Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada Jumat, 13 Februari 2026, dengan catatan yang lesu. Sejumlah saham unggulan seperti AMMN, PANI, dan BREN menunjukkan tren pelemahan pada sesi perdagangan pagi.
Berdasarkan data yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.02 WIB, IHSG terpantau terkoreksi sebesar 0,67%, menempatkannya pada posisi 8.210,13. Dari total ratusan saham yang diperdagangkan, 172 di antaranya berhasil menguat, sementara 336 saham mengalami pelemahan, dan 450 saham lainnya terpantau stagnan.
Saham Kapitalisasi Jumbo Mengalami Pelemahan
Di antara jajaran saham dengan kapitalisasi pasar yang besar, pelemahan harga saham dipimpin oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN). Saham AMMN mengalami koreksi sebesar 3,22%, diperdagangkan pada harga Rp7.525. Posisi kedua ditempati oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang melemah 2,08% ke level Rp10.575. Menyusul di belakangnya adalah saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang terkoreksi 1,83% menjadi Rp8.050.
Selain itu, beberapa saham besar lainnya juga turut mengalami pelemahan. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mencatat koreksi 1,82% dan diperdagangkan di harga Rp2.160. PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) melemah 1,71% ke Rp1.150, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) juga mengalami penurunan harga sebesar 1,64% ke Rp1.795.
Pelemahan harga saham tidak berhenti di situ. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terkoreksi 1,40% ke Rp1.055. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga menunjukkan tren melemah sebesar 1,21% ke Rp93.850. Sementara itu, saham raksasa telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), melemah 1,12% ke level Rp3.520.
Di sisi lain, beberapa saham unggulan justru menunjukkan kinerja yang stagnan. PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tidak mengalami perubahan harga yang signifikan. Satu-satunya saham dari kelompok ini yang berhasil mencatatkan penguatan adalah PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), yang naik 0,88% ke Rp14.300.
Penguatan di Jajaran Saham LQ45
Berbeda dengan tren pelemahan yang terlihat pada beberapa saham kapitalisasi jumbo, jajaran saham dalam indeks LQ45 menunjukkan performa yang lebih positif. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) memimpin penguatan dengan kenaikan 2,17% ke harga Rp2.350. Diikuti oleh PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang menguat 2,09% ke Rp29.350. PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) juga mencatatkan penguatan sebesar 1,54% ke Rp1.315.
Saham PT Indosat Tbk. (ISAT) tidak ketinggalan, membukukan kenaikan 1,35% ke Rp2.250. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) menguat 1,06% ke Rp1.905, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) juga menunjukkan tren positif dengan penguatan 0,87% ke Rp8.725.
Proyeksi Analis untuk IHSG
Sebelumnya, sejumlah analis telah mengeluarkan prediksinya mengenai pergerakan IHSG pada hari Jumat, 13 Februari 2026. Para analis tersebut memperkirakan adanya peluang penguatan bagi IHSG dan memberikan rekomendasi saham-saham unggulan.
Tim Analis MNC Sekuritas memproyeksikan skenario terbaik di mana IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya sebagai bagian dari formasi wave (c) dari wave [x], dengan target rentang 8.377 hingga 8.440. Namun, mereka juga mengingatkan adanya potensi koreksi lanjutan ke level 8.155-8.202.
Menurut riset harian mereka pada Jumat, 13 Februari 2026, IHSG diproyeksikan akan bergerak dalam rentang support di 7.863 dan 7.712, serta resistance di 8.354 dan 8.517.
Sementara itu, Tim Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG pada hari ini akan bergerak dengan level resistance di 8.300 dan support di 8.180.
Analisis Perdagangan Sebelumnya
Pada hari Kamis, 12 Februari 2026, indeks komposit ditutup melemah 0,31% ke level 8.265. Pelemahan ini terjadi setelah IHSG berhasil mencatatkan reli selama tiga hari berturut-turut. Aksi ambil untung menjelang periode long weekend menjadi salah satu faktor pendorong pelemahan tersebut. Investor cenderung menerapkan strategi trading jangka pendek di tengah kondisi ketidakpastian pasar yang masih membayangi.
Secara teknikal, IHSG masih mampu bertahan di atas level Moving Average 5 hari (MA5) dan MA200, meskipun belum berhasil mempertahankan posisinya di atas level 8.300. Meskipun terindikasi adanya distribusi saham seiring dengan aksi ambil untung, histogram negatif pada indikator MACD terus menyempit. Selain itu, Stochastic RSI terpantau terus bergerak menguat di area pivot.
“Diperkirakan IHSG akan cenderung bergerak sideways pada kisaran 8.180-8.300 pada perdagangan Jumat (13/2), menjelang libur Tahun Baru Imlek,” demikian bunyi kutipan dari riset tersebut.




















