Penyesuaian Jadwal Liga Beri Napas Persib di Tengah Perjuangan Asia
Keputusan operator liga untuk melakukan penyesuaian jadwal pertandingan disambut baik oleh pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. Langkah ini dianggap krusial dalam upaya Maung Bandung untuk menyeimbangkan dua kompetisi penting: Liga 1 Indonesia dan Liga Champions Asia 2 (ACL 2) 2024/2026. Penyesuaian ini memberikan sedikit kelonggaran bagi tim untuk fokus pada agenda internasional yang semakin menuntut.
Persib baru saja meraih kemenangan penting atas Persis Solo pada pekan ke-19 Liga 1 musim 2025/2026, Sabtu (30/1). Kemenangan tipis 1-0 tersebut berhasil mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen sementara. Namun, euforia kemenangan tersebut segera dibayangi oleh jadwal padat yang menanti, terutama dengan partisipasi mereka di ACL 2.
Tantangan berat langsung menghadang. Persib dijadwalkan akan melakoni laga tandang melawan Ratchaburi FC di Thailand pada 11 Februari, dilanjutkan dengan pertemuan menghadapi Borneo FC di kandang pada 16 Februari. Puncaknya, leg kedua melawan Ratchaburi FC akan digelar di kandang sendiri pada 18 Februari. Jadwal yang berdekatan ini berpotensi besar membebani fisik para pemain, meningkatkan risiko kelelahan dan cedera.
Menyadari krusialnya momen ini, operator liga akhirnya mengambil langkah bijak dengan menjadwal ulang pertandingan Persib melawan Borneo FC. Perubahan ini memberikan kesempatan bagi skuad Maung Bandung untuk memulihkan kondisi dan mempersiapkan diri secara optimal demi menghadapi laga-laga krusial di kancah Asia.
Bojan Hodak menekankan pentingnya dukungan ini, mengingat Persib tidak hanya bermain untuk diri sendiri, tetapi juga membawa nama Indonesia di panggung internasional.
“Lihat, kita sedang bermain di Liga Champions,” ujar Bojan Hodak pada Sabtu (31/1). “Ya, karena kita ingin melakukan sesuatu, tapi kita juga mewakili sepak bola Indonesia.”
Pelatih asal Kroasia ini menilai bahwa penyesuaian jadwal adalah sebuah keniscayaan yang positif. Hal ini akan memberikan waktu yang lebih memadai bagi tim untuk melakukan persiapan matang, baik dari segi taktik maupun kebugaran fisik pemain. Dengan jadwal yang lebih manusiawi, risiko kelelahan ekstrem dapat diminimalisir, memungkinkan pemain untuk tampil dalam kondisi terbaik mereka.
Dukungan untuk Performa di Asia
Bojan Hodak secara tegas menyatakan bahwa dalam situasi seperti ini, federasi sepak bola dan operator liga memiliki peran penting untuk memberikan dukungan.
“Jadi, tentu saja Asosiasi Sepak Bola dan Liga harus membantu,” terangnya. “Jadi, mereka membantu untuk pertandingan melawan Borneo, mereka membantu.”
Dukungan ini tidak hanya terbatas pada penyesuaian jadwal saat ini. Bojan Hodak juga mengisyaratkan bahwa kemungkinan adanya perubahan jadwal lebih lanjut dapat terjadi jika Persib berhasil melaju ke babak-babak selanjutnya di ACL 2. Hal ini menunjukkan kesadaran akan tingginya tingkat kesulitan dan kebutuhan adaptasi yang berkelanjutan seiring dengan progres tim di kompetisi tersebut.
Harapan utama pelatih adalah dapat mempersiapkan tim dengan sebaik mungkin agar misi utama mereka di ACL 2 dapat tercapai. Persiapan yang maksimal akan menjadi kunci untuk memastikan rentetan kemenangan terus diraih di setiap pertandingan.
Meskipun demikian, Bojan Hodak mengakui bahwa situasi ini tetap menjadi tantangan.
“Sudah. Tapi jika kita lolos, itu akan menjadi masalah,” tutupnya, menyiratkan bahwa keberhasilan di ACL 2 akan kembali menghadirkan dilema penjadwalan yang perlu dihadapi.
Agenda Krusial Persib Bandung
Berikut adalah agenda padat yang dihadapi Persib Bandung di bulan Februari:
- 11 Februari: Pertandingan tandang melawan Ratchaburi FC (ACL 2)
- 16 Februari: Pertandingan melawan Borneo FC (Liga 1 – jadwal baru)
- 18 Februari: Pertandingan kandang melawan Ratchaburi FC (ACL 2)
Penyesuaian jadwal ini diharapkan memberikan ruang bernapas bagi skuad Persib untuk memaksimalkan potensi mereka, baik di kancah domestik maupun internasional, serta membawa nama baik sepak bola Indonesia di panggung Asia.




