Kasus Pembunuhan di Empat Lawang: Keluarga Korban Membantah Adanya Sengketa Hasil Panen
Kasus pembunuhan seorang lansia di Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan, yang diduga dipicu oleh perselisihan terkait pembagian hasil panen kopi dan lada, memasuki babak baru. Korban, Aminah (64), ditemukan tewas terbungkus karung di aliran Sungai Betung setelah sebelumnya dilaporkan hilang. Menantunya sendiri, Angga (31), telah ditangkap oleh polisi dan mengakui perbuatannya.
Penjelasan Keluarga Terkait Sengketa Hasil Panen
Keluarga korban memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai sengketa hasil kebun antara pelaku dan korban. Menurut Ika Kurniati, anak Aminah, Angga hanya diminta membantu proses panen kopi dan lada milik korban. Ia tidak terlibat dalam perawatan maupun pengelolaan kebun secara menyeluruh sehingga tidak memiliki skema bagi hasil sebagaimana penggarap atau pengelola lahan.
“Kami pihak keluarga ingin meluruskan, jadi bagi hasil di sini hanya untuk upah panen karena pelaku diminta membantu almarhumah ikut memanen, jadi bukan bagi hasil karena pelaku turut merawat kebun secara keseluruhan,” ujar Ika.
Keluarga juga menyatakan bahwa proses pembagian hasil panen bahkan belum dilakukan karena panen saat itu masih berlangsung. “Untuk soal pembagian, pembagiannya saja belum ada karena panen buahnya saja belum selesai,” tambahnya.
Korban Hilang Setelah Bertemu Pelaku di Kebun
Sebelumnya, Aminah dilaporkan menghilang sejak Selasa (19/5/2026). Sebelum hilang, korban diketahui pergi ke kebun kopi dan lada miliknya yang berada di Talang Ngongop, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Ulu Musi. Di lokasi tersebut, korban disebut sempat menemui Angga.
Saat keluarga mulai mencari keberadaan Aminah, Angga justru ikut melapor dan berpura-pura membantu proses pencarian. Selama beberapa hari, keberadaan korban masih menjadi misteri.
Perkembangan kasus terjadi ketika warga menemukan telepon seluler milik Aminah yang berada di dasar tambak ikan di area kebun. Temuan itu menjadi salah satu petunjuk penting dalam pengungkapan kasus.
Jasad Korban Ditemukan Terbungkus Karung di Sungai
Pencarian akhirnya berujung pada penemuan jasad Aminah di aliran Sungai Betung, Kecamatan Ulu Musi, pada Senin (25/5/2026). Korban ditemukan dalam kondisi terbungkus karung. Penemuan tersebut menggegerkan warga setempat sekaligus mengubah arah penyelidikan aparat kepolisian.
Setelah identitas korban dipastikan, penyidik mendalami sejumlah keterangan dan barang bukti yang mengarah kepada Angga.
Pelaku Sempat Kabur Sebelum Ditangkap
Usai kasus mulai terungkap, Angga diketahui melarikan diri. Ia sempat bersembunyi di kawasan hutan wilayah Kabupaten Kepahiang sebelum berpindah hingga ke Kota Lubuk Linggau. Pelarian tersebut berakhir setelah aparat kepolisian berhasil menangkapnya.
Dalam pemeriksaan, Angga mengakui telah menghabisi nyawa mertuanya. Ia mengaku tindakan itu dipicu konflik terkait pembagian hasil panen kopi dan lada. Berdasarkan pengakuannya kepada penyidik, pelaku melakukan serangkaian tindakan kekerasan terhadap korban, mulai dari menerjang, menusuk menggunakan pisau, memukul dengan kayu, hingga menghantam korban dengan tangan kosong.
Setelah memastikan korban meninggal dunia, pelaku membungkus jasad Aminah menggunakan karung dan membuangnya ke sungai.
Kasus Serupa di Mojokerto
Kasus menantu bunuh mertua yang tak kalah menghebohkan juga sempat terjadi di Mojokerto, Jawa Timur. Kasus pembunuhan tragis itu terjadi di Dusun Sumbertempur RT 02/RW 01, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Rabu (7/5/2026) pagi.
Seorang perempuan paruh baya, Siti Arofah (54), tewas setelah diduga dibunuh oleh menantunya sendiri berinisial S (40). Tak hanya itu, pelaku juga menganiaya istrinya, Sri Wahyuni (35), hingga mengalami luka parah dan kini dirawat intensif.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Ketua RT setempat, M Suroto, yang merasa curiga saat melihat pelaku melintas di depan rumahnya. Saat itu, pelaku terlihat membersihkan rumput dengan kondisi tangan berlumuran darah.
Merasa ada yang janggal, Suroto kemudian mendatangi rumah kontrakan pelaku. Namun, pintu rumah dalam kondisi terkunci dari dalam. Rasa penasaran membuatnya mengintip melalui sela bagian atas pintu. Ia pun terkejut melihat Siti Arofah sudah tergeletak bersimbah darah di ruang tamu.
“Saya lihat ada genangan darah di lantai. Langsung saya laporkan ke polisi,” jelasnya. Mendapat laporan tersebut, petugas bersama warga langsung menuju lokasi dan mendobrak pintu rumah. Saat masuk, korban Siti ditemukan meninggal dunia di ruang tamu. Sementara itu, Sri Wahyuni ditemukan di ruangan belakang dalam kondisi luka parah.
Diduga, sebelum melarikan diri, pelaku sempat mengunci kedua korban dari luar rumah. Bahkan, kunci rumah dibuang ke dalam ruangan untuk menghambat akses masuk.




