Meriam Bellina: Sang Ratu Antagonis yang Menginspirasi sebagai Ibu Tunggal
Nama Meriam Bellina identik dengan peran-peran antagonis yang memukau. Selama puluhan tahun berkarier di industri hiburan Tanah Air, aktris yang akrab disapa Mbak Mer ini selalu berhasil membuat penonton geram sekaligus terpukau dengan aktingnya yang memikat sebagai karakter jahat dalam berbagai sinetron. Namun, di balik citra sang ratu antagonis di layar kaca, tersimpan kisah inspiratif Meriam Bellina sebagai seorang ibu tunggal yang luar biasa.
Meskipun harus mengurus segalanya sendiri tanpa kehadiran seorang suami, aktris peraih Piala Citra FFI 1984 ini memegang teguh sebuah prinsip luhur: pantang menjelekkan mantan suami di depan anak-anak. Prinsip ini menjadi landasan kuat dalam mendidik kedua putranya.
Perjalanan Meriam Bellina sebagai Orang Tua Tunggal
Meriam Bellina telah lama menyandang status sebagai orang tua tunggal setelah resmi bercerai dari suami keduanya, sutradara Adisoerya Abdy, pada tahun 2001. Dari pernikahan yang terjalin, Meriam dikaruniai dua orang putra yang kini telah beranjak dewasa, yaitu Albert Surya Abdy (Abel) dan Nigel Philo Abdy.
Menjadi orang tua tunggal bagi dua anak laki-laki tentu bukanlah perkara mudah. Meriam Bellina mengaku turun tangan langsung dalam berbagai aspek kehidupan anak-anaknya. Ia mengungkapkan, “Aku single mother, jadi semua-semuanya aku urusin sendiri. Jadi I’m very involved (sangat terlibat) sama urusan anak-anak.” Keterlibatan penuh ini terlihat dari berbagai detail kesehariannya.
Bahkan, bintang film legendaris “Catatan Si Boy” ini rela melakukan antar-jemput anak sekolah sendiri tanpa bergantung pada sopir. “Aku nggak biarin sopir yang melakukannya,” tegasnya, menunjukkan dedikasinya yang luar biasa dalam memastikan kenyamanan dan keamanan buah hatinya.
Prinsip Emas: Menjaga Hubungan Anak dengan Ayah
Meskipun rumah tangganya dengan Adisoerya Abdy berakhir dengan perpisahan, Meriam Bellina memiliki cara tersendiri untuk menjaga hubungan baik antara anak-anaknya dengan sang ayah. Ia dengan tegas menolak untuk menanamkan rasa kebencian atau pandangan negatif terhadap mantan suaminya di hadapan Abel dan Nigel.
“Aku nggak pernah menyebut kesalahan bapaknya, bukan urusan aku itu,” ucap Meriam Bellina dengan nada santai namun penuh keyakinan. Sikap ini patut diacungi jempol, mengingat banyak pasangan yang bercerai memilih untuk saling menjatuhkan di depan anak-anak mereka.
Bagi Meriam, kegagalan dalam pernikahan adalah tanggung jawab orang tua, bukan beban yang harus ditanggung oleh anak-anak. Ia bahkan tidak segan mengakui bahwa perceraian tersebut juga merupakan andil kesalahannya. “Kegagalan dalam rumah tangga juga kan it is also my fault (salahku juga), bukan salah anak-anak,” tandasnya. Pendekatan yang bijaksana ini tentu membentuk karakter anak-anaknya menjadi pribadi yang lebih kuat dan tidak menyimpan dendam.
Latar Belakang Pernikahan Meriam Bellina
Sebagai informasi tambahan, sebelum menikah dengan Adisoerya Abdy pada tahun 1991, Meriam Bellina pernah membina rumah tangga dengan produser film Ferry Anggriawan pada tahun 1987. Sayangnya, pernikahan pertamanya ini hanya bertahan seumur jagung dan berakhir dengan perpisahan tiga tahun kemudian, tanpa dikaruniai anak.
Eksistensi Meriam Bellina di Dunia Hiburan
Fokus Meriam Bellina terbagi antara membesarkan Abel dan Nigel serta mempertahankan eksistensinya yang gemilang di dunia hiburan. Memulai karier sejak tahun 1981 lewat film “Perawan-Perawan”, Meriam Bellina dengan cepat menjelma menjadi salah satu aktris dengan bayaran termahal di eranya.
Ia telah membintangi ratusan judul film dan sinetron, menunjukkan kemampuan aktingnya yang serbaguna. Mulai dari film komedi legendaris bersama Warkop DKI, hingga film drama serius seperti “Cinta di Balik Noda” yang berhasil mengantarkannya meraih penghargaan bergengsi. Kemampuannya untuk terus relevan dan berkarya selama puluhan tahun membuktikan dedikasi dan profesionalismenya yang tak terbantahkan.



















