Klenteng Boen Tek Bio Tangerang: Menyambut Tahun Baru Imlek dengan Semarak Generasi Muda dan Semangat Berbagi
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili disambut dengan penuh sukacita dan kemeriahan di Klenteng Boen Tek Bio, yang berlokasi di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang. Sebagai klenteng tertua di Tangerang, Boen Tek Bio tampil memukau dengan hiasan ratusan lampion yang memancarkan cahaya hangat, serta berbagai pertunjukan seni yang memukau ribuan umat yang hadir.
Dr. Ruby Santamoko, Ketua Umum Perkumpulan Boen Tek Bio, mengungkapkan bahwa persiapan untuk perayaan akbar ini telah dilakukan secara matang, bahkan dimulai dua minggu sebelum hari H. Perayaan Imlek kali ini menghadirkan pemandangan yang sedikit berbeda, dengan penambahan elemen visual yang memperkaya suasana klenteng.
“Perbedaannya yang paling mencolok adalah penambahan lebih dari 700 lampion. Seluruh lampion ini merupakan donasi dari para umat, yang masing-masing menuliskan harapan dan doa mereka pada lampion tersebut,” ujar Dr. Ruby. Lampion-lampion ini tidak hanya menjadi dekorasi semata, tetapi juga menjadi simbol harapan dan aspirasi para jemaat yang digantungkan.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, malam Imlek di Boen Tek Bio menjelma menjadi sebuah panggung apresiasi seni yang melibatkan generasi muda secara aktif. Aula klenteng disulap menjadi area pertunjukan yang menampilkan beragam karya seni, mulai dari drama, tarian tradisional, hingga atraksi memukau dari kesenian Liong dan Barongsai.
Dr. Ruby menekankan bahwa keterlibatan aktif generasi muda menjadi elemen penting yang memberikan napas baru bagi perayaan tahun ini. “Tahun baru Imlek kali ini benar-benar menjadi momen kemeriahan bagi generasi muda. Di aula, kita akan menyaksikan berbagai pertunjukan seni seperti drama, tari, Liong, dan Barongsai, bahkan mungkin ada penampilan menyanyi. Hampir semua pertunjukan ini dibawakan oleh anak-anak muda dari generasi penerus kita. Inilah yang membedakan perayaan di klenteng kita tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya dengan antusias.
Sebuah aspek menarik dari penyelenggaraan perayaan ini adalah penataan jadwal pertunjukan yang menunjukkan tingginya toleransi antarumat beragama di kawasan Pasar Lama. Pertunjukan Barongsai, misalnya, dijadwalkan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, tepat setelah waktu salat Isya bagi umat Muslim berakhir. Hal ini menunjukkan komitmen klenteng untuk menghormati berbagai keyakinan yang hidup berdampingan di lingkungan sekitar.
Tradisi Berbagi: Merentang Kebaikan dari Imlek Hingga Menjelang Ramadan
Semangat Imlek tahun ini tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga diwarnai oleh aksi kemanusiaan berskala besar. Pihak Klenteng Boen Tek Bio telah berhasil mendistribusikan sebanyak 3.870 paket sembako gratis. Bantuan ini disalurkan di 34 titik berbeda, menyasar warga kurang mampu di wilayah Tangerang.
Lebih membanggakan lagi, semangat berbagi yang diusung oleh klenteng ini dipastikan tidak akan berhenti pada momen perayaan Imlek saja. Dr. Ruby menjelaskan bahwa tim sosial mereka akan terus bergerak aktif menyalurkan kebaikan hingga menjelang bulan Ramadan.
“Kami berharap perayaan Imlek ini mengajarkan kita untuk terus berbagi. Kami juga memiliki rencana untuk membagikan sembako gratis menjelang Idul Fitri, bahkan kami juga merencanakan kegiatan sahur bersama. Kami akan berkolaborasi dengan Ibu Sinta Nuriyah dalam kegiatan ini, yang mana ini sudah tahun kedua kami bersama beliau,” tambahnya, menggarisbawahi komitmen jangka panjang klenteng dalam kegiatan sosial.
Filosofi Tahun Kuda Api dan Harapan untuk Bangsa
Di samping kemeriahan yang terlihat secara fisik, perayaan Imlek kali ini juga membawa pesan spiritual yang mendalam. Salah satu ritual yang dilaksanakan adalah Fang Shen, atau pelepasan makhluk hidup, yang dilakukan di Kali Cisadane. Ritual ini memiliki makna simbolis yang kuat, yaitu menjaga keseimbangan antara alam semesta, bumi, dan manusia.
Memasuki tahun Kuda Api, Dr. Ruby Santamoko menyuarakan optimisme yang tinggi. Ia percaya bahwa energi besar yang dibawa oleh simbol zodiak Kuda Api akan mampu menjadi kekuatan pendorong bagi bangsa Indonesia untuk melewati berbagai tantangan yang mungkin dihadapi.
“Mudah-mudahan di tahun Kuda Api yang penuh dengan semangat ini, kita bisa meneladani energi besar yang dimiliki kuda. Dengan semangat yang membara, kita dapat menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan, serta rintangan yang muncul dengan baik,” tuturnya, penuh harap.



















