Pendapa Pati Alos: Cagar Budaya yang Kembali Bersinar di Situbondo
Pendapa Pati Alos, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, telah diresmikan kembali pada hari Minggu, 25 Januari 2026. Peresmian ini menandai babak baru bagi bangunan cagar budaya tersebut, yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Situbondo.
Pendapa Pati Alos, yang oleh warga setempat juga dikenal dengan sebutan Pate Alos, dulunya merupakan Kawedanan atau Gedung Karesidenan. Bangunan ini dahulunya merupakan kantor pertama bupati Besuki, yang kemudian dikenal sebagai bupati Situbondo. Lokasinya berada di kawasan bersejarah Besuki, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari identitas dan memori kolektif masyarakat setempat.
Revitalisasi dan Potensi Pendapa Pati Alos
Peresmian Pendapa Pati Alos dilakukan setelah selesainya proses revitalisasi bangunan tersebut. Revitalisasi ini bertujuan untuk mengembalikan kejayaan dan fungsi bangunan bersejarah ini, serta menjadikannya pusat kegiatan budaya dan edukasi bagi masyarakat.
Menurut seorang tokoh penting, bangunan eks Kawedanan ini memiliki usia lebih dari 220 tahun dan masih sangat layak untuk dikembangkan menjadi museum dan pusat kebudayaan. Beliau menyatakan, “Kalau dilihat secara fisik, bangunan ini sangat layak menjadi suatu museum.”
Potensi Pendapa Pati Alos sebagai museum sangat besar. Bangunan ini dapat menghadirkan narasi utuh tentang sejarah Karesidenan Besuki, yang pada masanya membawahi lima kabupaten. Museum ini dapat menceritakan sejarah Karesidenan Besuki, bagaimana masa-masa itu, dan keberlanjutannya hingga saat ini.
Selain sebagai museum, Pendapa Pati Alos juga berpotensi menjadi pusat budaya yang hidup. Bangunan ini tidak hanya akan menjadi ruang pertunjukan sejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pembelajaran, dan aktivitas seni bagi masyarakat Situbondo. Tingkat keaslian bangunan yang masih tinggi, mulai dari struktur ruang hingga atmosfer heritage, menjadi kekuatan utama Pendapa Pati Alos.
Pengakuan dan Dukungan Pemerintah
Untuk memastikan pengelolaan dan pengembangan Pendapa Pati Alos dapat dilakukan secara optimal, diusulkan agar Gedung Eks Karesidenan Besuki dapat ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional. Dengan status tersebut, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terjalin lebih erat dalam melestarikan dan mengembangkan bangunan bersejarah ini.
Balai Kebudayaan Jawa Timur diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan arahan dan dukungan teknis terkait rencana pengembangan Pendapa Pati Alos. Komunikasi dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait sangat penting untuk memastikan revitalisasi dan pengembangan Pendapa Pati Alos berjalan sesuai dengan harapan.
Visi Pengembangan Wisata Kota Tua Besuki
Revitalisasi Pendapa Pati Alos menjadi titik awal pengembangan Wisata Kota Tua Besuki melalui pendekatan pelestarian sejarah, edukasi budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat. Peresmian ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga ikhtiar bersama untuk bangkit, menjaga warisan sejarah, dan menata masa depan Besuki dengan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan.
Pendapa Pati Alos mengambil namanya dari Kiai Pate Alos atau Raden Bagus Kasim Wirodipuro, Patih pertama Besuki pada abad ke-18. Tokoh ini dikenal sebagai figur pemimpin lokal yang arif, berakar kuat pada nilai budaya dan agama, serta berjasa dalam pembentukan pemerintahan Besuki. Nama ini menjadi pengingat akan sejarah panjang dan kontribusi penting tokoh tersebut bagi perkembangan Besuki.
Pendapa Pati Alos diharapkan dapat menjadi ikon baru bagi Situbondo, menarik wisatawan dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Pengembangan Wisata Kota Tua Besuki akan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, termasuk pariwisata, kuliner, kerajinan tangan, dan lain-lain.
Langkah-Langkah Pengembangan Wisata Kota Tua Besuki
Untuk mewujudkan visi pengembangan Wisata Kota Tua Besuki, beberapa langkah strategis perlu dilakukan:
-
Pelestarian Bangunan Bersejarah: Upaya pelestarian dan revitalisasi bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Besuki harus terus dilakukan. Hal ini penting untuk menjaga keaslian dan nilai sejarah kawasan tersebut.
-
Pengembangan Infrastruktur: Infrastruktur pendukung pariwisata, seperti jalan, penerangan, fasilitas umum, dan transportasi, perlu ditingkatkan. Hal ini akan membuat wisatawan merasa nyaman dan aman saat berkunjung ke Besuki.
-
Promosi dan Pemasaran: Promosi dan pemasaran Wisata Kota Tua Besuki perlu dilakukan secara gencar melalui berbagai media, baik online maupun offline. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
-
Pemberdayaan Masyarakat: Masyarakat setempat perlu dilibatkan secara aktif dalam pengembangan Wisata Kota Tua Besuki. Mereka dapat berperan sebagai pelaku wisata, penyedia jasa, atau pengrajin produk lokal.
-
Pengembangan Produk Wisata: Produk wisata yang menarik dan beragam perlu dikembangkan, seperti paket wisata sejarah, wisata budaya, wisata kuliner, dan wisata alam.
Dengan langkah-langkah yang tepat, Wisata Kota Tua Besuki dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang menarik wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara. Pendapa Pati Alos akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam pengembangan Wisata Kota Tua Besuki, dan menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Situbondo.















