Perbaikan Standar Kualitas SPPG di Tengah Proses Pembenahan
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa dari total 4.581 Sekolah Pengolahan Pangan dan Gizi (SPPG) yang sempat dihentikan sementara sejak awal 2025, sebanyak 3.429 SPPG telah menyelesaikan proses perbaikan dan kini kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik.
Sementara itu, 1.152 SPPG lainnya masih menjalani proses pembenahan dan penyesuaian standar operasional. Hal ini dilakukan guna memastikan semua SPPG dapat memberikan layanan yang aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat.
Komitmen BGN terhadap Standar Kualitas Program MBG
Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa tidak ada kompromi terhadap standar kualitas Program Makanan Berkualitas (MBG). Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat.
“Kami ingin memastikan kualitas program terus meningkat dari waktu ke waktu,” tambah Dadan.
Alasan Penyebutan Surat Peringatan (SP)
Dadan menjelaskan bahwa Surat Peringatan (SP) diberikan kepada sejumlah SPPG karena beberapa alasan. Antara lain, infrastruktur yang belum memenuhi standar, belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta belum dilakukannya pendaftaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Proses peneguran ini dilakukan sebagai langkah untuk memastikan seluruh SPPG dapat beroperasi dengan standar yang telah ditetapkan. SPPG yang telah melakukan pembenahan dan memenuhi seluruh standar akan diberikan kesempatan untuk kembali beroperasi.
Kesempatan bagi Mitra SPPG yang Masih dalam Proses Perbaikan
Dadan juga menegaskan bahwa SPPG yang saat ini masih dalam proses perbaikan merupakan mitra yang telah berkontribusi besar pada tahap awal pelaksanaan Program MBG. Karena itu, pemerintah tetap memberikan ruang dan kesempatan bagi mereka untuk terus berkontribusi setelah melakukan penyesuaian terhadap standar kualitas terbaru.
“Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Karena itu, proses pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional,” ujar Dadan.
Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan
Beberapa langkah penting yang dilakukan oleh BGN antara lain:
- Pemantauan berkala terhadap kondisi infrastruktur dan fasilitas SPPG.
- Pelatihan dan bimbingan teknis bagi pengelola SPPG agar dapat memenuhi standar higiene dan sanitasi.
- Pemantauan terhadap penggunaan bahan baku dan proses pengolahan makanan.
- Evaluasi berkala terhadap kinerja SPPG guna memastikan konsistensi kualitas layanan.
Selain itu, BGN juga berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan instansi terkait, untuk mendukung pelaksanaan Program MBG secara efektif dan berkelanjutan.
Masa Depan Program MBG
Dengan adanya peningkatan kualitas layanan dari SPPG yang telah memenuhi standar, diharapkan Program MBG dapat semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal akses terhadap makanan yang aman, sehat, dan bergizi.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem dan mekanisme pengawasan guna memastikan seluruh SPPG dapat beroperasi secara optimal dan berkontribusi positif terhadap penguatan gizi masyarakat.



















