Tragedi Petir di Danau Batur: Seorang Pencari Nafkah Sekaligus Tulang Punggung Keluarga Meninggal Dunia
Kepergian I Wayan Rencana Yasa (37), warga Banjar Tengah, Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya. Insiden tragis yang merenggut nyawanya terjadi pada Minggu (8/2/2026) saat ia sedang melakukan aktivitas memancing di Danau Batur. Petir yang menyambar secara tiba-tiba menjadi penyebab kematiannya, meninggalkan luka dan kesedihan yang mendalam.
I Wayan Rencana Yasa, yang kesehariannya dikenal sebagai seorang pekerja serabutan, merupakan sosok yang sangat diandalkan oleh keluarganya. Ia adalah tulang punggung utama yang menopang kehidupan istri dan dua orang anaknya yang masih balita. Kondisi ekonomi keluarga yang tergolong kurang mampu semakin menambah berat beban yang harus dihadapi oleh sang istri pasca kepergian suaminya.
“Almarhum (I Wayan Rencana Yasa) merupakan keluarga kurang mampu,” ungkap Kepala Dusun Banjar Tengah Desa Nyanglan, I Wayan Purwa Antara, pada Minggu (8/2/2026) malam. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa pentingnya peran almarhum dalam menjaga kelangsungan hidup keluarganya.
Kehidupan yang Penuh Perjuangan
Sebagai pekerja serabutan, I Wayan Rencana Yasa menjalani kehidupan yang penuh dengan kerja keras. Setiap hari ia berjuang untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Sementara itu, sang istri mendedikasikan dirinya sebagai ibu rumah tangga, merawat kedua buah hati mereka yang masih sangat kecil.
Kini, istri almarhum harus menghadapi kenyataan pahit sendirian, merawat anak-anaknya tanpa kehadiran sosok ayah yang selama ini menjadi pelindung dan pencari nafkah utama. Kedua anak mereka masih sangat belia, yang pertama berusia 2,5 tahun, dan yang kedua baru menginjak usia 1 tahun. Keduanya masih sangat membutuhkan kasih sayang dan bimbingan seorang ayah.
“Anak pertamanya masih umur 2,5 tahun, anak keduanya masih 1 tahun. Kedua anaknya masih balita,” tambah Wayan Purwa Antara, menggambarkan betapa rentannya kondisi keluarga yang ditinggalkan.
Prosesi Pemakaman dan Dukacita Keluarga
Saat ini, jenazah I Wayan Rencana Yasa disemayamkan sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung. Pihak keluarga berencana untuk melaksanakan upacara pengabenan pada hari Senin, 9 Februari 2025, di Krematorium Pau, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan.
Peristiwa tragis ini tentu saja menimbulkan rasa duka yang mendalam bagi seluruh kerabat dan masyarakat Desa Nyanglan. Kehilangan seorang pekerja keras sekaligus ayah yang bertanggung jawab menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama dalam kondisi ekonomi yang sudah terbatas. Berbagai upaya bantuan dan dukungan diharapkan dapat mengalir untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Kejadian ini juga menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai saat beraktivitas di alam terbuka, terutama saat cuaca buruk. Penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan diri ketika berada di luar ruangan, terlebih saat kondisi cuaca tidak menentu.




















