53 Kunjungan Luar Negeri Presiden RI

Diposting pada

Rangkuman Perjalanan Diplomatik Presiden RI: 53 Kunjungan Luar Negeri dalam 20 Bulan

Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Presiden Republik Indonesia telah menunjukkan geliat diplomasi yang intensif dengan melakukan 53 kunjungan ke luar negeri. Frekuensi ini menunjukkan rata-rata dua hingga tiga kunjungan per bulan, mencerminkan komitmen tinggi terhadap penguatan hubungan internasional dan partisipasi aktif dalam forum global.

Kunjungan perdana Presiden RI dilakukan ke Beijing pada 8-10 November 2024, disambut langsung oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping, menandai dimulainya agenda bilateral yang strategis. Sementara itu, lawatan kenegaraan terakhir yang tercatat dalam periode ini adalah ke Paris pada 26-29 Mei 2026, di mana Presiden bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron.

Dari catatan perjalanan tersebut, Prancis dan Malaysia menjadi negara yang paling sering dikunjungi, masing-masing sebanyak empat kali. Hal ini menggarisbawahi pentingnya hubungan bilateral dengan kedua negara tersebut dalam kerangka kebijakan luar negeri Indonesia. Menariknya, Mesir menjadi satu-satunya negara di Benua Afrika yang dikunjungi oleh Presiden, bahkan dilakukan dua kali, menunjukkan perhatian khusus terhadap kawasan Afrika dan kemitraan strategis yang ingin dibangun.

Daftar Lengkap Kunjungan Presiden RI

Berikut adalah rincian perjalanan luar negeri Presiden RI sejak 20 Oktober 2024:

Periode 2024

  • Tiongkok (8-10 November 2024): Pertemuan bilateral di Beijing dengan Presiden Xi Jinping untuk mempererat kerja sama strategis.
  • Amerika Serikat (10-15 November 2024): Kunjungan ke Washington D.C. untuk bertemu Presiden Joe Biden.
  • Peru (14-16 November 2024): Menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Lima.
  • Brasil (18-19 November 2024): Kunjungan ke Rio de Janeiro untuk menghadiri KTT G20.
  • Inggris (21-23 November 2024): Kunjungan kenegaraan ke London, bertemu Perdana Menteri Keir Starmer.
  • Uni Emirat Arab (23 November 2024): Pertemuan dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi.
  • Mesir (17-18 Desember 2026): Menghadiri KTT D-8 di Kairo dan menerima estafet kepemimpinan D-8 periode 2026-2027.


Presiden Prabowo Subianto menjadi pembicara utama Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di ExpoForum Convention and Exhibition Centre, Saint Petersburg, Rusia, Jumat (20/6/2025). – (/Erik Purnama Putra)

Perjalanan Diplomatik Sepanjang 2025

Tahun 2025 menjadi tahun yang sangat padat dalam agenda diplomatik Presiden RI. Berikut adalah ringkasan kunjungan pada tahun tersebut:

