Kampung Pas: Ruang Pemberdayaan dan Harapan Baru bagi Warga Binaan di NTB
Mataram, NTB – Sebuah inisiatif inovatif yang menggabungkan pemberdayaan masyarakat dan pemulihan bagi warga binaan telah diresmikan di jantung Kota Mataram. Kampung Pas, sebuah pusat jajanan dan kuliner rakyat yang juga dilengkapi dengan nuansa hiburan musik langsung, kini hadir sebagai destinasi alternatif yang menjanjikan bagi masyarakat setempat dan sekitarnya. Peresmian yang berlangsung pada Sabtu (17/01) ini dihadiri langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, beserta Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Soedjoko.
Acara ini juga turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) NTB, Anak Agung Gde Krisna, dan jajarannya, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Kehadiran Kampung Pas bukan sekadar sebagai tempat rekreasi semata, melainkan merupakan wujud nyata dari upaya pemberdayaan yang diharapkan dapat terus diperluas jangkauannya.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kampung Pas adalah lebih dari sekadar pusat kuliner. “Ini bukan sekadar tempat kuliner, tetapi ruang pembinaan dan ruang harapan. Kita ingin warga binaan punya bekal keterampilan dan peluang ekonomi yang nyata,” tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi visi di balik Kampung Pas, yaitu untuk memberikan kesempatan kedua dan membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Inisiatif Kampung Pas ini merupakan kolaborasi apik antara Kantor Wilayah Ditjenpas NTB dengan dukungan dari seluruh kepala lembaga pemasyarakatan di Provinsi NTB. Yang menarik, warga binaan dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari proses pembangunan hingga pengelolaan produk-produk yang ditawarkan. Keterlibatan ini tidak hanya bertujuan untuk membangun fisik tempat, tetapi juga untuk menanamkan rasa memiliki dan tanggung jawab, serta mengembangkan keterampilan praktis yang esensial. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan komunitas di Kota Mataram juga menjadi pilar penting dalam mewujudkan proyek ini.
Galeri Karya Warga Binaan: Membuka Pintu Peluang Ekonomi
Selain peresmian Kampung Pas, momen bersejarah ini juga ditandai dengan pembukaan Galeri Hasil Karya Warga Binaan Pemasyarakatan. Galeri ini dirancang sebagai platform untuk mempromosikan produk-produk kreatif yang dihasilkan oleh warga binaan. Keberadaan galeri ini merupakan bagian integral dari program penguatan pembinaan yang bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Melalui galeri ini, karya-karya unik dan bernilai seni yang diciptakan oleh tangan-tangan terampil warga binaan akan diperkenalkan kepada publik. Mulai dari kerajinan tangan, produk tekstil, hingga karya seni lainnya, semuanya memiliki potensi untuk menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan. Dengan demikian, galeri ini berfungsi sebagai jembatan antara keterampilan yang dimiliki warga binaan dengan pasar yang lebih luas, membuka peluang ekonomi yang sebelumnya mungkin sulit dijangkau.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dampak Sosial dan Ekonomi
Area Kampung Pas sendiri ditata dengan apik, menyediakan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mendirikan stan makanan dan minuman. Meskipun tertata sederhana, setiap stan dirancang agar terlihat rapi dan menarik, didukung oleh aksesibilitas yang mudah bagi pengunjung serta lahan parkir yang memadai. Penataan ini mencerminkan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan ramah bagi seluruh pengunjung.
Harapan besar disematkan pada keberadaan Kampung Pas. Lebih dari sekadar tempat untuk bersantai dan menikmati hiburan, ia diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi berbasis komunitas. Perhatian khusus diberikan kepada warga binaan, di mana melalui kegiatan usaha dan penjualan produk di galeri, mereka dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung.
Kampung Pas menjadi representasi nyata dari sebuah kolaborasi yang efektif, yang mampu menghasilkan manfaat ganda: sosial dan ekonomi. Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pemasyarakatan, warga binaan, dan masyarakat luas, proyek ini tidak hanya memberikan peluang baru bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan, tetapi juga memperkuat semangat inklusivitas dalam pembangunan daerah. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berdaya bagi semua. Pemberdayaan melalui keterampilan dan peluang ekonomi yang nyata menjadi kunci utama dalam mewujudkan harapan ini.



















