Pada awal pekan ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sinyal positif. Namun, para pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see, terutama terkait dengan agenda pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed).
Saat pembukaan perdagangan, IHSG tercatat mengalami kenaikan sebesar 16,72 poin atau setara dengan 0,19 persen, sehingga mencapai posisi 8.967,73. Sementara itu, indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,59 poin atau 0,07 persen, berada pada level 872,99.
Proyeksi dan Sentimen Pasar
Menurut Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan akan mengalami konsolidasi dengan rentang pergerakan antara 8.850 hingga 9.050 sebelum menentukan arah tren selanjutnya. “Apabila IHSG mampu bertahan dan ditutup di atas level 9.050, ada potensi besar untuk melanjutkan tren rebound,” ujarnya dalam analisisnya.
Fokus Investor Global
Perhatian utama investor global tertuju pada hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang dijadwalkan pada tanggal 27-28 Januari 2026. Konsensus pasar memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5-3,75 persen.
Selain itu, dari bursa Wall Street, pelaku pasar juga menantikan laporan kinerja keuangan dari sejumlah perusahaan teknologi terkemuka. Laporan ini akan menjadi indikator penting untuk menilai prospek saham-saham di sektor teknologi, terutama yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Data Ekonomi yang Dinantikan
Beberapa data ekonomi global juga menjadi perhatian utama para investor, antara lain:
Durable Goods Orders: Indikator pesanan barang tahan lama dari AS.
Producer Price Index (PPI): Indeks harga produsen yang juga berasal dari AS.
Data Pertumbuhan Ekonomi: Informasi mengenai pertumbuhan ekonomi dari kawasan Euro.
Purchasing Managers’ Index (PMI): Data PMI dari Tiongkok.
Perubahan Metodologi MSCI
Dari dalam negeri, pasar menantikan pengumuman terkait metodologi perhitungan free float saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI berencana untuk mengubah perhitungan free float saham emiten-emiten di Indonesia agar memenuhi syarat untuk masuk ke dalam indeks global. Proses pengumpulan masukan publik telah ditutup pada 31 Desember 2025, dan hasilnya akan diumumkan sebelum tanggal 30 Januari 2026. Jika perubahan ini disetujui, maka akan berlaku efektif pada saat tinjauan indeks MSCI pada bulan Mei 2026.
Target Investasi Danantara
Di sisi lain, Danantara menargetkan penempatan investasi hingga mencapai 14 miliar dolar AS pada tahun ini. Target ini meningkat signifikan dari komitmen sebesar 8 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya, yang berasal dari dividen perusahaan-perusahaan milik negara.
Performa Bursa Eropa dan AS
Pada perdagangan hari Jumat sebelumnya (23 Januari 2026), bursa saham Eropa menunjukkan performa yang beragam. Sebagian besar indeks utama mengalami penurunan, termasuk Euro Stoxx 50 yang melemah 0,13 persen, indeks FTSE 100 Inggris yang turun 0,07 persen, dan indeks CAC Prancis yang terkoreksi 0,07 persen. Sementara itu, indeks DAX Jerman berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,18 persen.
Di bursa AS, Wall Street, mayoritas indeks utama justru menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan tipis sebesar 0,58 persen dan ditutup pada level 49.098,71. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,03 persen ke level 6.915,61, dan indeks Nasdaq Composite mencatat kenaikan sebesar 0,34 persen, berakhir pada level 25.065,47.
Kondisi Bursa Regional Asia
Pada pagi hari ini, bursa saham regional Asia menunjukkan performa yang bervariasi. Beberapa indeks utama mengalami penurunan, sementara yang lain berhasil mencatatkan kenaikan. Berikut adalah rinciannya:
Indeks Nikkei (Jepang): Melemah signifikan sebesar 1.017,19 poin atau 1,89 persen, berakhir pada level 52.829,69.
Indeks Shanghai (Tiongkok): Menguat sebesar 16,47 poin atau 0,40 persen, mencapai level 4.152,64.
Indeks Hang Seng (Hong Kong): Naik sebesar 114,00 poin atau 0,43 persen, berada pada posisi 26.863,50.
Indeks Strait Times (Singapura): Melemah sebesar 9,32 poin atau 0,19 persen, ditutup pada level 4.882,12.


