No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Hunian Darurat Aceh Tengah untuk Korban Banjir Sumatera

Erwin by Erwin
18 Februari 2026 - 10:47
in Ekonomi
0

Bantuan Hunian Tetap Bagi Korban Bencana Aceh Tengah: 252 Unit Huntara Diserahkan

Aceh Tengah, 15 Februari 2026 – Upaya pemulihan pasca-bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera pada November 2025 lalu terus menunjukkan progres signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi menyerahkan 252 unit hunian sementara (huntara) kepada para penyintas yang terdampak di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Penyerahan ini menandai langkah penting dalam menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi mereka yang kehilangan rumah akibat bencana dahsyat tersebut.

Huntara yang dibangun ini tersebar di tiga kampung yang berbeda, yaitu Kampung Serempah, Kampung Bintang Pepara, dan Kampung Burlah. Keberadaan huntara ini tidak hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol harapan dan pemulihan bagi masyarakat yang telah melalui masa-masa sulit. Berdasarkan pantauan, warga telah mulai menempati dan beraktivitas di dalam huntara tersebut, menunjukkan adaptasi dan upaya untuk kembali menjalani kehidupan normal.

Foto-foto yang diterima dari tim Humas BNPB pada Minggu, 16 Februari 2026, menggambarkan suasana kehidupan yang mulai kembali menggeliat di kompleks huntara. Anak-anak terlihat ceria bermain di halaman, sementara para ibu sibuk dengan kegiatan sehari-hari seperti mencuci peralatan memasak di dalam unit hunian mereka. Di dalam huntara, terlihat berbagai perlengkapan dasar yang membantu penghuni menjalani aktivitas.

Barang-barang seperti alas lantai, tikar, karpet, kasur, bantal, guling, dan selimut menjadi bagian dari bantuan yang diberikan BNPB untuk melengkapi kebutuhan dasar para penghuni. Selain itu, terlihat pula alat kebersihan, kompor, pakaian, karung, tikar, dan peralatan memasak, yang semuanya merupakan upaya BNPB untuk memastikan para penyintas memiliki fasilitas yang memadai untuk memulai kembali kehidupan mereka.

Baca Juga  Update Terbaru tentang RCTI+ dan Layanan Streaming yang Tersedia

Fasilitas Komunal yang Mendukung Kehidupan

Huntara yang dibangun oleh BNPB di ketiga kampung tersebut mengadopsi tipe komunal, yang berarti fasilitas umum akan dimanfaatkan bersama oleh seluruh penghuni. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan rasa kebersamaan dan memudahkan akses terhadap kebutuhan dasar. Setiap unit huntara dilengkapi dengan infrastruktur penting yang vital untuk kehidupan sehari-hari.

Fasilitas tersebut meliputi:

  • Sumur Bor Air Bersih: Ketersediaan air bersih yang memadai menjadi prioritas utama. Sumur bor memastikan pasokan air yang cukup untuk kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi bagi seluruh warga.
  • Sistem Sanitasi dan Pembuangan Limbah: Infrastruktur sanitasi yang baik sangat krusial untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit. Sistem ini dirancang untuk mengelola limbah dengan aman dan higienis.
  • Jaringan Listrik: Penyediaan jaringan listrik memberikan kenyamanan dan memungkinkan aktivitas di malam hari, serta mendukung penggunaan peralatan elektronik dasar.

Seluruh fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara gratis oleh para penyintas banjir Sumatera, sebagai bagian dari komitmen BNPB untuk memberikan dukungan penuh dalam masa pemulihan.

Dukungan Tambahan dan Skema Dana Tunggu Hunian

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam sambutannya usai penyerahan huntara, menekankan bahwa BNPB tidak hanya fokus pada penyediaan bangunan fisik, tetapi juga memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar para penyintas. “Tidak hanya bangunan, BNPB juga memastikan kebutuhan dasar terpenuhi. Sementara untuk perabotan, akan ada dukungan dari Kementerian Sosial sebesar tiga juta rupiah untuk setiap unit,” ujarnya. Bantuan perabotan ini akan semakin melengkapi kenyamanan dan kepraktisan hunian bagi para korban bencana.

Selain opsi tinggal di huntara, BNPB juga menyediakan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang memilih untuk menyewa tempat tinggal sementara. Skema ini memberikan dana sebesar Rp600 ribu per bulan kepada setiap kepala keluarga yang terdata sebagai penerima DTH. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi penyintas untuk mencari dan menyewa tempat tinggal yang sesuai dengan preferensi mereka sembari menunggu pembangunan hunian tetap selesai.

