Keputusan kontroversial Mikel Arteta untuk mengganti kapten Martin Odegaard di tengah pertandingan Arsenal melawan Manchester United menuai kritik tajam. Legenda Arsenal, David Seaman, menyuarakan kekecewaannya, menyebut pergantian empat pemain sekaligus sebagai langkah yang mengganggu ritme permainan tim berjuluk The Gunners.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Emirates pada Minggu (25/1/2026) dalam lanjutan Liga Inggris pekan ke-23 ini memang diwarnai drama. Arsenal sempat unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri pemain Manchester United, Lisandro Martinez. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Manchester United berhasil menyamakan kedudukan sebelum jeda babak pertama melalui Bryan Mbeumo, yang memanfaatkan kesalahan pertahanan Arsenal yang melibatkan Martin Zubimendi.
Dominasi Manchester United, yang menunjukkan peningkatan signifikan di bawah asuhan manajer sementara Michael Carrick, semakin terlihat di babak kedua. Tim tamu berhasil membalikkan keadaan melalui gol spektakuler dari Patrick Dorgu.
Tak lama setelah gol Dorgu tercipta, Mikel Arteta mengambil keputusan drastis dengan melakukan empat pergantian pemain sekaligus. Eberechi Eze, Viktor Gyokeres, Mikel Merino, dan Ben White dimasukkan ke lapangan. Salah satu pemain yang ditarik keluar adalah kapten tim, Martin Odegaard. Seaman berpendapat bahwa keputusan ini sangat aneh dan justru merusak momentum tim yang sedang berusaha bangkit.
Meskipun sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-84 melalui gol pemain pengganti, Mikel Merino, kebahagiaan pendukung Arsenal tidak berlangsung lama. Manchester United kembali melancarkan serangan balik cepat, dan Matheus Cunha berhasil mencetak gol kemenangan yang brilian, memastikan tiga poin untuk tim tamu.
Analisis Perubahan yang Mengganggu Momentum
Menanggapi pertanyaan mengenai perubahan yang dilakukan Arteta di babak kedua, David Seaman mengungkapkan keheranannya di Premier League Productions.
“Sejujurnya, saya terkejut,” ujar Seaman. “Saat itu skornya 2-1, itu hampir seperti reaksi spontan terhadap gol kedua United, saya tidak tahu mengapa tetapi itu menimbulkan sedikit ketegangan di antara para penonton. Anda menarik keluar kapten Anda dan dia tampak tidak senang dengan itu.”
Seaman melanjutkan kritiknya, “Itu benar-benar mengejutkan saya karena dia adalah playmaker kita, menariknya keluar mengubah segalanya karena Declan Rice harus mundur dan kemudian Eze masuk yang belum banyak berkontribusi untuk Arsenal. Itu pergantian pemain yang aneh dan memasukkan empat pemain sekaligus benar-benar mengganggu momentum tim.”
Kritik serupa juga datang dari mantan gelandang Manchester United, Owen Hargreaves. Ia juga menyatakan keterkejutannya atas keputusan menarik keluar Odegaard.
“Saya juga terkejut,” kata Hargreaves. “Saya menyukai Eze, tetapi Odegaard adalah pemain yang tepat untuk memberikan umpan karena United bermain bertahan. Eze bukan tipe pemain seperti itu, dia adalah pemain yang jago menggiring bola dan tidak ada ruang di tengah lapangan. Odegaard bisa saja memberikan umpan, bahasa tubuhnya sangat menunjukkan sesuatu, dia terkejut karena diganti. Saya rasa Anda tidak seharusnya mengganti kapten, Anda membutuhkan kehadirannya.”
Pernyataan Kapten Odegaard Pasca Laga
Martin Odegaard, sebagai salah satu pemain yang merasakan langsung dampak kekalahan ini, tidak menutup diri dari evaluasi. Ia mengakui bahwa penampilan tim belum cukup baik dan membutuhkan waktu untuk menganalisis apa yang salah.
“Penampilan kami belum cukup baik dan kami butuh waktu untuk menganalisisnya,” kata Odegaard kepada Sky Sports. “Seharusnya kami bisa tampil lebih baik, tetapi sekarang saatnya untuk lebih bersatu, terus bekerja keras, saling mendorong, dan bangkit kembali.”
Odegaard merinci jalannya pertandingan, “Di babak pertama kami bermain lebih baik, kami mencetak gol dan mengendalikan permainan tetapi banyak melakukan kesalahan. Kami berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 tetapi kemudian mereka langsung mencetak gol lagi.”
Menyoroti ketatnya persaingan di liga, Odegaard menambahkan, “Liga ini tidak akan pernah mudah, kita tahu itu. Saya pikir kami sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan ini, kami memulai pertandingan dengan baik dan di babak kedua kami melihat momentum sedikit berubah.”
Ia menegaskan pentingnya evaluasi dan kerja keras, “Performa kami seharusnya bisa lebih baik dan kami harus mengambil pelajaran dari ini serta terus bekerja keras. Setiap pertandingan adalah tantangan besar, ini bagian dari sepak bola.”
Meskipun menghadapi kekalahan yang menyakitkan dan membuat jarak dengan peringkat kedua semakin menipis dalam perebutan gelar juara, Odegaard tetap menunjukkan semangat juang.
“Kami masih berada di puncak klasemen jadi kami harus terus maju dan segera bangkit kembali, itulah satu-satunya jalan keluar,” tutupnya, menunjukkan tekad untuk bangkit dari keterpurukan.




















