas bisnisnya yang tak pernah padam, jajanan kaki lima di kawasan ini justru menjadi primadona yang terus dicari, menawarkan cita rasa autentik dan pengalaman bersantap yang tak terlupakan. Keberadaan mereka membuktikan bahwa Glodok bukan sekadar pusat perbelanjaan, melainkan sebuah ruang hidup kuliner yang terus lestari, diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam beberapa waktu terakhir, Glodok kembali menjadi magnet bagi para penikmat kuliner, baik dari kalangan warga Jakarta sendiri maupun wisatawan yang penasaran. Daya tarik utamanya tidak hanya terletak pada restoran-restoran legendaris yang telah berdiri puluhan tahun, tetapi juga pada deretan jajanan kaki lima yang menawarkan harga bersahabat dan rasa yang otentik. Mulai dari kudapan ringan berbahan dasar tepung beras hingga minuman pelepas dahaga yang menyegarkan, aneka hidangan sederhana ini seolah menjadi saksi bisu perubahan wajah Glodok, namun tetap kokoh mempertahankan eksistensinya.

Ragam Jajanan Kaki Lima yang Menggoda Selera di Glodok

Kekayaan kuliner Glodok terbentang di sepanjang jalan, menyelinap di pasar tradisional, bahkan hingga ke sudut-sudut gang yang sempit. Setiap sudut menawarkan aroma dan rasa yang berbeda, mengundang siapa saja untuk mencicipi. Berikut adalah beberapa jajanan kaki lima yang patut Anda coba saat berkunjung ke Glodok:

1. Cheong Fun (Chicongfan)

Cheong fun, atau yang juga dikenal sebagai chicongfan, adalah salah satu jajanan yang cukup mudah ditemukan di Glodok. Jajanan ini terbuat dari adonan tepung beras yang diolah hingga menghasilkan tekstur yang sangat lembut. Kelezatannya semakin terasa dengan siraman saus gurih-manis yang khas.

Variasi isiannya pun beragam, mulai dari udang segar, suwiran ayam, hingga cakwe yang renyah. Yang menarik, proses pembuatannya seringkali dilakukan langsung di depan mata pembeli, menambah sensasi kesegaran dan kehangatan jajanan ini.

2. Mi Pan

Mi pan merupakan jajanan khas Tionghoa yang masih dapat Anda temui di kawasan Glodok. Kudapan ini dibuat dari adonan tepung beras yang dikukus hingga matang, menghasilkan tekstur yang lembut namun tetap padat.

Penyajiannya semakin istimewa dengan taburan bawang putih goreng yang harum semerbak, berpadu dengan saus gurih yang ringan di lidah. Kombinasi rasa manis, asin, dan gurih yang seimbang menjadikan mi pan pilihan yang digemari, terutama bagi mereka yang mendambakan jajanan hangat dengan cita rasa klasik yang otentik.

3. Es Cendol Duren

Di tengah teriknya matahari dan keramaian Glodok, es cendol durian hadir sebagai pelepas dahaga yang tak tertahankan. Perpaduan antara cendol yang kenyal, santan yang gurih, gula aren yang manis legit, dan aroma durian yang kuat menciptakan harmoni rasa yang khas. Minuman segar ini kerap menjadi buruan utama, terutama saat siang hari yang terik.

4. Kwotie

Kwetiau kaki lima di Glodok memiliki ciri khas aroma yang menggugah selera, hasil dari proses memasak di atas api besar. Hidangan ini biasanya disajikan dengan tambahan telur, tauge segar, serta pilihan daging atau seafood sesuai selera.

Rasanya yang sederhana namun mengenyangkan menjadikan kwotie sebagai pilihan makan siang yang praktis dan memuaskan di tengah aktivitas Anda di Glodok.

5. Kaloci

Kaloci adalah jajanan tradisional yang terbuat dari tepung ketan. Isiannya berupa kacang tumbuk yang dihaluskan dan gula, memberikan sentuhan rasa manis yang tidak berlebihan.

Teksturnya yang kenyal menjadikannya camilan yang menyenangkan. Kaloci seringkali menjadi pilihan favorit untuk menemani sore hari, baik bagi pengunjung maupun warga setempat yang sedang bersantai.

6. Bagodut (Bakso Goreng Gendut)

Bagodut, singkatan dari bakso goreng gendut, mudah dikenali dari ukurannya yang relatif besar dibandingkan bakso goreng pada umumnya. Digoreng hingga berwarna kecokelatan, bagian luarnya terasa renyah, sementara bagian dalamnya tetap empuk dan lembut.

Jajanan ini sangat nikmat disantap dengan cocolan saus sambal pedas atau saus kacang yang gurih.

7. Otak-otak Bakar

Otak-otak bakar masih menjadi salah satu jajanan yang sangat diminati di Glodok. Proses pemanggangan menggunakan arang memberikan aroma khas yang sangat menggugah selera.

Biasanya, otak-otak ini disajikan dengan saus kacang yang kaya rasa atau saus sambal yang sedikit pedas, menjadikannya camilan yang sempurna.

8. Es Potong

Sebagai penutup yang manis dan menyegarkan, es potong menjadi salah satu jajanan yang masih bertahan di kawasan Glodok. Tersedia dalam berbagai rasa klasik yang akrab di lidah, seperti cokelat, kacang hijau, dan kelapa.

Disajikan secara sederhana, es potong menawarkan sensasi kesegaran yang membangkitkan kenangan masa lalu, sebuah nostalgia dalam setiap gigitan.

9. Cakwe

Cakwe adalah jajanan yang sangat mudah ditemukan di sepanjang kawasan Glodok, terutama pada pagi hingga siang hari. Makanan gorengan khas Tionghoa ini memiliki tekstur luar yang renyah dan bagian dalam yang empuk, seringkali dinikmati sebagai camilan mandiri atau sebagai pelengkap hidangan lainnya.

Di Glodok, cakwe biasanya dijajakan dalam kondisi masih hangat dan disajikan tanpa banyak tambahan, baik dimakan langsung maupun dicocol dengan saus pendamping.

Keberadaan jajanan kaki lima yang beragam dan lezat di Glodok ini menegaskan kembali posisinya sebagai destinasi kuliner yang kaya. Lebih dari sekadar pusat perdagangan, Glodok adalah sebuah ekosistem kuliner yang hidup, menjaga tradisi rasa dan diwariskan kepada generasi penerus, menjadikannya tempat yang tak pernah kehilangan pesonanya.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan