Sanksi Berat Hantui Persis Solo Jelang Laga Krusial, Denda Rp250 Juta Akibat Aksi Suporter
Menjelang pertandingan penting melawan Persib Bandung dalam lanjutan BRI Liga Super 2025/2026 pekan ke-19, Persis Solo harus menghadapi kenyataan pahit. Klub berjuluk Laskar Sambernyawa ini dijatuhi sanksi denda yang signifikan sebesar Rp250 juta. Keputusan berat ini datang dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI sebagai konsekuensi dari pelanggaran yang dilakukan oleh para suporternya.
Sanksi ini merupakan hasil dari serangkaian sidang Komdis PSSI yang diselenggarakan antara tanggal 7 hingga 20 Januari 2026. Pengumuman resminya sendiri baru dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026. Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan, Komdis PSSI merinci bahwa pelanggaran yang menjerat Persis Solo terjadi pada pertandingan melawan Persita Tangerang pada tanggal 4 Januari 2026.
Detail Pelanggaran dan Sanksi
Insiden yang memicu sanksi ini adalah penyalaan flare dalam jumlah yang terbilang banyak. Aksi tersebut dilakukan oleh sebagian penonton yang menyaksikan pertandingan di Tribun Selatan, Tribun Timur, dan Tribun Utara. Komdis PSSI secara tegas menyatakan, “Terjadi penyalaan flare dalam jumlah banyak di Tribun Selatan, Tribun Timur, dan Tribun Utara.”
Akibat dari pelanggaran disiplin suporter ini, Persis Solo dibebani kewajiban membayar denda sebesar Rp250.000.000. Jumlah ini menjadi salah satu denda terbesar yang dijatuhkan dalam rangkaian sidang Komdis PSSI sepanjang periode Januari 2026. Tentu saja, sanksi ini akan menjadi catatan penting dan memerlukan perhatian serius dari manajemen Persis Solo, terutama mengingat pentingnya laga yang akan dihadapi melawan Persib Bandung.
Bukan Hanya Persis Solo, Sejumlah Klub dan Pemain Turut Menerima Sanksi
Kasus yang menimpa Persis Solo bukanlah satu-satunya dalam gelaran sidang Komdis PSSI kali ini. Komite Disiplin PSSI secara konsisten menjatuhkan berbagai sanksi kepada klub-klub dan individu pemain yang terlibat dalam pelanggaran di berbagai tingkatan kompetisi. Mulai dari kompetisi kasta tertinggi seperti BRI Liga Super, hingga ajang lain seperti Pegadaian Championship, Liga Nusantara, dan bahkan kompetisi usia muda (Elite Pro Academy/EPA).
Beberapa sanksi lain yang turut dikeluarkan oleh Komdis PSSI antara lain:
- PSM Makassar: Didenda sebesar Rp50 juta. Sanksi ini diberikan lantaran lima pemain klub tersebut kedapatan menerima kartu kuning dalam satu pertandingan yang sama.
- Madura United FC: Denda yang harus dibayar mencapai Rp120 juta. Penyebabnya adalah aksi penyalaan flare dalam jumlah banyak yang dilakukan oleh suporter saat tim mereka bertanding melawan PSIM Yogyakarta.
- Persib Bandung: Klub asal Bandung ini juga tidak luput dari sanksi denda. Pelanggaran yang dilakukan terkait dengan pelemparan benda dan juga penyalaan petasan saat mereka berhadapan dengan Persija Jakarta.
Selain sanksi berupa denda, Komdis PSSI juga menjatuhkan hukuman larangan bermain tambahan kepada sejumlah pemain. Hukuman ini diberikan sebagai konsekuensi dari akumulasi kartu merah yang diterima atau pelanggaran serius lainnya yang dilakukan selama pertandingan di berbagai level kompetisi.
Penegasan Komitmen PSSI dalam Menjaga Sportivitas
Melalui serangkaian keputusan yang telah diambil, Komdis PSSI menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga marwah dan integritas kompetisi sepak bola Indonesia. Penjatuhan sanksi ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan untuk memastikan terciptanya ketertiban, keamanan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas di setiap pertandingan, dari level akar rumput hingga kasta tertinggi liga profesional.
Manajemen klub, para pemain, ofisial, dan tentu saja para suporter diharapkan dapat menjadikan setiap keputusan Komdis PSSI sebagai pelajaran berharga. Tujuannya adalah agar insiden serupa tidak terulang kembali dan seluruh elemen sepak bola nasional dapat berkontribusi positif dalam membangun ekosistem sepak bola yang lebih baik dan profesional di masa depan.



















