Persiapan Borneo FC untuk Kompetisi Asia
Borneo FC terus mematangkan langkah menjelang keikutsertaan mereka di kompetisi Asia, AFC Challenge League 2026/2027. Manajemen klub ini bergerak cepat, baik dari sisi kesiapan skuad maupun pemenuhan regulasi stadion yang dikenal jauh lebih ketat dibandingkan kompetisi nasional.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengungkapkan bahwa persiapan tim sebenarnya sudah dimulai sebelum Super League 2025/2026 berakhir. “Yang jelas persiapan kita lakukan sebelum kompetisi berakhir. Tentu kita mempersiapkan materi pemain yang akan kita siapkan untuk berlaga di kompetisi Asia maupun di kompetisi liga itu sendiri yang akan digelar di bulan September,” ujarnya.
Dandri juga menyampaikan bahwa dirinya akan menghadiri proses pengundian grup dalam waktu dekat. “Nah, persiapan sih pada dasarnya umum ya. Saya pikir apa yang sudah biasa kami lakukan. Perhelatan Asia itu kalau tidak salah digelar bulan Juli. Tanggal 5 besok saya juga akan menghadiri drawing dan mudah-mudahan diberi kelancaran dan kemudahan,” tambahnya.
Standarisasi Asia dan Infrastruktur Stadion Segiri
Menghadapi kompetisi internasional, tantangan terbesar Borneo FC saat ini beralih pada kesiapan infrastruktur, khususnya standarisasi Stadion Segiri Samarinda. Regulasi yang diterapkan oleh konfederasi sepak bola Asia diakui berada di tingkat yang berbeda. Persoalan ini memicu perhatian publik terkait komitmen Pemerintah Daerah (Pemda), baik Pemerintah Kota Samarinda maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Menanggapi hal tersebut, Dandri menyatakan pihak manajemen kini dalam posisi menanti realisasi dari pernyataan para pemimpin daerah yang sebelumnya sempat menyatakan dukungan. “Iya. Yang jelas kan statement Pak Gubernur, Pak Walikota, kita sudah sama-sama dengar dan saya hanya menunggu, apakah ini betul-betul serius. Kalau memang oke ya bismillah, tapi kalau tidak ya kitalah yang berpikir di manajemen ya,” jelasnya.
“Karena saya pikir dengan hadirnya beberapa waktu lalu para pemimpin daerah di satu tribun merupakan sinyal baik bagi kita, bahwasanya ada rasa kepedulian dan ada setitik harapan agar Borneo bisa punya tempat khusus di hati pemerintah kota maupun di pemerintah provinsi,” bebernya.
Mekanisme Bantuan yang Belum Jelas
Mengenai mekanisme bantuan, pihak manajemen mengaku belum mengetahui secara mendetail. Namun, Dandri mengonfirmasi sudah ada langkah awal yang berjalan di lapangan saat tim sedang melakoni laga tandang beberapa waktu lalu. “Kalau dikatakan meminta sih tidak, karena memang beliau sudah statement kan kita pasti menyambut. Jadi kita menyambut cuma nanti mekanismenya kita juga belum tahu seperti apa,” katanya.
Upayakan Tetap Main di Samarinda
Ketika disinggung mengenai opsi terburuk jika proses administrasi pemerintahan menghambat pembenahan Stadion Segiri sebelum bulan Juli, Dandri secara tegas menyatakan manajemen berusaha keras agar Borneo FC tidak perlu mengungsi ke luar daerah. Pengalaman di Championship Series lalu menjadi pelajaran berharga mengenai besarnya beban operasional yang harus ditanggung oleh para suporter.
“Betapa tidak menginginkannya kawan-kawan yang ada di Samarinda apabila kita harus bermain di luar daerah. Nah, ini pelajaran dari Champions Series, saya sudah melihat betul betapa sedihnya, betapa beratnya kawan-kawan untuk menghadiri satu pertandingan di Balikpapan, karena terkait operasional pribadi juga agak besar ya.”
“Jadi saya berusaha keras untuk memastikan agar Stadion Segiri bisa untuk digunakan untuk laga di level Asia nanti,” tegas Dandri.
Harapan Manajemen
Mengingat adanya tahapan verifikasi yang ketat dari penyelenggara, manajemen berharap seluruh janji dan komitmen dari Pemkot maupun Pemprov dapat segera diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata sebelum tenggat waktu penilaian berakhir. “Yang jelas kan paling tidak sebelum tim verifikasi Asia turun. Mudah-mudahan sebelum fase itu pemerintah kota atau pemerintah provinsi bisa merealisasikan apa yang sudah diucapkan. Jadi ya kita tunggu action-nya teman-teman dari pemerintah provinsi dan pemerintah kota,” pungkasnya.




