Mohamed Salah: Liverpool, Klub Terbaik dan Terburuk di Dunia
Mohamed Salah, penyerang andalan Liverpool, menyampaikan pidato perpisahan yang penuh makna kepada rekan-rekan setimnya. Dalam pidatonya, ia mengklaim bahwa Liverpool adalah “klub terburuk di dunia” dalam satu aspek tertentu. Pidato ini disampaikan dalam acara perpisahan yang digelar oleh klub pada hari Sabtu, 23 Mei, di tempat latihan. Acara tersebut dihadiri oleh pelatih Arne Slot, staf, dan para pemain, termasuk Andy Robertson yang juga akan meninggalkan klub.
Salah akan mengenakan seragam merah untuk terakhir kalinya pada hari Minggu, 24 Mei, saat Liverpool menghadapi Brentford dalam laga penutup musim. Ia telah mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan The Reds pada akhir musim pada bulan Maret lalu. Dalam pidatonya, Salah menekankan pentingnya peningkatan performa pada musim berikutnya setelah musim yang dinilai mengecewakan.
Ia menjelaskan bahwa Liverpool adalah tim terbaik di dunia ketika menang, tetapi bisa menjadi tim terburuk ketika kalah. Hal ini membuatnya meminta rekan-rekan setim untuk bekerja lebih keras pada musim depan.
Salah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada klub dan rekan-rekan setim. Ia berkata:
“Saya tidak ingin emosional hari ini, karena besok akan menjadi hari yang emosional. Tapi, saya sangat menghargai setiap momen yang saya miliki di klub ini. Saya telah bersenang-senang dengan kalian semua, dan itu adalah sesuatu yang akan saya bawa ke masa depan, jadi terima kasih banyak. Semoga, saya akan segera bertemu kalian lagi.”
Selama sembilan tahun membela Liverpool, Salah telah mencatatkan 441 penampilan, mencetak 257 gol, dan memberikan 122 assist. Ia juga berhasil memenangkan berbagai gelar bergengsi, termasuk dua trofi Liga Primer dan satu Liga Champions, yang membuatnya dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub dan Liga Primer.
Performa yang Menurun dan Spekulasi Ketegangan
Musim ini menjadi periode yang sulit bagi Liverpool dan Salah. Performanya menurun dibanding musim sebelumnya. Pada musim lalu, Salah mencatat 29 gol dan 18 assist dalam 38 pertandingan liga serta membantu Liverpool meraih gelar Liga Primer dan penghargaan Pemain Terbaik PFA. Namun musim ini, ia hanya mencatat 12 gol dan 9 assist dari 40 pertandingan.
Ketegangan antara Salah dan Arne Slot sempat menjadi sorotan, terutama setelah unggahan Instagram Salah usai kekalahan 4-2 dari Aston Villa. Sejumlah pemain, termasuk Wirtz, diketahui menyukai unggahan tersebut, yang memicu spekulasi adanya perpecahan di ruang ganti.
Namun Wirtz membantah hal itu dan menegaskan bahwa tidak ada maksud menyerang pelatih. Ia mengatakan:
“Tidak, sama sekali tidak seperti itu. Saya menyukai mentalitas Mo secara umum — bagaimana ia melihat sesuatu, bagaimana ia bekerja. Ia adalah orang yang bisa Anda dengarkan karena ia punya banyak pengalaman. Ia tidak menyerang siapa pun. Menurut saya, itu terlalu dibesar-besarkan. Ia hanya ingin menyampaikan pesan karena akan pergi, bahwa kami harus bekerja lebih keras.”

Salah sendiri menjalani musim yang relatif lebih sulit, dan ia akan mengakhiri perjalanannya bersama Liverpool dengan laga terakhir melawan Brentford pada penutupan musim. Pidato perpisahannya menjadi momen yang tak terlupakan bagi rekan-rekan setim dan penggemar Liverpool.



