Baca Juga  Harga BBM Pertamina 1 Februari 2026: Pertamax Kaltim Rp 12.100

Penting untuk dicatat bahwa penerima DTH juga tetap mendapatkan dukungan logistik dan kebutuhan dasar lainnya selama masa sewa. Ini menunjukkan bahwa BNPB berupaya memberikan bantuan yang komprehensif, baik bagi mereka yang menempati huntara maupun yang memilih opsi DTH. Skema DTH ini akan terus diterapkan hingga seluruh unit huntara selesai dibangun di wilayah lain, termasuk di Kecamatan Linge yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Di Kecamatan Linge, dari total rencana pembangunan 529 unit huntara, sebanyak 198 unit telah rampung. Sisa unit ditargetkan selesai pada pertengahan Februari 2026, sejalan dengan target penyelesaian di wilayah lain.

Kesetaraan Hak dan Tanggung Jawab Pemerintah Daerah

Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa seluruh warga yang terdampak bencana memiliki hak yang sama atas bantuan, tanpa terkecuali. “Kita semua warga negara Indonesia yang sedang tertimpa musibah. Saya pastikan bantuannya sama, baik yang memilih huntara maupun DTH. BNPB akan terus mengisi kebutuhan yang diperlukan,” tegasnya. Ia juga secara khusus meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, untuk memastikan seluruh hak masyarakat terpenuhi tanpa terkecuali.

Dampak Luas Bencana di Aceh Tengah

Banjir bandang yang menerjang Aceh Tengah pada November 2025 lalu meninggalkan dampak kerusakan yang sangat parah. Sektor perkebunan kopi, yang merupakan komoditas utama daerah tersebut, mengalami kelumpuhan signifikan. Sekitar 12.638 hektare perkebunan kopi dilaporkan rusak akibat banjir dan longsor, sebuah kerugian ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat setempat.

Selain sektor ekonomi, infrastruktur dasar juga mengalami kerusakan parah. Hingga Februari 2026, 13 desa di delapan kabupaten, termasuk delapan desa di Aceh Tengah, masih belum teraliri listrik akibat kerusakan akses jalan dan jaringan listrik. Hal ini menunjukkan perlunya penanganan jangka panjang, tidak hanya bersifat darurat, untuk memulihkan ekonomi dan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga  Harga Emas Antam Pegadaian: Update Jual & Beli

Berdasarkan data BNPB per Senin, 16 Februari 2026, pukul 07.30 WIB, tercatat sekitar 5.100 orang yang terdampak banjir Sumatera di Kabupaten Aceh Tengah masih berada di pengungsian. Angka ini menempatkan Kabupaten Aceh Tengah di posisi kelima sebagai daerah dengan jumlah pengungsi banjir Sumatera terbanyak di Provinsi Aceh.

Secara keseluruhan, Provinsi Aceh mencatat total 255.051 rumah rusak akibat banjir yang menerjang akhir November 2025 lalu. Rinciannya mencakup 45.464 rumah rusak berat, 60.307 rumah rusak sedang, dan 149.280 rumah rusak ringan. Angka-angka ini menggambarkan skala bencana yang sangat besar dan upaya pemulihan yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas
Bisnis

Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas

18 April 2026 - 20:57
BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu
Bisnis

BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu

18 April 2026 - 20:21
Papipul, Pengusaha Muda yang Viral dan Menarik Perhatian
Bisnis

Papipul, Pengusaha Muda yang Viral dan Menarik Perhatian

18 April 2026 - 17:37
Bahlil: Harga Pertama Segera Naik
Bisnis

Bahlil: Harga Pertama Segera Naik

18 April 2026 - 17:18
Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% di Tahun 2025, Aset Tembus Rp3,27 Triliun
Bisnis

Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% di Tahun 2025, Aset Tembus Rp3,27 Triliun

18 April 2026 - 12:09
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Mengenal Keindahan Gunung Bromo di Jawa Timur: Pemandangan Matahari Terbit dan Kawah Aktif yang Menakjubkan

Mengenal Keindahan Gunung Bromo di Jawa Timur: Pemandangan Matahari Terbit dan Kawah Aktif yang Menakjubkan

20 April 2026 - 10:26
Spesifikasi dan Harga Terbaru Redmi K80: Apa yang Bisa Diharapkan?

Spesifikasi dan Harga Terbaru Redmi K80: Apa yang Bisa Diharapkan?

20 April 2026 - 09:26
Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

20 April 2026 - 03:04
Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

20 April 2026 - 02:19
Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

20 April 2026 - 01:01

Pilihan Redaksi

Mengenal Keindahan Gunung Bromo di Jawa Timur: Pemandangan Matahari Terbit dan Kawah Aktif yang Menakjubkan

Mengenal Keindahan Gunung Bromo di Jawa Timur: Pemandangan Matahari Terbit dan Kawah Aktif yang Menakjubkan

20 April 2026 - 10:26
Spesifikasi dan Harga Terbaru Redmi K80: Apa yang Bisa Diharapkan?

Spesifikasi dan Harga Terbaru Redmi K80: Apa yang Bisa Diharapkan?

20 April 2026 - 09:26
Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

20 April 2026 - 03:04
Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

20 April 2026 - 02:19
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.