Banjir bandang yang menerjang wilayah Tapanuli meninggalkan luka mendalam dan cerita yang belum usai. Hingga kini, jejak delapan korban banjir di Sibabangun, Tapanuli Tengah, masih belum ditemukan. Berbagai upaya pencarian yang dilakukan oleh keluarga korban di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Garota, Tapanuli Selatan, belum juga membuahkan hasil.
Di tengah keputusasaan, keluarga korban hilang kini mengajukan permintaan yang cukup mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng). Mereka meminta agar kuburan massal korban yang berada di Batangtoru dibongkar. Kuburan massal ini terletak di Kelurahan Perkebunan PTPN IV, dan di sanalah beberapa warga yang tidak teridentifikasi dimakamkan.
Konteks Pemakaman Tanpa Identitas
Sebelumnya, jenazah-jenazah yang tidak teridentifikasi ini sempat disemayamkan di Puskesmas Batangtoru. Namun, seiring waktu, jasad-jasad tersebut mulai membusuk tanpa ada pihak keluarga yang datang untuk mengklaim. Kondisi inilah yang akhirnya mendorong keputusan untuk memakamkan mereka secara massal tanpa identitas di area Kelurahan Perkebunan PTPN IV.
Permohonan Pembongkaran Kuburan Massal
Seyaman Zendrato, yang bertindak sebagai perwakilan dari delapan keluarga korban hilang, menyampaikan permohonan ini kepada tim pencari korban hilang dari Forkopinka Sibabangun. Berdasarkan informasi yang mereka peroleh, di kuburan massal Batang Toru tersebut dimakamkan delapan jenazah warga yang tidak dikenal.
Keluarga korban meyakini bahwa delapan jenazah tanpa identitas itu adalah korban hilang yang berasal dari Desa Muara Sibuntuon dan Desa Sibiobio. “Kami meyakini itu. Oleh karenanya, kami meminta Pemkab Tapteng untuk membongkar kuburan massal korban banjir bandang yang ada di Kecamatan Batang Toru,” tegas Seyaman pada hari Kamis, 12 Februari 2026.
Respons Pemerintah Daerah
Menanggapi permintaan krusial ini, Camat Sibabangun, Romulus Simanullang, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti. Ia berjanji akan segera mengkoordinasikan keinginan warga tersebut kepada Pemkab Tapteng dan juga Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel).
Romulus menjelaskan bahwa upaya pencarian awal telah dilakukan dengan dukungan perwakilan dari TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, ia mengakui bahwa pencarian tersebut terkendala minimnya dukungan alat berat dan alat pendeteksi, yang membuat keluarga korban merasa pesimis terhadap keberhasilan pencarian.
“Rencana pencarian yang akan dilakukan ini sebelumnya telah dikoordinasikan dengan pihak keluarga. Terimakasih atas sarannya, akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Romulus, menunjukkan respons positif terhadap masukan dari keluarga korban.
Daftar Identitas Korban yang Masih Hilang
Berikut adalah daftar nama-nama korban yang dinyatakan hilang akibat banjir bandang di Sibabangun:
- Abdul Manan Nasution
- Radina Mendrofa
- Selvia Zebua
- Mitaria Telaumbanua
- Johannes Hati Laoli
- A Jese Zalukhu
- Yostoni Laoli
- Yuliadi Telaumbanua
- Roy Sarma Pane
Korban Tewas yang Telah Ditemukan
Dari total dua belas korban yang awalnya dinyatakan hilang, empat di antaranya telah berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Keempat korban tersebut adalah:
- Faozaro Zendrato
- Rahmat Jaya Zendrato
- Marlina Gulo
- Fatieli Hulu
Keempat jenazah korban tewas ini berhasil ditemukan oleh pihak keluarga dan telah dimakamkan secara layak, memberikan sedikit kelegaan di tengah duka yang mendalam.
Upaya pencarian dan identifikasi terus menjadi prioritas utama. Permintaan pembongkaran kuburan massal ini menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menanti. Koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat segera menemukan titik terang dan memberikan keadilan bagi para korban serta keluarga mereka yang ditinggalkan.




