Erick Thohir Dituding Dalang Sanksi FIFA FAM, Malaysia Singgung Vietnam

Diposting pada

Kontroversi Pemain Naturalisasi Malaysia: Tuduhan Keterlibatan Ketua PSSI

Isu panas yang melibatkan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan skandal pemain naturalisasi kembali memanas, kali ini dengan tudingan yang menyeret nama Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir. Media Malaysia secara terang-terangan menuding Erick Thohir sebagai dalang di balik laporan ke FIFA yang berujung pada sanksi berat bagi FAM. Tuduhan ini muncul menjelang perhelatan akbar sepak bola Asia Tenggara, Piala AFF 2026, dan semakin memanaskan rivalitas antarnegara di kawasan tersebut.

Skandal ini berawal dari terungkapnya dugaan pemalsuan dokumen kewarganegaraan tujuh pemain Timnas Malaysia yang telah dinaturalisasi. Para pemain tersebut, yang disebut-sebut memiliki klaim garis keturunan Malaysia yang ternyata palsu, berasal dari berbagai negara seperti Argentina, Brasil, Spanyol, dan Belanda. Nama-nama seperti Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel menjadi sorotan utama dalam kasus ini.

FIFA, setelah melakukan penyelidikan, menjatuhkan sanksi tegas kepada FAM. Sanksi tersebut mencakup larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain yang bersangkutan, denda yang mencapai ratusan ribu franc Swiss kepada FAM, serta pembatalan hasil beberapa pertandingan kualifikasi Piala Asia 2027 yang melibatkan timnas Malaysia. Keputusan ini tentu saja menimbulkan gejolak di dunia sepak bola Malaysia.

FAM sempat mencoba membantah tuduhan pemalsuan yang disengaja, dengan alasan adanya kesalahan teknis dalam proses administrasi. Federasi tersebut bahkan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Dalam perkembangannya, CAS sempat mengabulkan penangguhan sementara sanksi bagi para pemain, memberikan sedikit angin segar bagi tim Harimau Malaya.

Tudingan Media Malaysia Terhadap Erick Thohir

Namun, di tengah proses banding tersebut, media Malaysia, khususnya My News Hub, melontarkan tudingan serius. Media tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa Erick Thohir memiliki peran penting dalam laporan yang diajukan ke FIFA. My News Hub mengklaim bahwa Erick Thohir memanfaatkan Vietnam sebagai perantara untuk menyampaikan laporan dan dokumen terkait skandal pemalsuan tersebut kepada FIFA.

Sumber anonim yang diklaim berasal dari Amerika Latin menyatakan bahwa Erick Thohir bertindak sebagai “pemain di balik layar”, mengatur segala sesuatunya secara tidak langsung. “Presiden Persatuan Bola Sepak Indonesia (PSSI), Erick Thohir adalah watak utama yang memainkan peranan membawa aduan kepada Persekutuan Bola Sepak Antarabangsa (FIFA),” tulis media Malaysia tersebut, mengutip klaim sumber anonim itu.

Lebih lanjut, sumber yang sama menggambarkan sikap Erick Thohir sebagai “baling batu sembunyi tangan”. Dikatakan bahwa Erick Thohir menyuruh dan mengirim orang untuk membuat aduan serta mengantarkan dokumen kepada orang dalam FIFA secara langsung. “Vietnam buat aduan, tetapi dokumen berasal dari orang bayaran Erick,” klaim sumber anonim tersebut.

Meskipun laporan resmi yang diterima FIFA berasal dari Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), media Malaysia kini berpendapat bahwa Vietnam hanyalah “boneka” yang digunakan oleh Erick Thohir. Tuduhan seperti ini bukanlah kali pertama yang diarahkan kepada Erick Thohir. Pada September 2025, namanya juga sempat dikaitkan dengan sanksi awal FIFA terkait isu serupa, namun ia telah membantah keras tudingan tersebut.

Dampak dan Konteks Rivalitas Sepak Bola ASEAN

Tuduhan terbaru ini jelas menambah panas persaingan dan rivalitas sepak bola di kawasan Asia Tenggara, terutama ketika berbagai turnamen regional seperti Piala AFF 2026 semakin dekat. Dinamika ini menunjukkan betapa sengitnya kompetisi di level regional, di mana isu-isu seperti naturalisasi pemain kerap menjadi alat untuk saling menjatuhkan.

Kasus skandal naturalisasi Malaysia ini menambah panjang daftar drama dan kontroversi yang kerap mewarnai dunia sepak bola di Asia Tenggara. Persaingan yang ketat antarnegara seringkali melahirkan tudingan, konspirasi, dan manuver politik yang tak terduga. Publik pun kini menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai kasus naturalisasi Malaysia ini, terutama terkait putusan akhir dari CAS yang dijadwalkan pada akhir Februari 2026.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari PSSI, Erick Thohir, FIFA, maupun AFC mengenai klaim yang dilontarkan oleh My News Hub. Pernyataan dari Sekjen AFC yang berasal dari Malaysia, Datuk John Windsor, sebelumnya memang sempat menyebutkan bahwa Vietnam adalah pihak yang melaporkan langsung ke FIFA. Namun, dengan adanya tudingan baru ini, kompleksitas kasus semakin bertambah dan menimbulkan tanda tanya besar mengenai siapa sebenarnya yang berada di balik layar skandal ini.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan