PSG Pertahankan Gelur Juara Liga Champions
Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah menundukkan Arsenal dalam pertandingan final yang berlangsung di Puskas Arena, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. Drama adu penalti menjadi penghujung pertandingan yang berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.
Perjalanan Arsenal Menuju Final
Di bawah asuhan pelatih Mikel Arteta, Arsenal menapak ke final Liga Champions 2025-2026 dengan catatan mantap. The Gunners menutup League Phase dengan sempurna berkat catatan selalu menang dalam delapan pertandingan. Pasukan Arteta pun lolos ke 16 besar sebagai pemuncak klasemen League Phase.
Setelah melaju ke fase gugur, Arsenal secara berturut-turut menyingkirkan Bayer Leverkusen (16 besar/agregat 3-1), Sporting CP (perempat final/1-0), dan Atletico Madrid (semifinal/2-1). Dalam perjalanan ke final Liga Champions, Arsenal sama sekali belum tersentuh kekalahan. Rinciannya, dalam 14 pertandingan, Arsenal menuai 11 kemenangan dan tiga hasil imbang.
Catatan tanpa kalah selama 90 menit berlaga itu mereka pertahankan sampai partai final Liga Champions. Skor sama kuat 1-1 terjaga sampai partai final Liga Champions 2025-2026 PSG vs Arsenal menuntaskan dua kali babak tambahan waktu.
Drama Adu Penalti
Mau tak mau, juara Liga Champions musim ini mesti ditentukan via adu penalti. Kekalahan menyesakkan dialami Arsenal di babak adu penalti melawan PSG. Mikel Arteta menyaksikan dua eksekutornya, yakni Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menuntaskan tugas. Sementara, dari kubu PSG hanya Willian Pacho yang tak bisa mengoversi tembakan penalti menjadi gol.
PSG berhasil memenangi adu penalti dengan skor 4-3 dan berhak menjuarai Liga Champions 2025-2026. “Sakit. Ketika Anda begitu dekat dalam sebuah kompetisi, beberapa tendangan penalti di kompetisi antarklub terbesar di dunia, maka itulah yang seharusnya kami rasakan,” ujar Arteta.
Kekecewaan dan Bangga pada Tim
Arsenal masih harus menyimpan rasa penasaran mereka terhadap gelar juara Liga Champions. Sepanjang sejarah, Arsenal belum pernah mengangkat trofi Liga Champions. Dua kali mereka sangat dekat dengan gelar juara, yakni di edisi 2006 dan 2026 ini. Namun, sepasang partisipasi Arsenal di partai puncak itu sama-sama berujung dengan kekalahan.
“Saya sangat bangga pada mereka. Mereka memberi kami begitu banyak kegembiraan. Merupakan suatu kehormatan untuk mengelola kelompok pemain ini, tim ini,” ucap Arteta. “Ini baru kedua kalinya dalam sejarah kami kami melakukannya (bermain di final Liga Champions).”
Apresiasi kepada Pemain
Meski gagal mengangkat trofi, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya. Ia mengaku bangga dengan perjuangan yang telah ditunjukkan skuad Arsenal sepanjang musim. “Saya sangat bangga kepada mereka. Mereka memberi kami begitu banyak kegembiraan. Merupakan suatu kehormatan bisa melatih kelompok pemain ini,” ujar Arteta.
Menurutnya, Arsenal sebenarnya memiliki peluang besar untuk memenangkan pertandingan, tetapi gagal memaksimalkan kesempatan yang didapat. “Kami mendapatkan peluang besar, dan kami melewatkan peluang terbesar. Saat ini tidak ada yang bisa menghilangkan rasa sakit ini, tetapi kami harus mengakui perjalanan luar biasa yang telah kami lalui musim ini,” lanjutnya.
Akui Kualitas PSG
Arteta juga mengakui kualitas PSG yang menurutnya layak menyandang status tim terbaik dunia saat ini. “Mereka sangat sulit untuk dihadapi. Itulah alasan mereka bisa menjadi juara dua kali berturut-turut. Kualitas individu pemain mereka dan cara tim itu dilatih sangat luar biasa.”
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Paris, terutama kepada Luis Enrique. Menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia saat ini. Apa yang mereka lakukan ketika menguasai bola dan kualitas individu yang mereka miliki benar-benar luar biasa,” katanya.
Persiapan untuk Musim Depan
Meski kecewa, Arteta menegaskan Arsenal harus segera bangkit dan kembali menunjukkan ambisi besar untuk musim depan. Pelatih asal Spanyol itu menilai level persaingan di Eropa dan Inggris terus meningkat sehingga timnya harus berkembang lebih jauh lagi. “Kemajuan yang telah kami tunjukkan dalam beberapa tahun terakhir harus kami ulangi lagi. Level kompetisi semakin tinggi dan persaingan sangat luar biasa.”
“Sekarang saya akan meluangkan waktu beberapa hari bersama keluarga. Setelah itu kami akan mengevaluasi musim ini dan membuat sejumlah keputusan penting jika ingin mencapai level yang lebih tinggi. Kami harus sangat ambisius, bergerak cepat, dan membuat keputusan yang cerdas karena saya yakin tim ini mampu melakukannya,” tutup Arteta.
Kekalahan ini membuat Arsenal kembali gagal meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub, sementara PSG semakin menegaskan dominasinya di Eropa dengan gelar kedua secara beruntun.




