Sekring Putus, Bahaya Ganti Kapasitas Ampere yang Tidak Sesuai
Sekring Putus, Bahaya Ganti Kapasitas Ampere yang Tidak Sesuai
Sekring sebagai komponen pengaman arus listrik itu banyak yang menggantinya dengan ampere lebih besar. Ini bahayanya
Pengertian Sekring dan Fungsinya
Sekring adalah komponen penting dalam sistem kelistrikan, baik pada kendaraan maupun peralatan elektronik lainnya. Fungsi utamanya adalah sebagai pengaman arus listrik agar tidak melebihi batas kapasitas yang ditentukan. Dengan demikian, sekring akan memutus aliran listrik jika terjadi kelebihan arus, sehingga mencegah kerusakan pada komponen lain.
Setiap jalur kelistrikan mobil pasti dilengkapi dengan sekring yang memiliki kapasitas ampere tertentu. Jika arus listrik melebihi batas tersebut, sekring akan putus secara otomatis. Hal ini menjadi tanda bahwa ada masalah dalam sistem kelistrikan, seperti korsleting atau beban berlebih.
Kesalahan Umum dalam Mengganti Sekring
Banyak orang yang menganggap sekring yang sering putus sebagai masalah kecil dan mencoba menggantinya dengan kapasitas ampere yang lebih besar. Namun, langkah ini justru bisa menimbulkan risiko yang lebih besar.
Menurut Kontarto Rahmat, pemilik bengkel Goebuk Tune-up, “Misalnya sebuah sistem kelistrikan hanya membutuhkan arus listrik 10 ampere saja, namun dipaksakan menggunakan 40 ampere.” Ia menjelaskan bahwa kesalahan pemilihan sekring ini dapat memicu berbagai masalah, termasuk kerusakan pada komponen lain.
Bahaya dari Penggunaan Sekring yang Tidak Sesuai
Pemasangan sekring dengan kapasitas ampere yang lebih besar dari yang diperlukan dapat menyebabkan panas berlebih pada komponen tersebut. Akibatnya, sekring bisa meleleh dan memengaruhi jalur kelistrikan lainnya. Jika hal ini terjadi, maka potensi terjadinya kebakaran sangat tinggi.
Selain itu, penggunaan sekring yang tidak sesuai juga bisa merusak perangkat elektronik yang terhubung ke sistem tersebut. Misalnya, pada mobil, komponen seperti lampu, aki, atau sistem starter bisa mengalami kerusakan akibat arus yang melebihi kapasitas normal.
Solusi untuk Masalah Sekring yang Sering Putus
Jika sekring sering putus, pertama-tama harus dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada seluruh jalur kelistrikan. Mungkin ada kabel yang rusak, sambungan yang longgar, atau komponen yang tidak berfungsi dengan baik.
“Ser ing sekali menemukan ampere sekring yang digunakan tidak sesuai, ini berbahaya sekali,” ujar pria yang bengkelnya berada di Jakarta Timur. Ia menekankan bahwa penggunaan sekring dengan kapasitas yang lebih besar dari ukuran yang ditentukan sangat berisiko dan sebaiknya dihindari.
Tips untuk Mencegah Masalah Kelistrikan
- Pastikan setiap sekring yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh produsen.
- Lakukan pemeriksaan berkala pada sistem kelistrikan, terutama jika mobil sering digunakan dalam kondisi ekstrem.
- Jangan pernah mengganti sekring dengan kapasitas yang lebih besar tanpa mengetahui penyebab sekring putus.
- Jika terjadi kejadian sekring putus berulang, segera lakukan pengecekan oleh teknisi profesional.

“Misalnya sebuah sistem kelistrikan hanya membutuhkan arus listrik 10 ampere saja, namun dipaksakan menggunakan 40 ampere,” buka Kontarto Rahmat pemilik bengkel Goebuk Tune-up.
“Kesalahan pemilihan sekring ini akan memicu banyak masalah di bagian kelistrikan maupun komponen lainnya,” jelasnya.
Pemasangan sekring yang berbeda ini akan membuat bagian sekring panas dan meleleh.
Saat meleleh ini bisa mempengaruhi jalur kelistrikan lainnya dan berpotensi terjadinya kebakaran.
Solusi dari sekring ini yakni lakukan pengecekan seluruh jalur kelisrikan apakah ada yang korsleting atau tidak.

“Sering sekali menemukan ampere sekring yang digunakan tidak sesuai, ini berbahaya sekali,” beber pria anh bengkelnya ada di Jakarta Timur.
Itulah alasan kenapa jangan sampai ganti ampere sekring yang lebih besar dari ukuran yang ditentukan.


