  1. Malaysia (Januari 2025): Kunjungan pribadi ke Kuala Lumpur untuk bertemu Perdana Menteri Anwar Ibrahim, membahas penguatan hubungan bilateral. Kunjungan ini juga merupakan balasan atas kehadiran PM Anwar pada pelantikan Presiden.
  2. India (Desember 2025): Kunjungan kenegaraan ke New Delhi. Agenda utama meliputi pertemuan dengan Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Droupadi Murmu, serta menjadi tamu kehormatan pada Perayaan Hari Republik India.
  3. Malaysia (Januari 2025): Kunjungan kedua ke Malaysia pada bulan yang sama. Pertemuan dengan Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim di Istana Negara. Dalam kunjungan ini, Presiden menerima tanda kehormatan Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati Pangkat Pertama (D.K I Johor).
  4. Malaysia (April 2025): Kunjungan ketiga ke Malaysia pada tahun 2025, kali ini untuk merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah bersama Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
  5. Uni Emirat Arab (April 2025): Pertemuan dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Shatie, Abu Dhabi.
  6. Turki (April 2025): Kunjungan ke Ankara dan Antalya. Presiden bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan, berpidato di parlemen Turki, dan menjadi pembicara di Antalya Diplomacy Forum 2025.
  7. Mesir (April 2025): Lawatan paralel ke Kairo. Pertemuan bilateral dengan Presiden Abdel Fattah el-Sisi, membahas isu-isu strategis termasuk situasi Gaza.
  8. Qatar (April 2025): Kunjungan ke Doha untuk pertemuan bilateral dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani.
  9. Yordania (April 2025): Lawatan maraton diakhiri di Amman. Pertemuan dengan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein, membahas stabilitas Timur Tengah dan perluasan kerja sama bilateral, termasuk penandatanganan beberapa MoU.
  10. Brunei Darussalam (Mei 2025): Kunjungan ke Bandar Seri Begawan. Presiden menerima anugerah Bintang Kebesaran Negara Brunei Darussalam “Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati” (D.K.L.U) dari Sultan Hassanal Bolkiah.
  11. Thailand (Mei 2025): Kunjungan ke Bangkok. Audiensi dengan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra.
  12. Malaysia (Mei 2025): Kunjungan keempat ke Malaysia pada tahun 2025. Presiden menghadiri KTT ke-46 ASEAN di Kuala Lumpur, menegaskan peran strategis Indonesia di kawasan.
  13. Singapura (Juni 2025): Kunjungan kerja ke Singapura. Pertemuan dengan Presiden Tharman Shanmugaratnam dan Perdana Menteri Lawrence Wong dalam Leaders’ Retreat.
  14. Ceko (Juni 2025): Transit di Praha, menggelar pertemuan tidak resmi dengan Perdana Menteri Petr Fiala.
  15. Rusia (Juni 2025): Kunjungan ke Saint Petersburg. Pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin dan menjadi pembicara di Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF).
  16. Arab Saudi (Juli 2025): Lawatan perdana ke Arab Saudi. Pertemuan dengan Putra Mahkota sekaligus PM Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dilanjutkan dengan ibadah umrah di Makkah.
  17. Inggris (Juli 2025): Kunjungan singkat ke London untuk pertemuan informal dengan pengusaha sebelum melanjutkan perjalanan.
  18. Brasil (Juli 2025): Menghadiri KTT BRICS pertama sebagai anggota baru di Rio de Janeiro, disambut Presiden Luiz Inacio Lula da Silva. Dilanjutkan dengan kunjungan kenegaraan ke Brasília.
  19. Belgia (Juli 2025): Kunjungan ke Brussels. Menyepakati Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA) dan bertemu dengan pimpinan Uni Eropa serta Raja Belgia.
  20. Prancis (Juli 2025): Memenuhi undangan Presiden Emmanuel Macron untuk menghadiri defile Hari Bastille di Paris. Indonesia menjadi tamu kehormatan.
  21. Belarusia (Juli 2025): Kunjungan ke kediaman Presiden Aleksandr Lukashenko di luar Minsk, dalam suasana santai.
  22. Singapura (Agustus 2025): Kunjungan kedua ke Singapura. Menghadiri Parade Hari Nasional Singapura atas undangan PM Lawrence Wong.
  23. Tiongkok (September 2025): Kunjungan ke Beijing untuk menyaksikan peringatan 80 tahun dan parade militer Tiongkok, bersama para pemimpin negara lainnya.
  24. Qatar (September 2025): Terbang ke Doha pasca serangan Israel, memberikan dukungan moral kepada Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani.
  25. Uni Emirat Arab (September 2025): Melanjutkan agenda ke Abu Dhabi untuk pertemuan bilateral dengan Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
  26. Jepang (September 2025): Kunjungan pribadi ke Osaka untuk meninjau Paviliun Indonesia di Expo 2025.
  27. Amerika Serikat (September 2025): Menghadiri Sidang Dewan Keamanan PBB di New York, menyampaikan pidato mendukung kemerdekaan Palestina. Bertemu dengan Presiden Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino.
  28. Kanada (September 2025): Kunjungan resmi ke Ottawa. Menandatangani tiga kesepakatan dengan PM Mark Carney, serta bertemu Gubernur Jenderal Mary Simon.
  29. Belanda (September 2025): Kunjungan ke Den Haag. Diterima secara resmi oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima di Istana Huis ten Bosch.
  30. Mesir (Oktober 2025): Menghadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh, menyaksikan penandatanganan perjanjian perdamaian Gaza.
  31. Malaysia (Oktober 2025): Menghadiri KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur. Menandatangani deklarasi penerimaan Timor Leste sebagai anggota ASEAN.
  32. Korea Selatan (Oktober 2025): Menghadiri KTT APEC 2025 di Gyeongju. Pertemuan bilateral dengan Presiden Lee Jae Myung.
  33. Australia (November 2025): Pertemuan bilateral dengan PM Anthony Albanese di Sydney. Menghadiri upacara kenegaraan yang dipimpin Gubernur Jenderal Sam Mostyn.
  34. Pakistan (Desember 2025): Pertemuan bilateral dengan PM Shehbaz Sharif dan Presiden Asif Ali Zardari di Islamabad. Menerima anugerah Nishan-e-Pakistan.
  35. Rusia (Desember 2025): Pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, untuk penguatan koordinasi bilateral.


Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto menerima anugerah penghargaan Nishan-e-Pakistan dari Presiden Pakistan Asif Ali Zardari di Ruang Iqbal, Aiwan-e-Sadr, Islamabad, Selasa (10/12/2025) malam WIB. – (BPMI Setpres)

Kunjungan di Awal 2026

Perjalanan diplomatik terus berlanjut memasuki tahun 2026 dengan agenda yang tidak kalah padat:

  1. Inggris (18–21 Januari 2026)
  2. Swiss (21–22 Januari 2026)
  3. Prancis (23 Januari 2026)
  4. Amerika Serikat (17-21 Februari 2026)
  5. Inggris (23-24 Februari 2026)
  6. Yordania (24-25 Februari 2026)
  7. Uni Emirat Arab (25 Februari 2026)
  8. Jepang (29-31 Maret 2026)
  9. Korea Selatan (31 Maret-1 April 2026)
  10. Rusia (13-14 April 2026)
  11. Prancis (14-15 April 2026)
  12. Prancis (26-29 Mei 2026)


Presiden RI Prabowo Subianto ditemani Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron di garbing utama Istana Elysee, Paris, Perancis, Kamis (28/5/2026). – (BPMI Setpres)

Rangkaian perjalanan luar negeri ini menunjukkan betapa aktifnya Indonesia dalam menjaga dan memperkuat hubungan diplomatik serta partisipasinya dalam berbagai forum internasional, yang bertujuan untuk kepentingan nasional dan perdamaian dunia.

Gambar Gravatar
Luna merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan