Inspirasi dari Sulawesi Tengah: Mahasiswa Kimia Raih Prestasi Gemilang di Tingkat Nasional dan Internasional
Perjalanan seorang mahasiswa tidak selalu mulus, namun bagi Wahyu Hidayat, seorang mahasiswa Kimia dari Universitas Tadulako yang juga merupakan penerima beasiswa Etos ID Palu, masa studinya telah diwarnai oleh serangkaian pencapaian luar biasa. Dalam sebuah sesi evaluasi dan pelaporan yang diselenggarakan oleh Etos ID, Wahyu mempresentasikan rentetan prestasinya, termasuk keberhasilannya dalam meraih pendanaan yang signifikan untuk riset inovatif yang bertujuan menurunkan angka stunting.
Inovasi Penurunan Stunting Berbasis Lokal dan Digital
Salah satu pencapaian paling membanggakan Wahyu adalah kemenangannya sebagai Juara 1 dalam kategori Keberlanjutan Penurunan Stunting di ajang INNOVILLAGE. Ia berhasil meyakinkan para juri dengan proyeknya yang brilian berjudul “Optimasi Penurunan Stunting Melalui Pembuatan Susu Analog Berprotein Tinggi dari Ikan Penja dan Daun Kelor Berbasis Platform Digital Kontrol Masyarakat”. Proyek ini tidak hanya menunjukkan kedalaman pemahaman ilmiahnya, tetapi juga visi sosialnya yang kuat untuk mengatasi salah satu masalah kesehatan paling mendesak di Indonesia.
Proyek inovatif ini berfokus pada pemanfaatan bahan-bahan lokal yang melimpah dan kaya nutrisi, yaitu ikan penja dan daun kelor, untuk menciptakan susu analog berprotein tinggi. Keunggulan utamanya terletak pada pendekatan berbasis platform digital yang memungkinkan kontrol masyarakat, sehingga implementasi dan pemantauan program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Potensi dampak sosial dari proyek ini sangat besar, diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi pencegahan dan penanganan stunting, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan.
Keberhasilan ini tidak hanya sekadar pengakuan, tetapi juga membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp45.000.000. Dana ini direncanakan akan digunakan Wahyu untuk melanjutkan penelitiannya dan mengimplementasikan solusi berbasis teknologi yang telah ia rancang di lapangan, memastikan bahwa inovasinya dapat benar-benar menyentuh masyarakat.
Filosofi Hidup: Kunci Perubahan dan Pertumbuhan
Dalam sesi pelaporan prestasinya, Wahyu Hidayat juga membagikan filosofi hidup yang menjadi kompas dalam setiap langkahnya. Ia menekankan bahwa pertumbuhan sejati tidak hanya tentang menetapkan tujuan, tetapi lebih kepada kemauan yang kuat untuk mewujudkan perubahan.
“Tumbuh bukan sekadar merancang tujuan, tapi seberapa besar kemauan kita untuk melakukan perubahan. Cobalah segalanya, hadapi tantangan, dan berani melangkah menuju impian. Try everything!” ujar Wahyu dengan penuh keyakinan.
Filosofi ini mencerminkan pandangannya bahwa keberhasilan bukanlah hasil akhir semata, melainkan sebuah proses berkelanjutan yang menuntut kemauan untuk terus berupaya, berinovasi, dan tidak ragu mencoba hal-hal baru. Semangat “Try everything!” ini menjadi pendorong baginya untuk terus melampaui batas dan menciptakan dampak positif.
Kepemimpinan dan Pengaruh Global
Selain kiprahnya dalam dunia riset, Wahyu Hidayat juga menunjukkan kapasitas kepemimpinannya yang luar biasa melalui berbagai peran dalam organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum ELSAM FMIPA Universitas Tadulako dan Koordinator Badan Pengelola Pengkaderan (BPP). Dalam kedua posisi tersebut, ia aktif terlibat dalam perancangan strategi pengkaderan jangka panjang dan memastikan program-program yang dijalankan memberikan dampak sosial yang positif bagi para kader.
Prestasi Wahyu tidak berhenti di tingkat nasional. Ia juga berhasil menorehkan nama di kancah internasional melalui partisipasinya dalam International Youth Connection (IYC) Batch 3 yang diselenggarakan di Malaysia dan Singapura. Di ajang bergengsi ini, Wahyu meraih penghargaan “1st Best Presentation” berkat presentasi risetnya yang dinilai sangat inspiratif dan menawarkan solusi praktis untuk mengatasi persoalan kesehatan global, termasuk stunting.
Capaian internasional ini membuktikan bahwa Wahyu tidak hanya mampu bersaing di tingkat domestik, tetapi juga memiliki kapabilitas untuk memperkenalkan potensi dan gagasan inovatif Indonesia kepada dunia.
Peran Etos ID dalam Membentuk Pemimpin Berkarakter
Sebagai penerima beasiswa Etos ID, Wahyu Hidayat memberikan apresiasi tinggi terhadap program tersebut. Ia menilai Etos ID tidak hanya fokus pada pengembangan kemampuan akademik, tetapi juga sangat berperan dalam membentuk karakter dan kepemimpinan.
“Etos ID telah memberi saya lebih dari sekadar kesempatan untuk berkembang di bidang akademik. Program ini mengajarkan saya bagaimana menjadi pemimpin yang memberi kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia,” tuturnya.
Pengalaman ini menegaskan bahwa program beasiswa seperti Etos ID memiliki peran krusial dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan jiwa kepemimpinan yang kuat.
Menjadi Inspirasi bagi Generasi Muda
Dengan segudang prestasi dan komitmen sosial yang dimilikinya, Wahyu Hidayat menjadi contoh nyata bahwa generasi muda Indonesia, khususnya yang berasal dari Sulawesi Tengah, memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif hingga ke tingkat global. Semangat pantang menyerah dan keberaniannya untuk “mencoba segalanya” membuka jalan baginya untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, baik di Indonesia maupun di panggung internasional. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa inovasi, kegigihan, dan kepemimpinan dapat membawa dampak luar biasa.



















